Fakta Penting Geely Starray EM-i di Indonesia: SUV Plug-in Hybrid Rp499 Juta Produksi Lokal di Purwakarta
Adu Spesifikasi SUV Listrik Rp 250–500 Jutaan: Jaecoo J5 EV vs BYD Atto 3 vs Geely EX5, Siapa yang Paling Unggul?
Beranda Berita Panduan Pembeli Mengenal FCM di Mitsubishi Xforce Ultimate DS, Teknologi ADAS yang Tingkatkan Keamanan Berkendara Mengenal FCM di Mitsubishi Xforce Ultimate DS, Teknologi ADAS yang Tingkatkan Keamanan Berkendara Panduan Pembeli Mohammad Ryan https://www.mobil123.com/authors/1173/mohammad-ryan | 17 March 2026 10:49 Industri otomotif modern semakin menekankan pentingnya teknologi keselamatan aktif. Hal ini menjadi sangat relevan terutama di negara dengan lalu lintas padat seperti Indonesia. Salah satu model yang membawa pendekatan tersebut adalah Mitsubishi Xforce, sebuah compact SUV yang dirancang khusus untuk kebutuhan pasar ASEAN dengan berbagai fitur keselamatan canggih. Mobil ini pertama kali diperkenalkan oleh Mitsubishi Motors Corporation pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show 2023. Produksinya dilakukan secara lokal di fasilitas Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia di Bekasi, Jawa Barat, sebelum dipasarkan ke berbagai wilayah dunia seperti Asia Tenggara, Asia Selatan, Amerika Latin, Timur Tengah, hingga Afrika. Sebagai SUV kompak lima penumpang, Xforce dikembangkan dengan konsep “Best-suited buddy for an exciting life”. Artinya, kendaraan ini dirancang untuk menjadi partner mobilitas harian yang tangguh, nyaman, sekaligus aman dalam berbagai kondisi jalan dan cuaca. Tidak hanya menawarkan desain stylish dan karakter SUV yang kuat, mobil ini juga menghadirkan teknologi keselamatan modern yang menjadi nilai tambah bagi pengemudi maupun penumpang. Evolusi Varian dengan Teknologi Diamond Sense Dalam perkembangannya, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia menghadirkan varian terbaru yakni Mitsubishi Xforce Ultimate with Diamond Sense (Ultimate DS) yang diperkenalkan pada ajang GAIKINDO Jakarta Auto Week 2024. Varian ini melengkapi dua varian yang telah hadir lebih dahulu, yaitu Xforce Exceed dan Xforce Ultimate. Perbedaan utama dari varian Ultimate DS adalah hadirnya teknologi keselamatan terintegrasi bernama Diamond Sense. Diamond Sense merupakan paket fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang dirancang untuk membantu pengemudi dalam mengantisipasi berbagai potensi risiko di jalan. Sistem ini memanfaatkan kamera, radar, serta sensor ultrasonik untuk memantau kondisi sekitar kendaraan secara real-time. Pada varian Ultimate DS, sistem ini bekerja melalui kombinasi berbagai fitur seperti Adaptive Cruise Control dengan low speed follow, Automatic High Beam, Blind Spot Warning, Rear Cross Traffic Alert, hingga Forward Collision Mitigation (FCM). Selain itu, mobil ini juga dilengkapi enam airbag, sensor radar di depan dan belakang, kamera mono di bagian depan, serta ultrasonic parking sensor yang meningkatkan perlindungan bagi seluruh penumpang. Fokus pada Fitur Anti Tabrak Forward Collision Mitigation Salah satu fitur keselamatan paling penting pada Xforce adalah Forward Collision Mitigation atau FCM. Teknologi ini dirancang untuk membantu pengemudi mengurangi risiko tabrakan dengan kendaraan atau objek di depan. Forward Collision Mitigation merupakan sistem keselamatan aktif yang mampu mendeteksi potensi benturan sejak dini. Sistem ini bekerja dengan memanfaatkan kamera dan radar yang terpasang di bagian depan kendaraan. Ketika sistem mendeteksi jarak kendaraan yang terlalu dekat dengan objek di depan, pengemudi akan menerima peringatan visual dan suara. Peringatan tersebut bertujuan agar pengemudi segera melakukan tindakan seperti mengerem atau menghindar. Namun jika pengemudi tidak merespons dalam waktu tertentu, sistem FCM akan mengambil alih dengan mengaktifkan pengereman otomatis. Tujuannya adalah mengurangi kecepatan kendaraan sehingga benturan dapat diminimalkan atau bahkan dihindari sepenuhnya. Teknologi ini menjadi sangat berguna terutama dalam kondisi lalu lintas perkotaan yang padat dengan pola stop-and-go. Cara Kerja Sistem Forward Collision Mitigation Forward Collision Mitigation bekerja melalui beberapa tahapan yang berlangsung secara otomatis. Sistem ini terus memantau kondisi jalan menggunakan radar dan kamera yang terpasang pada bagian depan mobil. Tahap pertama adalah deteksi objek di depan kendaraan. Sensor radar dan kamera akan memantau kendaraan lain, sepeda motor, maupun objek lain yang berada di jalur kendaraan. Jika sistem mendeteksi adanya potensi tabrakan akibat jarak yang terlalu dekat, tahap berikutnya adalah memberikan peringatan dini kepada pengemudi. Peringatan ini muncul dalam bentuk notifikasi visual pada panel instrumen serta suara peringatan. Apabila pengemudi tidak segera bereaksi, sistem akan mengaktifkan pengereman otomatis untuk memperlambat kendaraan. Dalam situasi tertentu, mobil bahkan dapat berhenti sepenuhnya jika kondisi memungkinkan. Walaupun demikian, pada situasi di mana benturan tidak dapat dihindari sepenuhnya, FCM tetap berperan mengurangi tingkat keparahan tabrakan dengan menurunkan kecepatan kendaraan sebelum terjadi benturan. Manfaat FCM dalam Berkendara Sehari-hari Keberadaan teknologi seperti FCM memberikan banyak manfaat bagi pengemudi dalam aktivitas berkendara harian. Dalam kondisi lalu lintas padat, fitur ini membantu mengurangi risiko tabrakan akibat keterlambatan reaksi pengemudi. Hal ini sering terjadi ketika kendaraan di depan tiba-tiba berhenti mendadak. Selain itu, teknologi ini juga membantu pengemudi yang mungkin mengalami kelelahan saat berkendara jarak jauh. Sistem akan memberikan lapisan perlindungan tambahan ketika kewaspadaan pengemudi menurun. FCM juga meningkatkan rasa percaya diri saat berkendara di dalam kota dengan jarak kendaraan yang relatif rapat. Penjelasan Sistem FCM dari Rifat Sungkar Menurut Rifat Sungkar, Forward Collision Mitigation merupakan bagian dari teknologi ADAS yang bekerja secara otomatis melalui sensor dan radar kendaraan. Ia menjelaskan bahwa sensor tersebut dipasang di bagian atas kaca depan kendaraan dan terhubung langsung dengan sistem pengereman. “Ini sebenarnya bagian dari sistem ADAS. Sensor yang ada di bagian spion depan akan terus memantau kondisi di depan kendaraan dengan radar. Sensor itu terhubung langsung dengan sistem pengereman mobil,” ujar Rifat Sungkar. Ia juga menambahkan bahwa sensitivitas sensor FCM memiliki pola kerja yang mirip dengan Adaptive Cruise Control. “Jarak sensor di FCM sebenarnya mirip dengan Adaptive Cruise Control karena sensitivitasnya bisa diatur. Bedanya, kalau Cruise Control kita bisa mengatur jaraknya, sedangkan FCM akan bekerja otomatis ketika sistem mendeteksi potensi tabrakan,” jelasnya. Menariknya, fitur ini selalu aktif selama kendaraan digunakan. “FCM ini termasuk fitur yang tidak bisa dimatikan sepenuhnya. Sistemnya akan selalu aktif sebagai perlindungan tambahan bagi pengemudi,” tambah Rifat. Batasan Penggunaan Teknologi FCM Walaupun canggih, teknologi FCM tetap memiliki keterbatasan yang perlu dipahami oleh pengemudi. Sistem ini bekerja optimal pada rentang kecepatan tertentu, umumnya pada kecepatan rendah hingga menengah. Selain itu, performanya juga bisa terpengaruh oleh kondisi cuaca ekstrem seperti hujan deras atau kabut tebal. Sensor kamera dan radar yang tertutup kotoran juga dapat mempengaruhi akurasi deteksi objek. Karena itu, teknologi ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan kewaspadaan pengemudi. Pengemudi tetap harus menjaga jarak aman serta fokus terhadap kondisi lalu lintas di sekitar kendaraan. Kombinasi Teknologi dan Kesadaran Berkendara Kehadiran teknologi keselamatan seperti Forward Collision Mitigation menunjukkan bagaimana industri otomotif terus berkembang untuk meningkatkan perlindungan bagi pengguna jalan. Melalui kombinasi sensor pintar, sistem peringatan, serta pengereman otomatis, FCM memberikan lapisan keamanan tambahan yang sangat relevan dengan kondisi lalu lintas modern. Namun pada akhirnya, keselamatan berkendara tetap bergantung pada kombinasi antara teknologi kendaraan dan kesadaran pengemudi. Dengan teknologi keselamatan yang semakin canggih pada Mitsubishi Xforce, pengemudi kini memiliki dukungan ekstra untuk menghadapi berbagai situasi di jalan dengan lebih aman dan percaya diri. FAQ Q: Apa itu Forward Collision Mitigation pada Mitsubishi Xforce? A: Forward Collision Mitigation (FCM) adalah fitur keselamatan aktif pada Mitsubishi Xforce yang berfungsi mendeteksi potensi tabrakan dengan kendaraan atau objek di depan dan memberikan peringatan hingga melakukan pengereman otomatis jika diperlukan. Q: Bagaimana cara kerja Forward Collision Mitigation? A: Sistem ini menggunakan kamera dan radar yang terpasang di bagian depan kendaraan untuk memantau objek di depan. Jika terdeteksi potensi tabrakan, sistem akan memberikan peringatan kepada pengemudi dan secara otomatis mengaktifkan rem jika pengemudi tidak merespons. Q: Apakah fitur FCM termasuk teknologi ADAS? A: Ya. Forward Collision Mitigation merupakan bagian dari teknologi Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang terdapat dalam paket fitur keselamatan Diamond Sense pada beberapa model Mitsubishi terbaru. Q: Model Mitsubishi apa saja yang memiliki fitur FCM? A: Selain Mitsubishi Xforce, fitur Forward Collision Mitigation juga tersedia pada beberapa model lain seperti Mitsubishi Pajero Sport Dakar Ultimate dan Mitsubishi Destinator. Q: Apakah FCM bisa mencegah kecelakaan sepenuhnya? A: Tidak selalu. FCM dirancang untuk membantu mengurangi risiko atau dampak tabrakan, namun tetap membutuhkan respons dan kewaspadaan pengemudi saat berkendara. Q: Dalam kondisi apa FCM bekerja paling efektif? A: Fitur ini paling efektif digunakan pada kondisi lalu lintas perkotaan dengan kecepatan rendah hingga menengah, terutama pada situasi stop-and-go atau ketika kendaraan di depan berhenti mendadak. Q: Apakah Forward Collision Mitigation selalu aktif? A: Pada umumnya sistem ini selalu aktif selama kendaraan digunakan sebagai fitur pendukung keselamatan tambahan bagi pengemudi. Q: Apa saja fitur keselamatan lain dalam sistem Diamond Sense? A: Selain FCM, sistem Diamond Sense pada varian Xforce Ultimate DS juga mencakup Adaptive Cruise Control, Blind Spot Warning, Rear Cross Traffic Alert, Automatic High Beam, Lead Car Departure Notification, serta berbagai sensor keselamatan lainnya. [Ryn/YS] >>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<< Artikel terkait Spesifikasi, Fitur, dan Harga Mobil Mitsubishi XForce, Siap Ikut Jejak Xpander? Panduan Pembeli 12 September 2023 Kenyamanan Mitsubishi XForce Ditunjang Kabin dan Suspensi Berkelas Premium Panduan Pembeli 25 September 2023 Spesifikasi Serta Hal Menarik dari Mobil XForce, Compact SUV Mitsubishi Panduan Pembeli 16 February 2024 ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait berita Berita Otomotif news Mitsubishi XForce Cetak Mohammad Ryan Author Berita Utama Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ... 833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ... Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ... Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ... Komentar
Mengenal FCM di Mitsubishi Xforce Ultimate DS, Teknologi ADAS yang Tingkatkan Keamanan Berkendara Panduan Pembeli Mohammad Ryan https://www.mobil123.com/authors/1173/mohammad-ryan | 17 March 2026 10:49 Industri otomotif modern semakin menekankan pentingnya teknologi keselamatan aktif. Hal ini menjadi sangat relevan terutama di negara dengan lalu lintas padat seperti Indonesia. Salah satu model yang membawa pendekatan tersebut adalah Mitsubishi Xforce, sebuah compact SUV yang dirancang khusus untuk kebutuhan pasar ASEAN dengan berbagai fitur keselamatan canggih. Mobil ini pertama kali diperkenalkan oleh Mitsubishi Motors Corporation pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show 2023. Produksinya dilakukan secara lokal di fasilitas Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia di Bekasi, Jawa Barat, sebelum dipasarkan ke berbagai wilayah dunia seperti Asia Tenggara, Asia Selatan, Amerika Latin, Timur Tengah, hingga Afrika. Sebagai SUV kompak lima penumpang, Xforce dikembangkan dengan konsep “Best-suited buddy for an exciting life”. Artinya, kendaraan ini dirancang untuk menjadi partner mobilitas harian yang tangguh, nyaman, sekaligus aman dalam berbagai kondisi jalan dan cuaca. Tidak hanya menawarkan desain stylish dan karakter SUV yang kuat, mobil ini juga menghadirkan teknologi keselamatan modern yang menjadi nilai tambah bagi pengemudi maupun penumpang. Evolusi Varian dengan Teknologi Diamond Sense Dalam perkembangannya, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia menghadirkan varian terbaru yakni Mitsubishi Xforce Ultimate with Diamond Sense (Ultimate DS) yang diperkenalkan pada ajang GAIKINDO Jakarta Auto Week 2024. Varian ini melengkapi dua varian yang telah hadir lebih dahulu, yaitu Xforce Exceed dan Xforce Ultimate. Perbedaan utama dari varian Ultimate DS adalah hadirnya teknologi keselamatan terintegrasi bernama Diamond Sense. Diamond Sense merupakan paket fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang dirancang untuk membantu pengemudi dalam mengantisipasi berbagai potensi risiko di jalan. Sistem ini memanfaatkan kamera, radar, serta sensor ultrasonik untuk memantau kondisi sekitar kendaraan secara real-time. Pada varian Ultimate DS, sistem ini bekerja melalui kombinasi berbagai fitur seperti Adaptive Cruise Control dengan low speed follow, Automatic High Beam, Blind Spot Warning, Rear Cross Traffic Alert, hingga Forward Collision Mitigation (FCM). Selain itu, mobil ini juga dilengkapi enam airbag, sensor radar di depan dan belakang, kamera mono di bagian depan, serta ultrasonic parking sensor yang meningkatkan perlindungan bagi seluruh penumpang. Fokus pada Fitur Anti Tabrak Forward Collision Mitigation Salah satu fitur keselamatan paling penting pada Xforce adalah Forward Collision Mitigation atau FCM. Teknologi ini dirancang untuk membantu pengemudi mengurangi risiko tabrakan dengan kendaraan atau objek di depan. Forward Collision Mitigation merupakan sistem keselamatan aktif yang mampu mendeteksi potensi benturan sejak dini. Sistem ini bekerja dengan memanfaatkan kamera dan radar yang terpasang di bagian depan kendaraan. Ketika sistem mendeteksi jarak kendaraan yang terlalu dekat dengan objek di depan, pengemudi akan menerima peringatan visual dan suara. Peringatan tersebut bertujuan agar pengemudi segera melakukan tindakan seperti mengerem atau menghindar. Namun jika pengemudi tidak merespons dalam waktu tertentu, sistem FCM akan mengambil alih dengan mengaktifkan pengereman otomatis. Tujuannya adalah mengurangi kecepatan kendaraan sehingga benturan dapat diminimalkan atau bahkan dihindari sepenuhnya. Teknologi ini menjadi sangat berguna terutama dalam kondisi lalu lintas perkotaan yang padat dengan pola stop-and-go. Cara Kerja Sistem Forward Collision Mitigation Forward Collision Mitigation bekerja melalui beberapa tahapan yang berlangsung secara otomatis. Sistem ini terus memantau kondisi jalan menggunakan radar dan kamera yang terpasang pada bagian depan mobil. Tahap pertama adalah deteksi objek di depan kendaraan. Sensor radar dan kamera akan memantau kendaraan lain, sepeda motor, maupun objek lain yang berada di jalur kendaraan. Jika sistem mendeteksi adanya potensi tabrakan akibat jarak yang terlalu dekat, tahap berikutnya adalah memberikan peringatan dini kepada pengemudi. Peringatan ini muncul dalam bentuk notifikasi visual pada panel instrumen serta suara peringatan. Apabila pengemudi tidak segera bereaksi, sistem akan mengaktifkan pengereman otomatis untuk memperlambat kendaraan. Dalam situasi tertentu, mobil bahkan dapat berhenti sepenuhnya jika kondisi memungkinkan. Walaupun demikian, pada situasi di mana benturan tidak dapat dihindari sepenuhnya, FCM tetap berperan mengurangi tingkat keparahan tabrakan dengan menurunkan kecepatan kendaraan sebelum terjadi benturan. Manfaat FCM dalam Berkendara Sehari-hari Keberadaan teknologi seperti FCM memberikan banyak manfaat bagi pengemudi dalam aktivitas berkendara harian. Dalam kondisi lalu lintas padat, fitur ini membantu mengurangi risiko tabrakan akibat keterlambatan reaksi pengemudi. Hal ini sering terjadi ketika kendaraan di depan tiba-tiba berhenti mendadak. Selain itu, teknologi ini juga membantu pengemudi yang mungkin mengalami kelelahan saat berkendara jarak jauh. Sistem akan memberikan lapisan perlindungan tambahan ketika kewaspadaan pengemudi menurun. FCM juga meningkatkan rasa percaya diri saat berkendara di dalam kota dengan jarak kendaraan yang relatif rapat. Penjelasan Sistem FCM dari Rifat Sungkar Menurut Rifat Sungkar, Forward Collision Mitigation merupakan bagian dari teknologi ADAS yang bekerja secara otomatis melalui sensor dan radar kendaraan. Ia menjelaskan bahwa sensor tersebut dipasang di bagian atas kaca depan kendaraan dan terhubung langsung dengan sistem pengereman. “Ini sebenarnya bagian dari sistem ADAS. Sensor yang ada di bagian spion depan akan terus memantau kondisi di depan kendaraan dengan radar. Sensor itu terhubung langsung dengan sistem pengereman mobil,” ujar Rifat Sungkar. Ia juga menambahkan bahwa sensitivitas sensor FCM memiliki pola kerja yang mirip dengan Adaptive Cruise Control. “Jarak sensor di FCM sebenarnya mirip dengan Adaptive Cruise Control karena sensitivitasnya bisa diatur. Bedanya, kalau Cruise Control kita bisa mengatur jaraknya, sedangkan FCM akan bekerja otomatis ketika sistem mendeteksi potensi tabrakan,” jelasnya. Menariknya, fitur ini selalu aktif selama kendaraan digunakan. “FCM ini termasuk fitur yang tidak bisa dimatikan sepenuhnya. Sistemnya akan selalu aktif sebagai perlindungan tambahan bagi pengemudi,” tambah Rifat. Batasan Penggunaan Teknologi FCM Walaupun canggih, teknologi FCM tetap memiliki keterbatasan yang perlu dipahami oleh pengemudi. Sistem ini bekerja optimal pada rentang kecepatan tertentu, umumnya pada kecepatan rendah hingga menengah. Selain itu, performanya juga bisa terpengaruh oleh kondisi cuaca ekstrem seperti hujan deras atau kabut tebal. Sensor kamera dan radar yang tertutup kotoran juga dapat mempengaruhi akurasi deteksi objek. Karena itu, teknologi ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan kewaspadaan pengemudi. Pengemudi tetap harus menjaga jarak aman serta fokus terhadap kondisi lalu lintas di sekitar kendaraan. Kombinasi Teknologi dan Kesadaran Berkendara Kehadiran teknologi keselamatan seperti Forward Collision Mitigation menunjukkan bagaimana industri otomotif terus berkembang untuk meningkatkan perlindungan bagi pengguna jalan. Melalui kombinasi sensor pintar, sistem peringatan, serta pengereman otomatis, FCM memberikan lapisan keamanan tambahan yang sangat relevan dengan kondisi lalu lintas modern. Namun pada akhirnya, keselamatan berkendara tetap bergantung pada kombinasi antara teknologi kendaraan dan kesadaran pengemudi. Dengan teknologi keselamatan yang semakin canggih pada Mitsubishi Xforce, pengemudi kini memiliki dukungan ekstra untuk menghadapi berbagai situasi di jalan dengan lebih aman dan percaya diri. FAQ Q: Apa itu Forward Collision Mitigation pada Mitsubishi Xforce? A: Forward Collision Mitigation (FCM) adalah fitur keselamatan aktif pada Mitsubishi Xforce yang berfungsi mendeteksi potensi tabrakan dengan kendaraan atau objek di depan dan memberikan peringatan hingga melakukan pengereman otomatis jika diperlukan. Q: Bagaimana cara kerja Forward Collision Mitigation? A: Sistem ini menggunakan kamera dan radar yang terpasang di bagian depan kendaraan untuk memantau objek di depan. Jika terdeteksi potensi tabrakan, sistem akan memberikan peringatan kepada pengemudi dan secara otomatis mengaktifkan rem jika pengemudi tidak merespons. Q: Apakah fitur FCM termasuk teknologi ADAS? A: Ya. Forward Collision Mitigation merupakan bagian dari teknologi Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang terdapat dalam paket fitur keselamatan Diamond Sense pada beberapa model Mitsubishi terbaru. Q: Model Mitsubishi apa saja yang memiliki fitur FCM? A: Selain Mitsubishi Xforce, fitur Forward Collision Mitigation juga tersedia pada beberapa model lain seperti Mitsubishi Pajero Sport Dakar Ultimate dan Mitsubishi Destinator. Q: Apakah FCM bisa mencegah kecelakaan sepenuhnya? A: Tidak selalu. FCM dirancang untuk membantu mengurangi risiko atau dampak tabrakan, namun tetap membutuhkan respons dan kewaspadaan pengemudi saat berkendara. Q: Dalam kondisi apa FCM bekerja paling efektif? A: Fitur ini paling efektif digunakan pada kondisi lalu lintas perkotaan dengan kecepatan rendah hingga menengah, terutama pada situasi stop-and-go atau ketika kendaraan di depan berhenti mendadak. Q: Apakah Forward Collision Mitigation selalu aktif? A: Pada umumnya sistem ini selalu aktif selama kendaraan digunakan sebagai fitur pendukung keselamatan tambahan bagi pengemudi. Q: Apa saja fitur keselamatan lain dalam sistem Diamond Sense? A: Selain FCM, sistem Diamond Sense pada varian Xforce Ultimate DS juga mencakup Adaptive Cruise Control, Blind Spot Warning, Rear Cross Traffic Alert, Automatic High Beam, Lead Car Departure Notification, serta berbagai sensor keselamatan lainnya. [Ryn/YS] >>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<< Artikel terkait Spesifikasi, Fitur, dan Harga Mobil Mitsubishi XForce, Siap Ikut Jejak Xpander? Panduan Pembeli 12 September 2023 Kenyamanan Mitsubishi XForce Ditunjang Kabin dan Suspensi Berkelas Premium Panduan Pembeli 25 September 2023 Spesifikasi Serta Hal Menarik dari Mobil XForce, Compact SUV Mitsubishi Panduan Pembeli 16 February 2024 ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait berita Berita Otomotif news Mitsubishi XForce
Spesifikasi, Fitur, dan Harga Mobil Mitsubishi XForce, Siap Ikut Jejak Xpander? Panduan Pembeli 12 September 2023
Kenyamanan Mitsubishi XForce Ditunjang Kabin dan Suspensi Berkelas Premium Panduan Pembeli 25 September 2023
Spesifikasi Serta Hal Menarik dari Mobil XForce, Compact SUV Mitsubishi Panduan Pembeli 16 February 2024
Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ...
833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ...
Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ...
Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ...