7 Langkah Pertamina Hadapi Arus Balik 2016

Berita Otomotif

7 Langkah Pertamina Hadapi Arus Balik 2016

JAKARTA – Saat arus mudik pekan lalu, banyak mobil yang harus antri berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Bahkan, saat hendak membeli bensin, jumlahnya harus dibatasi.

Melihat tersebut, PT Pertamina telah melakukan beberapa langkah agar pasokan BBM berjalan lancar. Pertama, penambahan armada mobil tangki BBM berikut awak mobil tangki sebanyak 25 pasangan untuk dapat secara bergantian beroperasi 24 jam.

Kedua, penambahan jumlah petugas operasional TBBM, termasuk petugas lapangan, pemantauan stok, dan kondisi lalu lintas.

Ketiga, penambahan cadangan BBM berbagai jenis di SPBU hingga maksimal. Keempat, penambahan volume Pertamax Series kemasan hingga lebih dari 55 KL serta menyiapkan pengisian ulang sedekat mungkin dengan titik-titik pasokan atau penjualan sebanyak 13 titik kiosk  Pertamax di Pantura dan jalur Selatan.

Kelima, penambahan portable tank operation (PTO) sebagai "SPBU Mobile" yang berisi 6000 liter, 10.000 liter dan 16.000 liter Pertamax, baik di rest area Jakarta Cikampek KM 49-50 maupun standby di bahu jalan tol Brebes dan Cikampek dengan pengawalan kepolisian. Keenam, penambahan mobil pick up dan pasukan motor untuk antaran BBM.

Ketujuh, penambahan kekuatan personel untuk pengawalan distribusi BBM dari TBBM menuju SPBU, termasuk penjagaan dan pengaturan di SPBU, seperti mencegah pedagang eceran BBM liar. Sebagai tambahan layanan kepada masyarakat, Pertamina menyiapkan minuman & makanan ringan Bright gratis sebanyak 4200 paket di beberapa titik di Jawa Tengah hingga hari ini.

Berdasarkan pantauan kondisi pasokan dan stok BBM hingga hari ke-19 masa Satgas Lebaran 2016 Pertamina, atau pukul 00.00 WIB tanggal 10 Juli 2016, dilaporkan kondisi pasokan secara umum berjalan lancar dan aman. Rata-rata stok BBM berada di atas 20 hari, dengan rincian Premium 20 hari, Biosolar 30 hari, Pertamax 23 hari, Pertalite 13 hari.

Adapun, realisasi penyaluran BBM menunjukkan trend peningkatan kembali sejak H+2 lebaran. Premium pada periode hari ke-19 Satgas Lebaran 2016 Pertamina rata-rata mencapai 92% dari rata-rata normal sebesar 70.566 KL per hari. Penyaluran Biosolar pada periode yang sama mencapai 82% dari rata-rata normal 35.319 KL per hari, di mana dalam tujuh hari terakhir realisasi penyaluran Solar selalu di bawah 50% dari rata-rata normal menyusul tidak beroperasinya angkutan barang, kecuali truk sembako dan BBM.

Berbeda dengan kedua jenis BBM tersebut, Pertalite dan Pertamax justru terus berada di atas proyeksi. Rata-rata realisasi penyaluran Pertalite hingga tanggal 10 Juli 2016 pukul 00.00 WIB mencapai 140% dari rata-rata harian normal 10.063 KL per hari.

Untuk Pertamax, realisasinya mencapai rata-rata 130% terhadap rata-rata harian normal 11.257 KL per hari. Adapun Avtur untuk angkutan udara mencapai rata-rata 101% di atas rata-rata harian normalnya sekitar 13.000 KL per hari. [Adi/Ikh/Idr]

Temukan mobil idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter

 

 



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support