Impresi Singkat Leapmotor B10, SUV Listrik Baru yang Siap Mengganggu Dominasi Rival

Review

Impresi Singkat Leapmotor B10, SUV Listrik Baru yang Siap Mengganggu Dominasi Rival

Pasar kendaraan listrik di Indonesia kedatangan pemain baru. Leapmotor, merek asal Tiongkok yang berada di bawah naungan Stellantis, resmi memperkenalkan B10 sebagai model pertamanya untuk pasar nasional. SUV listrik ini tidak hanya menawarkan desain modern dan daftar fitur yang panjang, tetapi juga menjadi model yang sudah diproduksi secara lokal di fasilitas Indomobil, Purwakarta.

Mobil123 mendapat kesempatan untuk melakukan sesi test drive singkat sebelum peluncuran resminya di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS). Memang rute pengujiannya tidak terlalu panjang sehingga belum cukup untuk menggali seluruh kemampuan kendaraan. Namun, pengalaman singkat tersebut sudah bisa memberikan sedikit gambaran mengenai karakter B10, mulai dari kenyamanan kabin, kemudahan mengemudi, hingga kualitas peredaman yang menjadi salah satu nilai jualnya.

Desain Simpel, Tapi Tetap Berkarakter

Sekilas, Leapmotor B10 mengusung pendekatan desain yang cukup berbeda dibanding beberapa SUV listrik asal Tiongkok yang cenderung agresif. B10 justru tampil bersih dengan garis bodi sederhana, minim lekukan tajam, namun tetap terlihat modern.

Proporsi bodinya cukup proporsional dengan panjang 4.515 mm, lebar 1.885 mm, tinggi 1.655 mm, serta wheelbase mencapai 2.735 mm. Dimensi tersebut membuat tampilannya terasa kokoh sekaligus memberikan ruang kabin yang lapang.

Identitas kendaraan listrik semakin terasa lewat penggunaan lampu LED projector di bagian depan dan belakang yang dirancang minimalis. Selain mendukung pencahayaan optimal, desain lampunya juga memberikan kesan futuristis.

Menariknya lagi, mobil ini memiliki koefisien hambatan udara (CdA) sebesar 0,265. Angka tersebut cukup rendah untuk sebuah SUV dan berkontribusi terhadap efisiensi energi ketika digunakan pada kecepatan tinggi.

Bagian samping turut menghadirkan detail menarik berupa penggunaan pelek 18 inci dengan konfigurasi staggered. Pelek depan memiliki lebar 6 inci yang dibalut ban 225/50 R18, sedangkan roda belakang menggunakan pelek 6,5 inci dengan ban 235/50 R18. Konfigurasi ini tidak hanya memperkuat tampilan, tetapi juga diklaim meningkatkan stabilitas saat berkendara.

Masuk Kabin, Posisi Mengemudi Mudah Didapat

Saat pertama kali memasuki kabin, kesan modern langsung terasa berkat desain dashboard yang sederhana dengan dominasi layar besar di tengah.

Hal pertama yang kami lakukan tentu mencari posisi duduk ideal. Untungnya proses ini berlangsung cukup mudah karena kursi pengemudi telah dibekali pengaturan elektrik enam arah. Posisi setir juga dapat diatur melalui fitur tilt dan telescopic sehingga pengemudi dengan postur tubuh berbeda tetap bisa menemukan posisi mengemudi yang nyaman.

Satu hal yang membutuhkan sedikit adaptasi adalah posisi tuas transmisi. Alih-alih berada di konsol tengah, tuas pemindah gigi ditempatkan di belakang lingkar kemudi seperti beberapa mobil listrik modern. Bagi pengguna yang baru pertama kali mencobanya mungkin membutuhkan waktu beberapa menit untuk terbiasa, tetapi setelah itu pengoperasiannya terasa praktis.

Ada pula fitur keamanan yang cukup unik. Mobil tidak langsung dapat dijalankan hanya karena kunci berada di dalam kabin. Sistem meminta pengguna memasukkan password terlebih dahulu sebelum kendaraan dapat digunakan. Fitur ini berguna ketika kendaraan diserahkan kepada petugas valet sehingga akses terhadap kendaraan menjadi lebih aman.

Material Kabin Mengutamakan Kenyamanan

Leapmotor tampaknya tidak hanya fokus pada tampilan interior, tetapi juga kualitas material yang digunakan.

Seluruh jok dibungkus Eco Leather berwarna hitam yang telah mengantongi sertifikasi OEKO-TEX Standard 100. Material tersebut diklaim aman karena menggunakan bahan berbasis bamboo charcoal fabric serta perekat berbasis air dengan kadar aroma rendah.
Pendekatan ini membuat udara di dalam kabin terasa lebih bersih sekaligus mengurangi aroma khas mobil baru yang sering kali mengganggu sebagian orang.

Kenyamanan semakin meningkat berkat hadirnya panoramic sunroof yang membuat kabin terasa lebih lega.

Di depan pengemudi terdapat panel instrumen digital 8,8 inci yang menyajikan informasi kendaraan dengan tampilan sederhana namun mudah dibaca. Sementara itu, layar sentuh floating berukuran 14,6 inci resolusi 2.5K menjadi pusat seluruh pengaturan kendaraan.

Respons layarnya terasa cepat dan kualitas tampilannya tajam. Seluruh pengaturan mulai dari sistem hiburan, navigasi, hingga berbagai konfigurasi kendaraan dapat diakses melalui layar ini.
Fitur hiburan juga tidak kalah menarik karena B10 dibekali 12 speaker, ambient light 64 warna, Apple CarPlay, Android Auto, voice command, serta wireless charging untuk smartphone.

Kamera 360 Derajat Sangat Membantu

Saat melewati beberapa ruas jalan yang cukup sempit, kamera 360 derajat menjadi salah satu fitur yang paling terasa manfaatnya.

Resolusi kameranya tergolong baik sehingga gambar yang ditampilkan terlihat tajam. Sudut pandangnya juga luas sehingga memudahkan pengemudi ketika harus bermanuver di area terbatas.

Fitur seperti ini memang sudah mulai umum di mobil-mobil listrik asal Tiongkok, namun kualitas gambar pada Leapmotor B10 patut diapresiasi karena memberikan rasa percaya diri lebih saat parkir maupun melewati jalan sempit.

Suspensi Nyaman dan Kabin Kedap

Karena rute pengujian relatif singkat, kami belum dapat mengeksplorasi karakter suspensinya dalam berbagai kondisi jalan. Meski demikian, impresi awal menunjukkan bahwa B10 menawarkan kenyamanan yang cukup baik.

Kombinasi suspensi dengan penggunaan ban depan dan belakang yang berbeda ukuran ternyata memberikan efek positif terhadap stabilitas kendaraan.

Saat melintasi permukaan jalan yang tidak sepenuhnya mulus, guncangan masih mampu diredam dengan baik sebelum masuk ke kabin.

Hal lain yang cukup mengesankan adalah tingkat kekedapan kabin. Suara dari luar kendaraan mampu diredam dengan baik sehingga suasana di dalam mobil terasa tenang. Kondisi ini tentu menjadi nilai tambah bagi kendaraan listrik yang memang minim suara mesin.

Motor Listrik Responsif

Leapmotor B10 menggunakan motor listrik tunggal berpenggerak roda belakang (Rear Wheel Drive).

Motor tersebut menghasilkan tenaga maksimum 218 hp atau 160 kW dengan torsi 240 Nm.
Karakter motor listrik yang mampu menghadirkan torsi secara instan membuat akselerasi awal terasa responsif. Walaupun sesi pengujian tidak memungkinkan untuk mencoba performa secara maksimal, respons pedal akselerator terasa ringan dan linear.

Jarak Tempuh Lebih dari 500 Kilometer

Salah satu daya tarik utama B10 adalah kemampuan jelajahnya.

SUV listrik ini menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 67,1 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 516 kilometer berdasarkan standar NEDC.

Untuk kebutuhan mobilitas harian, angka tersebut tergolong lebih dari cukup sehingga pengguna tidak perlu terlalu sering melakukan pengisian daya.

Ketika baterai mulai menipis, proses pengisian ulang juga relatif cepat karena sudah mendukung DC Fast Charging hingga 168 kW.

Dalam kondisi ideal, pengisian daya dari 30 hingga 80 persen dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 20 menit.

Teknologi Cell-to-Chassis Jadi Pembeda

Di balik bodinya, Leapmotor menyematkan teknologi Cell-to-Chassis (CTC) 2.0.
Teknologi ini memungkinkan sel baterai dipasang langsung ke struktur kendaraan tanpa modul baterai konvensional.

Keuntungan dari sistem tersebut cukup banyak, mulai dari bobot kendaraan yang lebih ringan, ruang kabin lebih lega, distribusi bobot yang lebih baik, hingga peningkatan kekakuan struktur bodi.

Bagi pengguna, manfaat paling terasa tentu adalah efisiensi energi yang lebih baik sekaligus peningkatan aspek keselamatan.

Fitur Keselamatan Lengkap

Pada sektor keselamatan, Leapmotor B10 menawarkan paket yang sangat kompetitif. Mobil ini telah memperoleh rating keselamatan lima bintang Euro NCAP dan dilengkapi tujuh airbags.

Selain itu tersedia 16 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS), mulai dari ACC (Adaptive Cruise Control), LCC (Lane Centering Control), LKA (Lane Keeping Assist), ELKA (Emergency Lane Keeping Assist), FCW (Front Collision Warning), RCW (Rear Collision Warning), AEBS (Automatic Emergency Braking System), BSD (Blind Spot Detection), DOW (Door Open Warning), LDW (Lane Departure Warning), HOD (Hands-off Detection), RCTA (Rear Cross Traffic Alert), RCTB (Rear Cross Traffic Braking), DDAW (Driver Drowsiness & Attention Warning), ADDW (Advanced Driver Distraction Warning)    , dan TJA (Traffic Jam Assist).

Kehadiran Hill Descent Control juga menjadi nilai tambah karena fitur tersebut masih cukup jarang ditemukan pada SUV listrik di kelas harga yang sama.

Kesimpulan

Meski hanya merasakan B10 dalam sesi berkendara singkat, impresi awal yang ditinggalkan cukup positif.

SUV listrik ini menawarkan kombinasi kenyamanan kabin, kualitas peredaman suara yang baik, posisi mengemudi ergonomis, serta teknologi yang melimpah. Penggunaan ban staggered dan suspensi yang nyaman turut memberikan rasa percaya diri ketika dikendarai.

Memang masih diperlukan pengujian dengan rute yang lebih panjang untuk mengetahui konsumsi energi, karakter pengendalian di berbagai kondisi jalan, hingga performa sebenarnya. Namun, sebagai perkenalan pertama, Leapmotor B10 berhasil menunjukkan bahwa ia bukan sekadar mengandalkan daftar fitur yang panjang.

Apabila nantinya benar dipasarkan dengan harga di bawah Rp500 juta seperti yang telah diisyaratkan oleh pihak Leapmotor Indonesia, B10 berpotensi menjadi salah satu SUV listrik yang patut diperhitungkan. 

Kombinasi teknologi, jarak tempuh lebih dari 500 kilometer, fitur keselamatan, serta status produksi lokal menjadi modal kuat untuk bersaing di pasar kendaraan listrik Indonesia yang semakin kompetitif.

FAQ Leapmotor B10

Q: Apa itu Leapmotor B10?

A: Leapmotor B10 merupakan SUV listrik pertama Leapmotor yang dipasarkan di Indonesia. Model ini diproduksi secara lokal di pabrik Indomobil, Purwakarta, dan akan resmi diluncurkan pada GIIAS.

Q: Berapa estimasi harga Leapmotor B10?

A: Leapmotor mengindikasikan harga B10 akan berada di bawah Rp500 juta untuk wilayah OTR Jabodetabek. Harga resminya akan diumumkan saat GIIAS.

Q: Berapa jarak tempuh Leapmotor B10?

A: Leapmotor B10 menggunakan baterai LFP berkapasitas 67,1 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 516 km berdasarkan standar NEDC.

Q:  Berapa tenaga yang dihasilkan Leapmotor B10?

A: SUV listrik ini dibekali motor listrik berpenggerak roda belakang (RWD) yang menghasilkan tenaga 218 hp (160 kW) dan torsi 240 Nm.

Q: Apa keunggulan teknologi Cell-to-Chassis (CTC) 2.0 pada Leapmotor B10?

A: Teknologi Cell-to-Chassis 2.0 membuat baterai menjadi bagian dari struktur kendaraan sehingga meningkatkan efisiensi ruang, mengurangi bobot kendaraan, memperkuat struktur bodi, dan membantu meningkatkan efisiensi energi.
 

[Ryn/YS]

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<<




Berita Utama


Komentar

app-icon
app-icon
app-icon
Lihat Mobil Impian Anda di Aplikasi
Unduh Aplikasi Sekarang