Komunitas: Pemilik Mobil Tak Boleh Rakus

Berita Otomotif

Komunitas: Pemilik Mobil Tak Boleh Rakus

JAKARTA - Pemerintah berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada November 2014. Nah, bagaimana tanggapan Beberapa pentolan dari sejumlah klub atau komunitas otomotif terkait rencana ini?

Wakil Presiden Jusuf Kalla pernah mengatakan Pemerintah akan segera menaikkan harga BBM bersubsidi (Premium dan Solar) di bulan ini. Ada yang mengatakan kalau diperkirakan tanggal 22 November 2014. Banyak orang yang memperkirakan kenaikan akan berkisar di angka Rp 2.000-3.000.

"Kalau harga BBM dinaikkan, memang agak sedikit memberatkan. Karena kalau biasanya kami beli Premium Rp 250 ribu langsung full (tangki), nanti bisa Rp 300 ribu lebih barulah penuh. Tapi dari komunitas kami belum banyak membahasnya karena belum jelas. DPR-nya saja masih terpecah. Tapi kalau misalnya memang harus dinaikkan ya tidak masalah," kata Humas Toyota Agya Club (TAC) Ahmad Kurniawan.

Namun, harapan masyarakat juga besar terkait kenaikan ini. Penasehat Karimun Club Indonesia Pujiyono Wahyuhadi berharap dengan kenaikan harga BBM subsidi ini, dana subsidi bisa dialokasikan ke bidang-bidang lain yang membutuhkan seperti pendidikan dan kesehatan.

"Kepercayaan kami pada Pemerintah sekarang cukup tinggi. (Kenaikan BBM subsidi) ini hanya masalah waktu, cepat atau lambat subsidi memang harus dilepas. Harapan kami kepada pemerintah bisa menanggulangi dampak sosial dan keuangan," katanya.

"Karena dengan kenaikan BBM akan mengakibatkan inflasi, ongkos transportasi ikut naik. Kami berharap dampak-dampak ini bisa dijawab oleh Pemerintah Jokowi," lugasnya.

Ketua Umum Club Ayla Indonesia (CAI) FX Ferry Yuniarto meminta para pengguna mobil sadar untuk menggunakan BBM non-subsidi karena mereka diberi kelebihan bisa membeli mobil.

"Capek, kalau kita menggerutu terus masalah kenaikan ini. Toh, mau tidak mau tetap akan naik. Daripada kita berdebat mengenai hal itu, lebih baik otak kita di-improve untuk membuat bagaimana mobil kita irit. Caranya banyak bisa rajin ke bengkel resmi, rajin perawatan, lalu melatih diri untuk bisa berkendara secara baik dan benar agar mobil irit," bebernya.

"Kalau kita berdebat terus mengenai kenaikan ini kasihan masyarakat bawah. Asalkan dana subsidi benar-benar dialokasikan untuk pendidikan dan kesehatan kami di komunitas tidak masalah. Ibarat kata pengguna mobil jangan rakus karena kita mampu beli mobil," lugasnya. [Syu/Idr]

Bergabunglah di Facebook dan Twitter Mobil123.com

Temukan Mobil Baru dan Mobil Bekas.



Syubhan Akib

Syubhan Akib

Pria berkacamata yang mencintai dunia otomotif dan sangat suka memandang mobil klasik serta mempelajari sejarah otomotif dunia. Kemacetan adalah sahabat, kecepatan adalah kesukaan dan liburan akhir pekan adalah impian.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support