5 Fakta Menarik Yamaha MX King V2, Motor Bebek Sport yang Cocok Buat Bapak-Bapak dan Anak Muda

Panduan Pembeli

5 Fakta Menarik Yamaha MX King V2, Motor Bebek Sport yang Cocok Buat Bapak-Bapak dan Anak Muda

Kiprah motor bebek kini kian tersisih oleh skutik karena kalah praktis dari sisi berkendara. Meskipun demikian, motor bebek terutama bebek sport memiliki sensasi berkendara tersendiri yang menggabungkan kenyamanan khas bebek dengan performa yang diwarisi motor sport 150 cc.

Di Indonesia, bebek sport masih dijual walau kurang diminati oleh sebagian besar masyarakat. Segmentasi bebek sport ini lebih mengerucut pada anak muda yang ingin sensasi tenaga galak namun dengan budget terbatas. Selain itu, motor bebek sport juga turut diminati oleh bapak-bapak muda yang masih terbawa kenangan era 90-an dimana bebek sport masih berjaya.

Salah satu model bebek sport yang tetap eksis dan digemari ialah Yamaha MX King. Bebek sport rilisan Yamaha ini mengalami facelift terakhir di tahun 2019, atau sudah lima tahun yang lalu yang dikenal sebagai MX King V2.

Sekilas Ubahan di Yamaha MX King 150


 

Dengan desain yang lebih sporty, MX King masih menggoda kalangan anak muda bila dibandingkan dengan Honda Supra GTR. Padahal dari segi data performa, Supra GTR lebih unggul soal tenaga dibanding MX King V2. 

Pada edisi facelift ini terdapat beberapa ubahan minor dari segi penampilan. Mulai dari batok headlamp baru yang memakai lampu LED dengan reflektor sipit. Konsep headlamp sporty style design mengadopsi 3 LED (2 low beam, 1 high beam).

Motor bebek sport ini juga telah dilengkapi dengan fitur hazard lamp yang berfungsi sebagai tanda ketika pengendara mengalami kondisi darurat. Pada edisi facelift kali ini, MX King telah menggunakan digital speedometer yang memiliki desain futuristik dan bersifat informatif dalam menyajikan beragam informasi terkait sepeda motor kepada sang pengendara.

Lebih lanjut, Yamaha juga mengubah bagian roda depan dengan ban lebih besar yaitu ukuran 90/90 R17 dengan spakbor baru yang ikut melebar, sehingga tampilan depannya lebih kekar.

Nah itu tadi sekilas profil dari Yamaha MX King facelift. Kali ini kami akan mengulas beberapa fakta menarik dari bebek sport andalan Yamaha tersebut.

1. Yamaha MX King 150 Jadi Bebek Sport dengan Posisi Berkendara Nyaman

Meskipun diciptakan dengan karakter balap yang kuat, dan sukses dalam ajang balapan road race resmi, Namun MX King tetap menyajikan kenyamanan dalam versi standar untuk kebutuhan harian. 

Berdasarkan pengalaman penulis menggunakan motor ini selama hampir lima tahun, posisi berkendara dari MX King ini memang agak menunduk, tapi tidak seperti motor sport. Sensasinya masih mempertahankan era bebek sport 90-an yang mengutamakan handling lincah namun tetap nyaman saat bermanuver di kemacetan.

Bicara soal karakter suspensi pun tergolong empuk, bahkan terlalu empuk untuk shockbreaker depan. Gejala bottoming alias mentok pun kerap terjadi bila karakter suspensi depan masih bawaan pabrik. 

Untuk itu, shockbreaker depan harus disetel ulang rebound-nya di bengkel shockbreaker agar tetap empuk tapi tidak mentok. Kemudian karakter suspensi monoshock di belakang cukup empuk namun tetap stabil saat bermanuver atau saat motor dipacu kecepatan tinggi.

2. Handling yang Lincah Untuk Bermanuver di Kemacetan Jakarta

Yamaha MX King dirancang dengan light frame design membuat motor semakin lincah. Motor ini juga mendukung gaya berkendara yang agresif, dengan bentuk pijakan kaki pengendara yang bisa dilipat membuat semakin nyaman dalam bermanuver dan cornering.

Kombinasi ban lebar ukuran 90/80-17 di depan dan 120/70-17 di belakang dengan velg berukuran 17 inch dan suspensi monoshock membuatnya stabil ketika bermanuver di ramainya jalanan kota besar. Sejatinya, MX King V2 ini ukurannya cukup besar untuk sebuah motor bebek tapi handlingnya serasa mengendarai Jupiter Z atau Shogun SP. 

Kelincahan bermanuver di kepadatan lalu lintas khas Jakarta ini juga turut didukung dari mesin 150 cc yang outputnya pas. Torsinya responsif pada putaran bawah karena menggunakan gear set dengan ukuran 14/41 415. 

3. Penampilan yang Lebih Proporsional

Aspek berikutnya yang membuat MX King ini menarik untuk kalangan muda sebagai alternatif skutik ialah penampilannya yang agresif. Facelift di tahun 2019 membuat MX King jadi lebih proporsional dibanding sebelumnya.

Perpaduan ban tubeless lebar (F : 90/80-17 dan R : 120/70-17) dengan velg berukuran 17 inch yang terdapat pada bagian kaki-kaki motor, tidak hanya menciptakan rasa berkendara yang lebih stabil tetapi turut membuat tampilan motor menjadi terlihat gagah. 

4. Pengereman yang Responsif dan Lembut Khas Yamaha

Yamaha sejak lama dikenal sebagai pabrikan sepeda motor dengan kinerja pengereman yang jempolan. Tradisi ini diteruskan hingga era MX King V2 yang dilengkapi dengan double disc brake. 

Dikombinasikan dengan dimensi ban lebar di depan dan belakang mampu meningkatkan sistem pengereman menjadi semakin optimal. Remnya sangat pakem tapi bisa tetap halus, sehingga pengendara bisa menyesuaikan daya pengereman sesuai kebutuhan dengan mudah.

Sebagai informasi, kampas rem belakang MX King ini sama seperti milik Yamaha Vixion karena memang masih satu basis. Kemudian, bentuknya sama persis dengan yang digunakan oleh Suzuki Satria F 150 atau Supra X 125. 

Nah, kualitas kampas rem bawaan dari MX King memang lebih pakem dan halus dibanding Satria F atau bawaan Supra X 125 saat dipasangkan pada kaliper belakang Supra X 125 sekalipun. Ini jadi sebuah alternatif bagi pemilik motor lain yang ingin meningkatkan kinerja pengereman jadi lebih responsif.

5. Performa Mesin yang Tenaganya Memuaskan dan Gampang Dioprek

Bicara performa mesin Yamaha MX King, secara data teknis jelas kalah dibanding Honda Supra GTR. Ini karena MX KIng V2 mengusung mesin 150cc fuel injection, 4 valve, dengan 5 percepatan. Mesin SOHC dengan kode 2PV ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 11.3 kW (15,4 PS)/8500 rpm dan torsi 13,8 Nm/7000 rpm. 

Bandingkan dengan Supra GTR 150, dimana motor bebek spor rilisan Honda ini memakai transmisi manual 6-percepatan. Mesin DOHC tersebut mampu menghasilkan tenaga maksimum 12,0 kW (16,3 PS) / 9.000 rpm dan torsi 14,2 Nm (1,45 kgf.m) / 6.500 rpm.

Meskipun kalah tenaga, namun mesin SOHC milik Yamaha ini lebih gampang untuk dioprek dalam kondisi standar dibanding DOHC Honda. Hanya dengan mengubah setelan klep di mesin MX King, performa mesinnya bisa lebih galak. Cara menyetelnya pun tidak sulit bagi mekanik karena masih model pelatuk tanpa shim.

Sebenarnya cara serupa bisa dilakukan pada Supra GTR, namun penyetelan klep di mesin DOHC Honda itu sedikit merepotkan. Ini karena setelannya memakai shim, sehingga harus mencari ukuran shim baru yang sesuai setelan klep yang kita inginkan. 

(YS)




Berita Utama


Komentar

app-icon
app-icon
app-icon
Lihat Mobil Impian Anda di Aplikasi
Unduh Aplikasi Sekarang