NGK Indonesia Ingatkan Pemudik Perhatikan Kondisi Busi

Berita Otomotif

NGK Indonesia Ingatkan Pemudik Perhatikan Kondisi Busi

JAKARTA – NGK Busi Indonesia menyarankan agar masyarakat memeriksa kondisi kendaraan khususnya busi sebelum digunakan mudik.

Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga perfoma mobil agar tetap maksimal sehingga tidak mengalami kesulitan saat mudik nanti. Dan berikut adalah tips dari NGK Busi Indonesia saat memeriksa busi kendaraan.

Pertama adalah pemilik harus memperhatikan gejala keausan pada busi di elektrodanya. Gejala yang paling mudah adalah susah start. Apabila mobil susah melakukan start pada kondisi mesin sudah panas maupun dingin maka tidak ada salahnya kita perhatikan kondisi busi mobil yang akan kita gunakan untuk mudik.

Yang kedua adalah dengan memperhatikan tingkat kerusakan busi. Elektroda busi adalah bagian yang cepat terkikis dan mengalami keausan pada permukaannya karena bagian tersebut tempat terjadinya api pada ruang bakar. Apabila elektroda sudah mengalami keausan maka busi perlu diganti.

Ketiga, tidak ada salahnya untuk membersihkan busi bila kondisi elektroda masih bagus. Bentuk yang masih kotak tanpa ada bulatan adalah tanda bahwa elektroda busi belum mengalami keausan.

Biasanya aliran listrik masih sangat baik dan penumpukan karbon tidak terlalu banyak. Apabila elektroda sudah mengalami pengendapan karbon atau kotoran, cukup membersihkan elektrodanya dengan cara menyemprot bagian elektroda menggunakan cairan yang bersifat Non-Metal seperti brake cleaner. Tidak perlu melakukan amplas dan hindari cairan yang bersifat abrasif terhadap karat, karena cairan tersebut akan mengkikis permukaan plating ataupun elektroda busi.

Dan terakhir, akan lebih baik bila melangguan penggantian busi. Sesuaikan dengan kilometer penggantian busi 15.000 sampai 20.000 adalah jarak ideal untuk mengganti busi agar mudik kita lebih aman dan nyaman. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar