Indonesia dan India Duel Rebutan Produksi Suzuki Jimny

Berita Otomotif

Indonesia dan India Duel Rebutan Produksi Suzuki Jimny

JAKARTA - Ada dua negara yang kini sedang merayu kantor pusat Suzuki di Jepang agar ditunjuk sebagai lokasi produksi Jimny generasi terbaru. Keduanya adalah Indonesia dan India.

Sebagai informasi, ‘Negeri Sakura’ hingga saat ini menjadi satu-satunya basis produksi Jimny untuk pasar global. Sport utility vehicle (SUV) ini sendiri sudah meluncur di Indonesia pada 18 Juli 2019 dengan rentang harga Rp 315,5 juta sampai dengan Rp 330 juta on-the-road Jakarta.

Donny Saputra, Direktur Pemasaran PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS), mengungkapkan bahwa pihaknya mengajukan diri untuk juga merakit Jimny. Apalagi, struktur pajak yang sebentar lagi disamakan antara mobil berpenggerak dua roda (two-wheel drive/4x2) dengan yang berpenggerak empat roda (four-wheel drive/4x4) membuat salah satu model kendaraan paling ikonik di dunia itu makin potensial.

“Nanti, kan, dengan adanya regulasi low carbon emission vehicle (LCEV) pajaknya sama yang 4x2 dengan yang 4x4. Kalau sekarang, kan, yang 4x2 paling rendah 10 persen sedangkan yang 4x4 30 persen. Nanti dikenakannya bisa 15 persen flat,” ujar dia di sela-sela Uji Keiritan All-New Suzuki Ertiga dengan rute Jakarta - Cirebon pada Selasa (27/8/2019).

Menariknya, bukan cuma Indonesia yang mengajukan diri. Ada satu negara lain yakni India.

“India dan Indonesia mengajukan untuk produksi Jimny. Kita gontok-gontokan dengan India,” tegasnya.

Donny tidak menjelaskan seberapa besar kans pabrik kendaraan penumpang Suzuki di Cikarang, Bekasi untuk mengalahkan rayuan dari India. Pabrik ini sekarang hanya memproduksi Ertiga.

Suzuki masih punya pabrik di Tambun, tapi hanya untuk van serta mobil komersial ringan. Ada satu lagi pabrik di Cakung, Jakarta yang memproduksi komponen.

Suzuki sendiri sangat kuat di India, berdasarkan penelusuran Mobil123.com, Suzuki bisa meraup setengah dari pasar kendaraan penumpang di negeri Hindustan.

Profil konsumen Jimny di Indonesia dan India sendiri berbeda. Di Nusantara, pembeli Jimny lebih ke perorangan (retail).

“Di Indonesia itu Jimny lebih ke retail. Kalau di India fleet (korporasi/institusi). Seperti tentara, polisi, dan lain-lain,” tukasnya.

Donny berharap kabar dari kantor pusat di Jepang datang secepatnya, kalau bisa tahun ini. Ia mengaku ada peluang kedua negara sama-sama memproduksi, tapi bisa juga hanya salah satunya. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar