Beda dengan Merek Mobil China Lain, Jetour Mau Fokus Dulu Jual PHEV dan Bukan EV

Mobil Listrik

Beda dengan Merek Mobil China Lain, Jetour Mau Fokus Dulu Jual PHEV dan Bukan EV

TANGERANG – Jika merek mobil China pada umumnya ‘membombardir’ pasar Indonesia dengan mobil listrik (electric vehicle/EV), Jetour justru lebih memilih untuk menggarap segmen mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) terlebih dahulu.

Jetour T2 i-DM menjadi model berteknologi elektrifikasi pertama dari jenama tersebut yang dipastikan bakal meluncur di Indonesia, dengan estimasi harga Rp838 juta OTR (on the road) Jakarta. SUV boxy yang rencananya mengaspal pada semester dua 2026 itu berteknologi PHEV.

Sales Director PT Jetour Motor Indonesia Michael Budihardja mengakui segmen kendaraan elektrifikasi yang sedang menjadi tren sekarang adalah mobil listrik murni alias BEV, berkat beragam insentif dari pemerintah. Akan tetapi, Jetour memilih untuk mengembangkan pasar mobil PHEV.

Jetour T2 PHEV Michael mengakui salah satu alasannya ialah pasar mobil listrik Indonesia yang sekarang sedang penuh sesak oleh sesama merek mobil China, dengan persaingan ketat plus terjadinya ‘perang harga’. Jetour, tukasnya, memang tidak mau ikut terjun dalam ‘perang harga’ yang saat ini sangat ‘panas’.

“Terlalu banyak model juga akan membuat konsumen bingung. Jadi, mungkin, itu salah satu hal yang membuat kami juga masih menahan (meluncurkan mobil listrik) sampai sekarang,” ucap dia dalam sesi wawancara eksklusif dalam GJAW (Gaikindo Jakarta Auto Week) 2025 yang berlangsung 21-30 November 2025 kemarin di ICE BSD, Tangerang, Banten.

Sub-brand dari Chery itu sebenarnya sudah memperkenalkan dua mobil listrik, Jetour X20e dan Jetour X50e, pada dua kesempatan berbeda di Indonesia.

Namun, Michael merasa saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk ‘menerjunkannya’ secara resmi ke pasar karena Jetour baru sekitar satu tahun ada di Indonesia dan perlu mempersiapkan beragam hal terlebih dahulu.

Jetour T2 PHEV “Untuk meyakinkan konsumen beli EV, merek sebelahnya saja tak segampang itu. Ada yang harus dikorbankan. Apakah ini saat yang tepat? Kami belum memutuskan kapan EV kami masuk sampai sekarang. Masih terus kami godok untuk melihat kapan bisa masuk,” lontar Michael.

Mobil PHEV, terangnya lagi, juga terasa lebih pas untuk dijual di berbagai daerah karena tidak terlalu tergantung dengan infrastruktur SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik).

Selain itu, kombinasi mesin konvensional, baterai listrik berkapasitas cukup besar, dan motor penggerak tak hanya berdampak pada efisiensi BBM (bahan bakar minyak) tapi juga performa kendaraan.

Alasan terakhir adalah Jetour T2 i-DM, nilai Michael, menawarkan sesuatu yang berbeda ketimbang mobil-mobil PHEV lain yang sejauh ini sudah dibawa ke Indonesia.

“Kami melihat bahwa dengan SUV Jetour T2 yang berdesain kokoh plus ada PHEV, itu merupakan penawaran penawaran kami atau keunikan kami yang ditawarkan kepada konsumen Indonesia,” tandasnya. [Xan]



Insan Akbar

Insan Akbar

Reporter

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

app-icon
app-icon
app-icon
Lihat Mobil Impian Anda di Aplikasi
Unduh Aplikasi Sekarang