Pertama Kalinya dalam Sejarah, Penjualan Mobil di Malaysia Melebihi Indonesia!

Berita Otomotif

JAKARTA – Penjualan mobil di Malaysia melebihi Indonesia pada kuartal kedua 2025, di tengah penurunan pasar Asia Tenggara (ASEAN). Ini tidak pernah terjadi sebelumnya.

Penjualan mobil di lima pasar terbesar ASEAN pada kuartal kedua 2025, seperti dilaporkan Nikkei Asia Review belum lama ini, mencapai 707.055 unit. Angkanya turun 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy) serta 2 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Jika dikomparasi dengan penjualan kuartalan tertinggi di ASEAN yakni 920.075 unit pada kuartal keempat 2022, penurunannya menjadi 23 persen.

Menariknya, pada kuartal kedua 2025, terjadi perubahan pemuncak klasemen di ASEAN. Indonesia untuk pertama kalinya tidak lagi menjadi pasar mobil terbanyak di region ini karena ‘takhta’ itu sudah direbut oleh Malaysia.

Malaysia membukukan penjualan mobil sebanyak 183.366 unit selama April-Juni 2025, hanya turun 1 persen yoy. Adapun transaksi jual-beli mobil di Indonesia ‘terjun’ lebih dalam yakni 12 persen, menjadi 169.578 unit.

Di Malaysia, dua merek mobil nasional yakni Perodua serta Proton menjadi ‘raja di rumah sendiri’, dengan kontribusi 63 persen terhadap penjualan dari Januari-Juni 2025. Sebagai informasi, Perodua adalah joint venture antara perusahaan lokal dengan Daihatsu di Malaysia. Adapun 49,9 persen saham Proton dimiliki oleh raksasa otomotif China Geely.

Namun, pemerintah Malaysia mengategorikan keduanya sebagai pabrikan otomotif nasional dan menghadiahkan insentif karena dianggap berperan terhadap tumbuh-kembang industri dalam negeri.

Di tengah kondisi pasar mobil Malaysia yang terbilang masih cukup stabil, pasar mobil Indonesia malah drop.

Menurut Ekonom Bank Danamon Hosianna Situmorang, lesunya permintaan mobil di Indonesia utamanya dipicu oleh pelemahan daya beli di kalangan kelas menengah plus pengetatan pembiayaan kredit kendaraan bermotor (KKB).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), porsi kelas menengah Indonesia berkurang dari 21,4 persen (267 juta penduduk) pada 2019 menjadi 17,1 persen (289 juta penduduk) pada 2024. Dampaknya terasa tak hanya pada pasar mobil tapi juga beragam sektor bisnis lain.

“Penurunan penjualan mobil saat ini sangat hebat,” tambah eksekutif salah satu pabrikan otomotif di Indonesia yang meminta namanya dirahasiakan.

Menurut eksekutif itu, penyebab mengecilnya penjualan mobil di Indonesia antara lain juga dipengaruhi pelemahan ekonomi di China. Padahal, Indonesia masih cukup banyak bergantung pada ‘Negeri Tirai Bambu’.

Kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto, lanjutnya, juga lebih fokus ke program-program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), alih-alih regulasi yang mendukung sektor bisnis dan mampu mendorong perekonomian serta meningkatkan pendapatan masyarakat. [Xan]

Tag Terkait

penjualan mobil 2025 penjualan mobil Indonesia 2025 penjualan mobil Indonesia Juni 2025

Author

Berita Utama

Berita Populer

Lihat semua »