Fakta Penting Geely Starray EM-i di Indonesia: SUV Plug-in Hybrid Rp499 Juta Produksi Lokal di Purwakarta
Adu Spesifikasi SUV Listrik Rp 250–500 Jutaan: Jaecoo J5 EV vs BYD Atto 3 vs Geely EX5, Siapa yang Paling Unggul?
Beranda Berita Panduan Pembeli Geely Starray EMI; SUV PHEV Mewah Berstandar Eropa di Bawah Rp500 Juta Geely Starray EMI; SUV PHEV Mewah Berstandar Eropa di Bawah Rp500 Juta Panduan Pembeli Yongki Sanjaya Putra https://www.mobil123.com/authors/1270/yongki-sanjaya-putra | 16 April 2026 07:13 Pasar otomotif Indonesia kedatangan penantang baru yang siap mengguncang segmen Sport Utility Vehicle (SUV). Geely secara resmi memperkenalkan Geely Starray EMI, sebuah mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang dibanderol dengan harga yang sangat kompetitif, yakni sedikit di bawah Rp500 juta. Kehadirannya diposisikan untuk bersaing langsung dengan Chery Tiggo 8 PHEV dan Jaecoo J7 PHEV, namun dengan penawaran fitur, kenyamanan, dan spesifikasi yang seolah melampaui kelas harganya. Dibangun di atas platform mutakhir bernama GEA—yang di Tiongkok dikenal sebagai Geely Galaxy Starship 7—mobil ini bukanlah sekadar Geely EX5 versi mesin bensin, melainkan sebuah mahakarya teknologi yang memadukan keunggulan jarak tempuh tanpa batas dengan efisiensi energi elektrik. Teknologi EMI Super Hybrid dan Performa Kelas Atas Jantung pacu Starray EMI ditenagai oleh sistem revolusioner yang disebut oleh Geely sebagai EMI Super Hybrid. Sistem canggih ini memadukan mesin bensin 4-silinder berkapasitas 1500 cc naturally aspirated (tanpa turbo) yang menggunakan sistem siklus Atkinson. Mesin bensinnya mampu menghasilkan tenaga 98 HP (99 PS) dan torsi 125 Nm, di mana nilai jual utamanya adalah tingkat efisiensi termal yang sangat tinggi mencapai 46,5%, menjadikannya sebagai mesin dengan efisiensi termal tertinggi di dunia saat pertama kali diperkenalkan. Mesin tersebut dipadukan dengan motor listrik penggerak utama (P3) di gardan depan yang memuntahkan tenaga masif sebesar 215 HP (160 kW) dan torsi 262 Nm, serta satu unit motor generator (P1) khusus untuk sistem start-stop dan mengisi daya baterai. Sumber energi kelistrikannya berasal dari baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 18,4 kWh yang ditanamkan di area lantai mobil. Penyaluran daya diatur oleh sistem transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT) tiga percepatan yang dirancang menyimulasikan kehalusan operasional seperti transmisi CVT masa kini. Mode Berkendara dengan Efisiensi Energi Pengemudi dimanjakan dengan tiga pilihan mode berkendara utama: Pure, Hybrid, dan Power. Pada mode Pure, mobil akan beroperasi murni menggunakan tenaga baterai layaknya Full EV hingga kapasitasnya menyentuh angka 25%. Hebatnya, meski klaim pabrikan menyebut jarak tempuh elektriknya sejauh 105 km, pengetesan langsung di jalan rute kombinasi justru menembus angka 109,8 km, sebuah capaian yang sangat panjang dibandingkan rata-rata PHEV sekelasnya. Apabila pengguna memilih mode Hybrid, sistem akan secara otomatis dan cerdas mengatur nyala mesin bensin secara seri (menjadi generator) maupun paralel (ikut menggerakkan roda), sementara mode Power memastikan mesin bensin selalu hidup untuk suplai tenaga maksimal secara konstan. Efisiensi bahan bakarnya juga patut diacungi jempol. Ketika baterai telah terkuras hingga di bawah 25% dan mobil murni mengandalkan bensin dibantu regenerasi energi, konsumsi rata-ratanya sanggup mencapai 19,3 km/liter berdasarkan metode full-to-full. Melalui kolaborasi tangki bensin 51 liter dan baterai penuh, estimasi total jarak tempuh yang ditawarkan mendekati 1.100 km. Di sektor akselerasi, figur 0 hingga 100 km/jam diklaim tembus dalam 7,6 detik, melesat kencang untuk sebuah SUV bongsor sepanjang lebih dari 4,7 meter. Fleksibilitas Pengisian Daya dan Fitur Genset Berjalan Berbeda dengan mobil hybrid konvensional, lubang pengisian bahan bakar dan daya listrik terpisah di kiri dan kanan bodi kendaraan. Mobil ini telah mendukung fasilitas arus searah (DC Fast Charging) dengan kecepatan daya puncak 30 kW, sehingga pengecasan baterai dari 30% ke 80% hanya memerlukan waktu kurang dari 20 menit. Pengisian normal AC charging berdaya 6,6 kW memakan waktu kurang dari 3 jam hingga penuh. Keunikan lain adalah kehadiran mode Fuel Charging yang menjadikan Starray EMI bagaikan sebuah genset stasioner yang berjalan. Ketika mobil dalam kondisi diparkir (tuas transmisi di P), mesin bensin bisa dihidupkan untuk memasok daya ke dalam baterai listrik hingga kecepatan charging 3,5 kW. Daya yang terkumpul ini dapat didistribusikan keluar melalui sistem V2L (Vehicle to Load) hingga daya 6,6 kW untuk mengaktifkan perlengkapan elektronik rumah tangga hingga kompor listrik sewaktu camping, didukung oleh Camping Mode khusus pada sistem antarmukanya. Tersedia pula fitur Hold and Charge bertenaga presisi guna menahan porsi persentase baterai agar tidak habis selama berkendara di rute jarak jauh bebas hambatan. Desain Eksterior dan Interior Premium Garis desain Geely Starray EMI mengambil pendekatan yang sangat bernuansa Eropa. Tarikan bodi dari sisi 3/4 belakang memperlihatkan siluet yang amat identik dengan bahasa desain Porsche Macan, menghadirkan kesan mahal dan aristokrat meski ditebus di bawah Rp500 juta. Tampilan fasia depannya bernuansa minimalis aerodinamis berkat Daytime Running Light (DRL) full LED beraksen putus-putus yang melintang secara penuh. Nilai koefisien drag udaranya pun sukses ditekan ke angka rendah 0,28 Cd, disempurnakan dengan velg 18 inci bergaya lekukan aero. Suasana di dalam kabin jauh melampaui banderol harganya. Pengguna disuguhkan dasbor bergaya floating dengan head unit sentuh raksasa 15,4 inci beresolusi 2,5K yang ditenagai chip Snapdragon Dragon Eagle 17nm. Salah satu terobosan revolusioner adalah Universal Knob, tombol kenop fisik yang bisa dikustomisasi secara cerdas untuk mengatur volume, AC, hingga warna lampu. Di sektor hiburan, mobil ini dijejali sistem tata suara Fly Sound berjumlah 16 buah speaker, termasuk speaker individu yang dijahitkan tepat ke dalam headrest pengemudi, menawarkan pengalaman audio setara mobil miliaran rupiah. Kenyamanan, Akomodasi, dan Keamanan Paripurna Duduk di baris kedua sangat superior berkat dimensi sumbu roda ekstra panjang dan panoramic sunroof berukuran sangat besar yang memperluas ruang pandang. Aspek kepraktisan juga impresif dengan bagasi bervolume 528 liter dan konfigurasi lipat rata lantai 60:40. Untuk urusan mekanis, suspensi independen MacPherson Strut dan Multilink di belakang dikurasi amat empuk untuk melibas jalan rusak, meski akan terasa sedikit mengayun pada kecepatan tinggi di jalan tol bergelombang. Namun, sistem peredaman kabinnya (NVH) dieksekusi nyaris sempurna, dengan transisi mesin hibrida yang sangat halus dan minim getaran. Sektor keselamatan diadaptasi sepenuhnya dari DNA Volvo, di mana kendaraan ini telah merengkuh status keamanan bintang 5 Euro NCAP. Didukung enam kantung udara dan kamera 360 derajat dengan fitur transparan sasis 540 derajat, Starray EMI juga dilengkapi paket ADAS komprehensif. Teknologi Intelligent Cruise Control-nya mampu mempertahankan jarak secara stop and go serta menyesuaikan radius tikungan secara otonom. Bahkan, sistem ini dirancang responsif untuk melakukan intervensi darurat jika pengemudi terdeteksi lalai saat mode semi-otonom aktif. Kesimpulan Secara konklusif, meminang Geely Starray EMI pada segmentasi harga tak sampai Rp500 juta bukanlah sebuah tawaran biasa, melainkan disrupsi definisi nilai utilitas mewah (value for money) dalam sebuah lanskap pasar SUV tanah air. SUV elektrifikasi ini mengintegrasikan penghematan konsumsi pengeluaran biaya ala Full EV, balutan kemegahan ornamen Eropa, hingga penyematan fasilitas serba otomasi mutakhir masa depan. Entitas pendatang ini meretas status mutlak sebagai resep sempurna PHEV crossover urban paling dianjurkan di iklim otomotif masa kini. FAQ Geely Starray EMI Q: Geely Starray EMI itu mobil listrik atau hybrid? A: Geely Starray EMI adalah Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Artinya, mobil ini bisa berjalan menggunakan tenaga listrik murni seperti mobil listrik, tetapi tetap memiliki mesin bensin sebagai pendukung sekaligus sumber tenaga tambahan. Q: Berapa jarak tempuh listrik murninya? A: Dalam mode Pure (EV), jarak tempuh elektriknya diklaim 105 km. Dalam pengujian rute kombinasi, angka ini bahkan dapat menembus 109,8 km, tergolong sangat panjang untuk kelas PHEV. Q: Berapa konsumsi BBM saat baterai habis? A: Saat kapasitas baterai turun di bawah 25% dan mobil lebih banyak mengandalkan mesin bensin, konsumsi rata-ratanya dapat mencapai 19,3 km/liter berdasarkan metode full-to-full. Q: Berapa total jarak tempuh jika baterai dan bensin penuh? A: Dengan tangki 51 liter dan baterai terisi penuh, estimasi total jarak tempuhnya mendekati 1.100 km dalam kondisi ideal. Q: Berapa performa akselerasinya? A: Geely Starray EMI mampu berakselerasi dari 0–100 km/jam dalam waktu 7,6 detik, angka yang tergolong cepat untuk SUV dengan dimensi lebih dari 4,7 meter. Q: Apakah bisa fast charging? A: Ya. Mobil ini mendukung DC Fast Charging hingga 30 kW. Pengisian dari 30% ke 80% dapat dilakukan dalam waktu kurang dari 20 menit. Untuk AC charging 6,6 kW, pengisian penuh membutuhkan waktu kurang dari 3 jam. Q: Apa itu fitur Fuel Charging? A: Fuel Charging memungkinkan mesin bensin mengisi baterai saat mobil diparkir (tuas di posisi P). Sistem ini bekerja seperti genset berjalan dengan kecepatan pengisian sekitar 3,5 kW. Q: Apa fungsi fitur V2L pada Starray EMI? A: Fitur Vehicle to Load (V2L) memungkinkan mobil menyuplai listrik keluar hingga 6,6 kW untuk menghidupkan perangkat elektronik seperti peralatan rumah tangga atau perlengkapan camping. Q: Bagaimana sistem keselamatannya? A: Starray EMI telah meraih rating bintang 5 Euro NCAP. Fitur keselamatannya meliputi enam airbag, kamera 360 derajat dengan tampilan transparan 540 derajat, serta paket ADAS lengkap termasuk Automatic Emergency Braking dan Intelligent Cruise Control dengan fungsi stop and go. Q: Apa keunggulan utama dibanding SUV PHEV lain di kelasnya? A: Kombinasi jarak tempuh listrik lebih dari 100 km, efisiensi BBM hampir 20 km/liter saat baterai habis, fitur V2L, kabin premium dengan layar 15,4 inci, serta sistem audio 16 speaker menjadikannya sangat kompetitif di harga di bawah Rp500 juta. (YS) ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Cetak Yongki Sanjaya Putra Editor Berita Utama Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ... 833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ... Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ... Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ... Komentar
Geely Starray EMI; SUV PHEV Mewah Berstandar Eropa di Bawah Rp500 Juta Panduan Pembeli Yongki Sanjaya Putra https://www.mobil123.com/authors/1270/yongki-sanjaya-putra | 16 April 2026 07:13 Pasar otomotif Indonesia kedatangan penantang baru yang siap mengguncang segmen Sport Utility Vehicle (SUV). Geely secara resmi memperkenalkan Geely Starray EMI, sebuah mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang dibanderol dengan harga yang sangat kompetitif, yakni sedikit di bawah Rp500 juta. Kehadirannya diposisikan untuk bersaing langsung dengan Chery Tiggo 8 PHEV dan Jaecoo J7 PHEV, namun dengan penawaran fitur, kenyamanan, dan spesifikasi yang seolah melampaui kelas harganya. Dibangun di atas platform mutakhir bernama GEA—yang di Tiongkok dikenal sebagai Geely Galaxy Starship 7—mobil ini bukanlah sekadar Geely EX5 versi mesin bensin, melainkan sebuah mahakarya teknologi yang memadukan keunggulan jarak tempuh tanpa batas dengan efisiensi energi elektrik. Teknologi EMI Super Hybrid dan Performa Kelas Atas Jantung pacu Starray EMI ditenagai oleh sistem revolusioner yang disebut oleh Geely sebagai EMI Super Hybrid. Sistem canggih ini memadukan mesin bensin 4-silinder berkapasitas 1500 cc naturally aspirated (tanpa turbo) yang menggunakan sistem siklus Atkinson. Mesin bensinnya mampu menghasilkan tenaga 98 HP (99 PS) dan torsi 125 Nm, di mana nilai jual utamanya adalah tingkat efisiensi termal yang sangat tinggi mencapai 46,5%, menjadikannya sebagai mesin dengan efisiensi termal tertinggi di dunia saat pertama kali diperkenalkan. Mesin tersebut dipadukan dengan motor listrik penggerak utama (P3) di gardan depan yang memuntahkan tenaga masif sebesar 215 HP (160 kW) dan torsi 262 Nm, serta satu unit motor generator (P1) khusus untuk sistem start-stop dan mengisi daya baterai. Sumber energi kelistrikannya berasal dari baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 18,4 kWh yang ditanamkan di area lantai mobil. Penyaluran daya diatur oleh sistem transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT) tiga percepatan yang dirancang menyimulasikan kehalusan operasional seperti transmisi CVT masa kini. Mode Berkendara dengan Efisiensi Energi Pengemudi dimanjakan dengan tiga pilihan mode berkendara utama: Pure, Hybrid, dan Power. Pada mode Pure, mobil akan beroperasi murni menggunakan tenaga baterai layaknya Full EV hingga kapasitasnya menyentuh angka 25%. Hebatnya, meski klaim pabrikan menyebut jarak tempuh elektriknya sejauh 105 km, pengetesan langsung di jalan rute kombinasi justru menembus angka 109,8 km, sebuah capaian yang sangat panjang dibandingkan rata-rata PHEV sekelasnya. Apabila pengguna memilih mode Hybrid, sistem akan secara otomatis dan cerdas mengatur nyala mesin bensin secara seri (menjadi generator) maupun paralel (ikut menggerakkan roda), sementara mode Power memastikan mesin bensin selalu hidup untuk suplai tenaga maksimal secara konstan. Efisiensi bahan bakarnya juga patut diacungi jempol. Ketika baterai telah terkuras hingga di bawah 25% dan mobil murni mengandalkan bensin dibantu regenerasi energi, konsumsi rata-ratanya sanggup mencapai 19,3 km/liter berdasarkan metode full-to-full. Melalui kolaborasi tangki bensin 51 liter dan baterai penuh, estimasi total jarak tempuh yang ditawarkan mendekati 1.100 km. Di sektor akselerasi, figur 0 hingga 100 km/jam diklaim tembus dalam 7,6 detik, melesat kencang untuk sebuah SUV bongsor sepanjang lebih dari 4,7 meter. Fleksibilitas Pengisian Daya dan Fitur Genset Berjalan Berbeda dengan mobil hybrid konvensional, lubang pengisian bahan bakar dan daya listrik terpisah di kiri dan kanan bodi kendaraan. Mobil ini telah mendukung fasilitas arus searah (DC Fast Charging) dengan kecepatan daya puncak 30 kW, sehingga pengecasan baterai dari 30% ke 80% hanya memerlukan waktu kurang dari 20 menit. Pengisian normal AC charging berdaya 6,6 kW memakan waktu kurang dari 3 jam hingga penuh. Keunikan lain adalah kehadiran mode Fuel Charging yang menjadikan Starray EMI bagaikan sebuah genset stasioner yang berjalan. Ketika mobil dalam kondisi diparkir (tuas transmisi di P), mesin bensin bisa dihidupkan untuk memasok daya ke dalam baterai listrik hingga kecepatan charging 3,5 kW. Daya yang terkumpul ini dapat didistribusikan keluar melalui sistem V2L (Vehicle to Load) hingga daya 6,6 kW untuk mengaktifkan perlengkapan elektronik rumah tangga hingga kompor listrik sewaktu camping, didukung oleh Camping Mode khusus pada sistem antarmukanya. Tersedia pula fitur Hold and Charge bertenaga presisi guna menahan porsi persentase baterai agar tidak habis selama berkendara di rute jarak jauh bebas hambatan. Desain Eksterior dan Interior Premium Garis desain Geely Starray EMI mengambil pendekatan yang sangat bernuansa Eropa. Tarikan bodi dari sisi 3/4 belakang memperlihatkan siluet yang amat identik dengan bahasa desain Porsche Macan, menghadirkan kesan mahal dan aristokrat meski ditebus di bawah Rp500 juta. Tampilan fasia depannya bernuansa minimalis aerodinamis berkat Daytime Running Light (DRL) full LED beraksen putus-putus yang melintang secara penuh. Nilai koefisien drag udaranya pun sukses ditekan ke angka rendah 0,28 Cd, disempurnakan dengan velg 18 inci bergaya lekukan aero. Suasana di dalam kabin jauh melampaui banderol harganya. Pengguna disuguhkan dasbor bergaya floating dengan head unit sentuh raksasa 15,4 inci beresolusi 2,5K yang ditenagai chip Snapdragon Dragon Eagle 17nm. Salah satu terobosan revolusioner adalah Universal Knob, tombol kenop fisik yang bisa dikustomisasi secara cerdas untuk mengatur volume, AC, hingga warna lampu. Di sektor hiburan, mobil ini dijejali sistem tata suara Fly Sound berjumlah 16 buah speaker, termasuk speaker individu yang dijahitkan tepat ke dalam headrest pengemudi, menawarkan pengalaman audio setara mobil miliaran rupiah. Kenyamanan, Akomodasi, dan Keamanan Paripurna Duduk di baris kedua sangat superior berkat dimensi sumbu roda ekstra panjang dan panoramic sunroof berukuran sangat besar yang memperluas ruang pandang. Aspek kepraktisan juga impresif dengan bagasi bervolume 528 liter dan konfigurasi lipat rata lantai 60:40. Untuk urusan mekanis, suspensi independen MacPherson Strut dan Multilink di belakang dikurasi amat empuk untuk melibas jalan rusak, meski akan terasa sedikit mengayun pada kecepatan tinggi di jalan tol bergelombang. Namun, sistem peredaman kabinnya (NVH) dieksekusi nyaris sempurna, dengan transisi mesin hibrida yang sangat halus dan minim getaran. Sektor keselamatan diadaptasi sepenuhnya dari DNA Volvo, di mana kendaraan ini telah merengkuh status keamanan bintang 5 Euro NCAP. Didukung enam kantung udara dan kamera 360 derajat dengan fitur transparan sasis 540 derajat, Starray EMI juga dilengkapi paket ADAS komprehensif. Teknologi Intelligent Cruise Control-nya mampu mempertahankan jarak secara stop and go serta menyesuaikan radius tikungan secara otonom. Bahkan, sistem ini dirancang responsif untuk melakukan intervensi darurat jika pengemudi terdeteksi lalai saat mode semi-otonom aktif. Kesimpulan Secara konklusif, meminang Geely Starray EMI pada segmentasi harga tak sampai Rp500 juta bukanlah sebuah tawaran biasa, melainkan disrupsi definisi nilai utilitas mewah (value for money) dalam sebuah lanskap pasar SUV tanah air. SUV elektrifikasi ini mengintegrasikan penghematan konsumsi pengeluaran biaya ala Full EV, balutan kemegahan ornamen Eropa, hingga penyematan fasilitas serba otomasi mutakhir masa depan. Entitas pendatang ini meretas status mutlak sebagai resep sempurna PHEV crossover urban paling dianjurkan di iklim otomotif masa kini. FAQ Geely Starray EMI Q: Geely Starray EMI itu mobil listrik atau hybrid? A: Geely Starray EMI adalah Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Artinya, mobil ini bisa berjalan menggunakan tenaga listrik murni seperti mobil listrik, tetapi tetap memiliki mesin bensin sebagai pendukung sekaligus sumber tenaga tambahan. Q: Berapa jarak tempuh listrik murninya? A: Dalam mode Pure (EV), jarak tempuh elektriknya diklaim 105 km. Dalam pengujian rute kombinasi, angka ini bahkan dapat menembus 109,8 km, tergolong sangat panjang untuk kelas PHEV. Q: Berapa konsumsi BBM saat baterai habis? A: Saat kapasitas baterai turun di bawah 25% dan mobil lebih banyak mengandalkan mesin bensin, konsumsi rata-ratanya dapat mencapai 19,3 km/liter berdasarkan metode full-to-full. Q: Berapa total jarak tempuh jika baterai dan bensin penuh? A: Dengan tangki 51 liter dan baterai terisi penuh, estimasi total jarak tempuhnya mendekati 1.100 km dalam kondisi ideal. Q: Berapa performa akselerasinya? A: Geely Starray EMI mampu berakselerasi dari 0–100 km/jam dalam waktu 7,6 detik, angka yang tergolong cepat untuk SUV dengan dimensi lebih dari 4,7 meter. Q: Apakah bisa fast charging? A: Ya. Mobil ini mendukung DC Fast Charging hingga 30 kW. Pengisian dari 30% ke 80% dapat dilakukan dalam waktu kurang dari 20 menit. Untuk AC charging 6,6 kW, pengisian penuh membutuhkan waktu kurang dari 3 jam. Q: Apa itu fitur Fuel Charging? A: Fuel Charging memungkinkan mesin bensin mengisi baterai saat mobil diparkir (tuas di posisi P). Sistem ini bekerja seperti genset berjalan dengan kecepatan pengisian sekitar 3,5 kW. Q: Apa fungsi fitur V2L pada Starray EMI? A: Fitur Vehicle to Load (V2L) memungkinkan mobil menyuplai listrik keluar hingga 6,6 kW untuk menghidupkan perangkat elektronik seperti peralatan rumah tangga atau perlengkapan camping. Q: Bagaimana sistem keselamatannya? A: Starray EMI telah meraih rating bintang 5 Euro NCAP. Fitur keselamatannya meliputi enam airbag, kamera 360 derajat dengan tampilan transparan 540 derajat, serta paket ADAS lengkap termasuk Automatic Emergency Braking dan Intelligent Cruise Control dengan fungsi stop and go. Q: Apa keunggulan utama dibanding SUV PHEV lain di kelasnya? A: Kombinasi jarak tempuh listrik lebih dari 100 km, efisiensi BBM hampir 20 km/liter saat baterai habis, fitur V2L, kabin premium dengan layar 15,4 inci, serta sistem audio 16 speaker menjadikannya sangat kompetitif di harga di bawah Rp500 juta. (YS) ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I
Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ...
833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ...
Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ...
Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ...