Dua Bulan Jelang Tutup Tahun, Impor Mobil di Indonesia Melonjak 66 Persen
Berita OtomotifJAKARTA – Impor mobil unit utuh (completely built up/CBU) di Indonesia terus menunjukkan kenaikan. Selama 10 bulan pada 2025, impor mobil CBU sudah naik lebih dari 66 persen.
Data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) menunjukkan, impor mobil CBU selama Januari-Oktober 2025 sudah mencapai 135.581 unit. Volumenya meroket 66,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year), dari 81.498 unit.
Jumlah impor mobil CBU mengalami tren kenaikan setelah pemerintah memberikan insentif mobil listrik impor, dengan syarat komitmen perakitan lokal dengan skala 1:1 (satu unit yang mendapatkan insentif harus disusul dengan satu unit rakitan lokal.
Insentif mobil listrik CBU berlaku sejak Februari 2024 sampai dengan Desember 2025. Sepanjang Januari-Desember 2024, impor mobil secara total langsung naik 9,1 persen year on year, dari 88.915 unit menjadi 97.010 unit.
Jika tak ada perubahan, insentif mobil listrik impor direncanakan berakhir pada 31 Desember 2025. Mulai 2026, semua merek yang mendapatkan keistimewaan dari pemerintah tersebut harus mulai melakukan perakitan lokal jika ingin uang garansi mereka dikembalikan oleh regulator.
Adapun merek-merek yang mendapatkan insentif mobil listrik impor ialah BYD dan Denza (PT BYD Motor Indonesia); Citroen, GAC Aion, Maxus, VW (PT National Assemblers); VinFast (PT VinFast Automobile Indonesia); XPeng (PT Era Industri Otomotif); GWM, Ora (PT Inchcape Indomobil Energi Baru.
10 Merek Mobil yang Paling Banyak Mengimpor CBU Januari-Oktober 2025
Berikut adalah daftar 10 merek mobil yang paling banyak melakukan impor CBU dari Januari-Oktober 2025, menilik data Gaikindo:
- BYD 4915 unit
- Toyota 28.586 unit
- VinFast 16.870 unit
- Mitsubishi Motors 10.538 unit
- Denza 9.067 unit
- Suzuki 083 unit
- GAC Aion 4.822 unit
- Mazda 2.571 unit
- Hyundai 1.934 unit
- Geely 1.800 unit
Seperti bisa dilihat, BYD adalah merek yang paling terdorong penjualan maupun impor mobil CBU-nya dengan adanya insentif dari pemerintah. Penjualan retail BYD Januari-Oktober 2025 sendiri mencapai 31.046 unit dan mereka menempati merek mobil terlaris keenam di Indonesia pada periode itu. [Xan]