Kapan Subsidi Mobil Hybrid dan Mobil Listrik Diberikan? Ini Kata Pemerintah

Berita Otomotif

JAKARTA – Pemerintah segera membuat rapat terkait subsidi bagi motor listrik maupun beragam teknologi mobil listrik pada Januari 2023. Lalu, kapan insentif tersebut mulai diberikan?

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan pemerintah perlu terlebih dahulu mendiskusikan formula subsidi untuk kendaraan listrik. Setelah itu, mereka akan membawanya ke hadapan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Saya bisa kasih ancar-ancar, rapat pertama pada 2023 soal insentif (subsidi motor listrik dan mobil listrik) barangkali pada pekan-pekan awal Januari. Itu akan dikoordinasikan oleh Pak Menteri Koordinator Perekonomian (Airlangga Hartarto),” ucap dia dalam Jumpa Pers Akhir 2022 dan Seminar Outlook Industri 2023, Selasa (27/12/2022) kemarin di Jakarta.

Sekadar mengingatkan, Agus pada pertengahan Desember kemarin mengumumkan rencana pemberian subsidi bagi motor listrik, mobil hybrid, maupun mobil listrik murni (battery electric vehicle/BEV).

67264-wuling-air-ev-di-giias-2022-tampak-samping.jpg

Motor listrik baru diproyeksikan mendapat subsidi Rp8 juta, sedangkan motor listrik konversi Rp5 juta. Mobil hybrid diproyeksikan mendapat Rp40 juta.

Mobil listrik murni, di sisi lain, mendapat Rp80 juta. Satu syarat yang sudah dipastikan adalah merek kendaraan listrik terkait mesti memiliki pabrik di Indonesia.

Lebih lanjut, Agus berbicara jujur bahwa pemerintah belum memiliki time frame (kerangka waktu) penerapan subsidi kendaraan listrik. Pemerintah pun perlu mendapatkan persetujuan dari DPR terlebih dahulu.

“Salah satu kuncinya adalah pembicaraan dengan DPR karena ini menyangkut atau berkaitan dengan anggaran. Anggaran 2023 sudah diketok, sehingga nanti kami harus berbicara dengan DPR mengenai bagaimana kami bisa menyisir yang berkaitan dengan kebutuhan anggaran. Tentu, nanti basisnya juga kekuatan fiskal,” papar dia.

“Kalau bisa lebih cepat dari Juni, why not (kenapa tidak)? Tapi, intinya time frame belum ada,” imbuhnya lagi.

Agus menyadari para peminat mobil listrik di pasar kini menahan pembelian demi menunggu subsidi resmi turun. Meski begitu, ia yakin penantian para pabrikan otomotif sepadan dengan peningkatan penjualan pascapenerapan insentif baru tersebut.

“Saya juga baru tadi pagi pulang dari (acara) Hyundai. Saya sampaikan ke mereka, sekali kami keluarkan insentif, kalian akan panen luar biasa. Ini sama dengan ketika insentif PPnBM akan kita keluarkan dan kami umumkan dulu, pasar menahan pembelian. Itu juga kami lihat. Itu bagian dari tes pasar,” aku Agus menyinggung ‘diskon’ Pajak Penjualan Barang Mewah pada 2021 dan 2022 untuk memacu penjualan mobil baru di tengah pandemi Covid-19.

Pemerintah sendiri sebelum ini sudah menerbitkan beragam insentif fiskal maupun non-fiskal untuk kendaraan listrik.

Beberapa contohnya adalah uang muka ringan hingga 0 persen serta tarif PPnBM spesial bagi mobil mild hybrid, hybrid, plug-in hybrid (PHEV), mobil listrik murni, dan mobil hidrogen. [Xan]

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<<

Tag Terkait

berita news subsidi motor listrik subsidi mobil hybrid subsidi mobil listrik

Author

Berita Utama

Berita Populer

Lihat semua »