Ssstt… Hyundai Masih Punya 3 Mobil Baru pada 2024, Ini Bocorannya!
Berita OtomotifJAKARTA – Hyundai belum selesai meluncurkan mobil baru di Indonesia pada 2024. Masih ada beberapa model lagi yang akan mereka rilis.
Selama Januari-Juli 2024, Hyundai sudah merilis lima model baru. Daftarnya terdiri dari Hyundai Ioniq 5 Batik Edition, Hyundai Creta Alpha, Hyundai Palisade XRT, All New Hyundai Kona Electric, Hyundai Ioniq 5 N.
Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto memastikan bahwa pihaknya masih punya cukup banyak ‘amunisi’ model baru yang akan dilepas bertahap pada sisa lima bulan ke depan. Hyundai akan melampaui rencana peluncuran enam mobil baru yang mereka buat pada awal 2024 yakni enam model.
“Kami akan ada tiga produk baru yang akan meluncur. Jadi, walaupun waktunya mepet, kami tetap berkomitmen karena pasar sekarang sedang turun. Salah satu strategi Hyundai adalah memperkenalkan produk-produk baru supaya orang yang tadinya menahan pembelian bisa tertarik untuk membeli kendaraan,” ungkap dia dalam Media Gathering pada akhir pekan lalu di Jakarta.
Soerjo memang tidak mengungkapkan identitas dari ketiga mobil baru Hyundai yang siap mengaspal pada rentang Agustus—Desember 2024. Meski demikian, ia memberikan sekelumit petunjuk mengenai model-model itu.
Pertama, menurut Soerjo, model-model itu terdiri dari kendaraan bermesin konvensional, mobil hybrid, dan juga mobil listrik murni. Kedua, ada yang nantinya dirakit secara lokal di pabrik Hyundai Cikarang, Bekasi, tapi ada pula yang kelak diimpor utuh dari luar negeri.
Petunjuk ketiga dari Soerjo, dua model di antaranya kemungkinan berjenis sport utility vehicle (SUV). Bocoran terakhir, segmen dari ketiga model baru Hyundai yang diperkenalkan sepanjang lima bulan ke depan ialah menengah ke atas.
Pasalnya, mantan eksekutif Toyota Indonesia tersebut melihat kalau daya beli kelas menengah ke bawah sedang sangat melemah. Kelas menengah ke atas, di sisi lain, cenderung menahan pembelian karena kondisi ekonomi tapi masih mau merogoh kocek asalkan ada kendaraan yang mereka minati.
“Kita lihat sekarang kelas menengah itu punya uang. Tapi, karena suku bunga kredit besar, bunga besar, ya, mereka menaruh uangnya misalnya di obligasi seperti Surat Utang Negara (SUN). Kalau enggak ada produk yang menarik, mereka enggak akan beli,” pungkas Soerjo.
Ia mengambil contoh respons masyarakat kelas menengah ke atas terhadap Ioniq 5 N seharga Rp1,3 miliar on the road (OTR) Jakarta yang meluncur dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 pada Juli kemarin.
“Masa, dalam waktu beberapa jam, sudah ada 18 SPK (Surat Pemesanan Kendaraan). Kemudian 20-an SPK. Kemudian, terakhir, ditutup dengan 130 SPK. Berarti, kan, masyarakat Indonesia memang punya uang. Tinggal tergantung produknya ada atau enggak,” nilai Soerjo. [Xan]