Neta Akui Terlilit Utang dan Kesulitan Bersaing, Nasib Bisnis di Indonesia Bagaimana?
Mobil ListrikSHANGHAI – Prinsipal Neta di China mengumumkan adanya restrukturisasi, sebagai usaha menyelamatkan diri dari krisis utang serta tantangan bisnis yang mereka hadapi. Neta juga menjelaskan rencana mereka terkait bisnis di luar negeri selama proses restrukturisasi.
Beberapa bulan terakhir beredar kabar Neta terlilit utang, menutup pabrik sementara di China, merelokasi lokasi kantor di Shanghai, hingga terancam bangkrut. Perusahaan induk Neta, Hozon New Energy Automobile Co., Ltd, akhirnya buka suara dan mengakui mereka memang sedang menghadapi ‘rintangan berkala’.
Adapun penyebabnya ialah penurunan penjualan akibat persaingan ketat di pasar kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV), beban utang, ditambah masalah pada rantai pasok yang berujung pada kesulitan operasional.
“Namun, sebagai merek yang pernah menduduki puncak tangga penjualan di antara kekuatan baru dengan penjualan tahunan sebesar 152.000 kendaraan, Hozon New Energy masih memiliki akumulasi teknologi inti dan nilai pasar,” aku mereka dalam keterangan resmi prinsipal Neta pada Kamis (12/6/2025).
Prinsipal Neta pun menginisiasi proses restrukturisasi mulai 12 Juni 2025 sebagai tindakan penyelamatan diri yang aktif. Misi mereka ialah menyelesaikan krisis utang melalui prosedur hukum, memperkenalkan sumber daya strategis, mengoptimalkan sistem manajemen, membuka jalur baru untuk pembangunan berkelanjutan perusahaan.
Neta akan memastikan kelangsungan aktivitas produksi, menstabilkan pengiriman, melindungi hak maupun kepentingan. Korporasi bakal direvitalisasi melalui optimalisasi utang, perbaikan manajemen, suntikan modal.
“Kami memahami bahwa pilihan ini memengaruhi setiap mitra, karyawan, dan pemilik mobil,” tandasnya.
Restrukturisasi merek mobil listrik Neta berfokus pada empat elemen inti yaitu kepemimpinan yang jelas untuk memastikan prosedural yang adil, memperkenalkan tim investasi strategis dan likuidator, operasional bisnis domestik dan internasional berkelanjutan, melindungi hak plus kepentingan pemilik mobil.
Terkait pasar domestik China, pabrik Tongxiang diproyeksikan kembali secara bertahap selama enam bulan ke depan. Fokusnya adalah jaminan pengiriman pesanan yang ada, juga sistem dealer yang akan memastikan transisi yang stabil melalui pertukaran utang dengan ekuitas dan dukungan finansial.
“Bisnis luar negeri tidak terpengaruh. Perjanjian jaminan telah ditandatangani untuk kerja sama dengan diler luar negeri dan pasokan suku cadang, dan jaringan layanan purna jual beroperasi penuh. Dukungan purnajual, peningkatan OTA, dan pasokan aksesori untuk semua model Neta akan diprioritaskan, dan sistem kendaraan serta layanan aplikasi akan tetap beroperasi normal,” papar mereka perihal bisnis di luar China. [Xan]