Pemerintah Bersiap Kasih Insentif PPnBM dan PPN lagi untuk Mobil Baru pada 2025

Berita Otomotif

JAKARTA – Pemerintah mewacanakan beragam insentif lagi untuk pasar mobil baru pada 2025, mirip seperti saat pandemi Covid-19. Insentif-insentif itu diindikasikan tak hanya untuk mobil listrik murni, tapi juga bagi mobil hybrid hingga mobil konvensional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita membeberkan pemerintah sedang mendiskusikan insentif maupun stimulus untuk sektor-sektor industri. Salah satu contoh yang ia kemukakan adalah insentif bagi industri otomotif.

Pada 2025, menurut Agus, pemerintah berencana mengucurkan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) plus Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN-DTP). Mobil baru yang mengusung teknologi konvensional hingga elektrifikasi terindikasi bakal menikmatinya.

“Kami lakukan bukan hanya untuk mobil listrik. Tapi, kami juga akan mengupayakan untuk mobil-mobil di luar listrik seperti hybrid dan sebagainya. Itu kemarin sudah kami bicarakan,” ungkap dia ketika hadir dalam Industrial Fest 2024 pada Kamis (5/12/2024) di Jakarta, seperti dikutip dari kantor berita Antara.

Sekadar informasi, pada masa pandemi Covid-19, pemerintah pun ‘menghadiahkan’ berbagai sektor industri dengan banyak insentif.

Bagi pasar otomotif, contohnya, terdapat relaksasi PPnBM untuk mobil-mobil rakitan lokal dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang tinggi. Sementara itu, insentif PPN DTP diberikan pada 2024 tapi hanya bagi mobil listrik murni rakitan dalam negeri dengan TKDN 40 persen ke atas.

Pada kesempatan berbeda, Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara memberi contoh kalau paket insentif pada masa pandemi Covid-19, seandainya diteruskan, bisa mengangkat penjualan. Ia merujuk pada studi kasus pasar Malaysia tahun lalu.

“Thailand yang biasanya pasar mobil nomor dua di ASEAN (Asia Tenggara) kini disalip oleh Malaysia. Pemerintah mereka mempertahankan kebijakan pada masa pandemi. Insentif-insentifnya dipertahankan, kalau kata MAA (Malaysia Automotive Association) saat berdiskusi dengan kami,” tukas Kukuh dalam Focus Group Discussion ‘Mengakhiri Era 1 Million Trap, Menyongsong Era Rendah Emisi’ pada Kamis (4/12/2024) di Jakarta.

Pasar otomotif di Tanah Air kini sedang menghadapi penurunan daya beli yang membuat penjualan mobil drop. Menilik data Gaikindo, penjualan mobil secara retail dari Januari-Oktober 2024 hanya 730.637 unit atau turun 11,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).

Target penjualan mobil tahun ini pun direvisi dari 1,1 juta unit menjadi 850 ribu unit saja.

Pada 2025, pasar mobil dihadapkan pada tantangan-tantangan seperti kenaikan PPN 12 persen maupun aturan opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang membuat pemerintah daerah tingkat kabupaten/kota bisa memungut BBNKB pula dari setiap mobil yang terjual.

Gaikindo sendiri sudah mengumumkan bahwa pihaknya untuk sementara memasang target penjualan mobil 1 juta unit pada 2025. [Xan]

Tag Terkait

insentif mobil 2025 insentif mobil hybrid 2025

Author

Berita Utama

Berita Populer

Lihat semua »