Penguasaan Pasar Isuzu Naik Saat Pandemi, Ini Rahasianya

Berita Otomotif

Penguasaan Pasar Isuzu Naik Saat Pandemi, Ini Rahasianya

JAKARTA – Pangsa pasar Isuzu di Indonesia mampu bertahan, bahkan naik tipis saat pandemi virus Corona (Covid-19). Ini disebut-sebut sebagai ‘buah’ dari strategi mereka menyasar para pengusaha di bisnis logistik sejak beberapa tahun lalu.

Pandemi, yang diketahui hadir di Indonesia sejak awal Maret, ikut mengobrak-abrik penjualan seluruh merek mobil baru. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan retail mobil baru Januari - Mei 2020 secara keseluruhan turun 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year) menjadi 260.716 unit, sedangkan penjualan wholesales mobil untuk semua merek turun 41 persen menjadi 248.310 unit.

Isuzu adalah salah satu yang ikut mengalami penurunan volume penjualan. Penjualan retail mereka drop 27,9 persen secara year on year, menjadi 6.792 unit.

Akan tetapi, dengan penurunan penjualan yang tidak sebesar penurunan pasar, penguasaan pasar Isuzu lantas naik dari 2,2 persen menjadi 2,6 persen. Isuzu menempati posisi ketujuh merek mobil terlaris di Indonesia jika melihat data Gaikindo.

Hal ini, menurut Attias Asril selaku General Manager Marketing Division PT. Isuzu Astra Motor Indonesia, turut dibantu oleh sektor bisnis yang menjadi incaran Isuzu. Sektor itu termasuk yang resisten terhadap gangguan pandemi.

“Sejalan dengan strategi kami sejak dua tahun lalu, kami fokus pada kendaraan-kendaraan untuk logistik. Jadi, walau dari dua tahun lalu pertambangan kembali tumbuh, kami fokus pada logistik dan transportasi karena ini bisnis yang relatif stabil. Jumlahnya memang tak selalu ekstrem, besar. Pada saat yang ekstrem ini terbukti, saat segmen bisnis lain mengalami perlambatan bahkan berhenti, logistik tidak,” papar Attias dalam diskusi virtual Forum Wartawan Otomotif (Forwot) pada Jumat (26/6/2020).

Secara lebih mendetail, Attias menjelaskan bahwa semua model kendaraan niaga Isuzu juga mengalami penguatan pangsa pasar di segmen masing-masing. Alasannya sama, yaitu penurunan volume penjualan model Isuzu yang tak sedalam penurunan total penjualan seluruh model di segmen tersebut.

Penjualan Isuzu Elf di segmen truk ringan (Light Duty Truck/LDT) turun 29,8 persen year on year menjadi 3.653 unit. Pangsa pasarnya malah naik 1,5 persen dari 21 persen menjadi 22,5 persen.

Transaksi jual-beli Isuzu Giga di segmen truk menengah (Medium Duty Truck/MDT) drop 45,4 persen, menjadi 701 unit. Namun, pangsa pasarnya menguat 3,6 persen dari 12 persen menjadi 15,5 persen.

Terakhir, permintaan Isuzu Traga sebagai pikap medium (Cab Over) drop 9,6 persen menjadi 1.865 unit. Akan tetapi, pangsa pasarnya menguat 9,8 persen menjadi 24,8 persen.

“Pangsa pasar kami naik karena fokus pada segmen bisnis yang tepat,” tegas Attias.

Tahun ini, saat pandemi masih terjadi, Isuzu akan tetap menyeriusi sektor logistik. Menurut Attias, kendaraan logistik akan dibutuhkan untuk usaha-usaha retail, food and beverages, maupun e-commerce yang terus berputar di tengah Corona. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama

All-new Yaris 2020 Kian Canggih

All-new Yaris 2020 Kian Canggih

Video
All-new Toyota Yaris 2020 semakin canggih. Salah satu teknologi atau fitur generasi keempat Yaris ini adalah bisa parkir sendiri. Harga Yaris 2020 ...

Komentar