Ducati DesertX V2 Hadir dengan Mesin Non-Desmo dan EBC, Apa Keunggulannya?

Panduan Pembeli

Ducati dikenal sebagai salah satu pabrikan sepeda motor yang identik dengan teknologi desmodromic valve atau sistem klep Desmo. Teknologi ini bahkan telah menjadi bagian penting dari identitas Ducati selama puluhan tahun, baik di lintasan balap maupun motor produksi massal. Namun, Ducati membuat keputusan yang cukup mengejutkan saat meluncurkan DesertX V2. Motor adventure terbaru tersebut tidak lagi menggunakan sistem klep desmodromik dan beralih ke sistem pegas katup konvensional atau coil spring. 

Di saat yang sama, Ducati juga memperkenalkan sejumlah teknologi elektronik baru yang dirancang khusus untuk kebutuhan petualangan, salah satunya Engine Brake Control (EBC).

Kedua perubahan ini menunjukkan bagaimana Ducati mulai menyesuaikan karakter produknya dengan kebutuhan pengendara adventure modern yang mengutamakan keandalan, kemudahan perawatan, dan keselamatan saat melintasi medan ekstrem.

Mengapa Ducati Meninggalkan Sistem Desmodromik?

Bagi para penggemar Ducati, sistem desmodromik bukan sekadar teknologi mesin biasa. Sistem ini memungkinkan katup mesin dibuka dan ditutup secara mekanis tanpa bergantung sepenuhnya pada pegas katup. Hasilnya adalah performa tinggi yang sangat cocok digunakan pada motor sport dan motor balap.

Meski memiliki banyak keunggulan, sistem Desmo juga membutuhkan prosedur perawatan yang lebih kompleks dibandingkan mesin dengan pegas katup konvensional. Inilah yang menjadi salah satu pertimbangan utama Ducati saat mengembangkan DesertX V2.

Menurut Dito Mulyawadi, Director of After Sales Ducati Indonesia, keputusan meninggalkan sistem desmodromik pada DesertX V2 didasarkan pada kebutuhan para pengguna motor adventure yang kerap melakukan perjalanan jarak jauh.

“Kalau melihat sejarah Ducati, dulu hampir semua mesinnya menggunakan sistem desmodromik. Namun seiring waktu kami melihat pengguna Multistrada maupun DesertX sering melakukan touring jarak jauh hingga ke daerah-daerah terpencil. Di lokasi seperti itu, cukup sulit menemukan bengkel yang mampu melakukan Desmo Service. Karena itulah Ducati memutuskan menggunakan sistem katup konvensional pada lini motor adventure dan touring jarak jauhnya,” ujar Dito.

Ia menjelaskan, motor seperti DesertX memang dirancang untuk menjelajahi wilayah terpencil yang jauh dari jaringan bengkel resmi. Tidak sedikit pengguna yang melakukan perjalanan lintas pulau, lintas negara, hingga memasuki daerah yang sulit dijangkau. Dengan penggunaan sistem katup konvensional, perawatan menjadi lebih praktis dan interval servis dapat dibuat lebih panjang sehingga lebih sesuai dengan karakter penggunaan motor adventure.

Dalam kondisi tersebut, menemukan bengkel yang mampu melakukan penyetelan atau pemeriksaan sistem Desmodromic tentu bukan perkara mudah. Karena alasan itulah Ducati memutuskan menggunakan sistem coil spring pada mesin V2 890 cc terbaru yang dipakai DesertX V2.

Langkah tersebut bukan berarti Ducati meninggalkan DNA performanya. Sebaliknya, perubahan ini justru bertujuan meningkatkan kepraktisan dan keandalan motor untuk penggunaan jarak jauh.

Interval Servis Jauh Lebih Panjang

Salah satu keuntungan terbesar dari penggunaan sistem pegas katup konvensional adalah interval perawatan yang menjadi jauh lebih panjang.

Pada Ducati DesertX V2, pemeriksaan celah katup baru diperlukan setiap 45.000 kilometer. Sementara penggantian oli cukup dilakukan setiap 15.000 kilometer atau dua tahun sekali.

Angka tersebut tergolong sangat impresif untuk sebuah motor adventure premium berperforma tinggi. Dengan interval servis yang lebih panjang, pemilik tidak perlu terlalu sering mengunjungi bengkel saat melakukan perjalanan lintas daerah maupun ekspedisi jarak jauh.

Selain meningkatkan kenyamanan penggunaan, biaya kepemilikan dalam jangka panjang juga menjadi lebih efisien. Hal ini menjadi nilai tambah penting bagi para petualang yang mengutamakan keandalan motor saat berada jauh dari pusat kota.

Tetap Bertenaga dengan Mesin V2 890 Cc

Meski meninggalkan sistem Desmo, Ducati memastikan DesertX V2 tetap menawarkan performa yang sejalan dengan reputasi merek asal Bologna tersebut. Mesin V2 berkapasitas 890 cc yang digunakan mampu menghasilkan tenaga hingga 110 hp dan torsi maksimum 92 Nm. Karakter tenaganya dirancang agar lebih mudah dikendalikan saat melewati berbagai kondisi jalan, mulai dari aspal mulus hingga jalur tanah yang penuh tantangan.

Kombinasi performa tinggi dan kebutuhan perawatan yang lebih sederhana membuat DesertX V2 menjadi salah satu motor adventure paling menarik di kelasnya.

Engine Brake Control, Penyelamat Saat Menuruni Lereng Curam

Selain perubahan pada mesin, Ducati juga memberikan perhatian besar pada sektor elektronik. Salah satu fitur yang paling menarik perhatian adalah Engine Brake Control atau EBC.
Fitur ini mungkin belum sepopuler ABS atau Traction Control, tetapi perannya sangat penting terutama saat motor digunakan di medan off-road.

Ketika melintasi jalur tanah, pasir, batu, atau turunan ekstrem, banyak pengendara memilih menonaktifkan ABS dan Traction Control agar roda dapat bekerja lebih bebas mengikuti kontur medan.

Masalahnya, ketika kedua sistem tersebut dimatikan, risiko kehilangan kontrol saat menuruni lereng curam menjadi lebih besar. Di sinilah Engine Brake Control mengambil peran penting.

Cara Kerja Engine Brake Control

Secara sederhana, EBC mengatur efek pengereman mesin agar tetap ideal saat pengendara menutup gas. Sistem ini membantu menjaga kestabilan roda belakang dan mengontrol deselerasi motor ketika meluncur menuruni bukit atau jalur berbatu.

Fitur ini sangat berguna saat menghadapi medan ekstrem seperti turunan berpasir dengan kemiringan tinggi atau jalur menuju dasar sungai yang licin.

Dalam kondisi tersebut, EBC membantu pengendara mengendalikan laju motor secara lebih halus tanpa harus terlalu bergantung pada rem utama.

Ducati bahkan menyediakan tiga tingkat pengaturan EBC yang dapat disesuaikan dengan karakter medan maupun gaya berkendara masing-masing pengendara.

Membantu Pengendara Tetap Percaya Diri

Keunggulan lain dari EBC adalah kemampuannya menjaga traksi roda saat proses deselerasi berlangsung. Pengendara tetap dapat mengontrol kecepatan motor secara presisi sehingga risiko roda tergelincir atau kehilangan kendali dapat diminimalkan.

Bagi penggemar adventure yang sering menjelajahi daerah pegunungan, jalur hutan, atau kawasan berbatu, fitur ini menjadi perlengkapan keselamatan yang sangat berharga.
Tak berlebihan jika EBC disebut sebagai salah satu teknologi yang paling berguna pada DesertX V2, terutama ketika motor digunakan sesuai habitat aslinya sebagai penjelajah medan berat.

Ducati DesertX V2 Semakin Siap untuk Petualangan

Melalui DesertX V2, Ducati menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu berarti mengejar performa tertinggi. Dalam dunia adventure, keandalan, kemudahan perawatan, dan keselamatan seringkali menjadi faktor yang lebih penting.

Keputusan meninggalkan sistem klep Desmodromik demi interval servis yang lebih panjang serta hadirnya Engine Brake Control sebagai pendamping di medan ekstrem membuktikan bahwa Ducati mendengarkan kebutuhan para penggunanya.

Hasilnya adalah sebuah motor adventure premium yang tidak hanya cepat dan bertenaga, tetapi juga lebih praktis, lebih aman, dan lebih siap diajak menjelajah hingga ke wilayah-wilayah paling terpencil.

FAQ Ducati DesertX V2


Q: Mengapa Ducati DesertX V2 tidak lagi menggunakan sistem klep Desmodromik?

A: Ducati mengganti sistem Desmodromik dengan pegas katup konvensional (coil spring) untuk meningkatkan kepraktisan dan kemudahan perawatan, terutama bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan jarak jauh ke daerah terpencil.

Q: Apa keuntungan penggunaan sistem coil spring pada Ducati DesertX V2?

A: Sistem coil spring memungkinkan interval servis lebih panjang, biaya perawatan lebih rendah, dan memudahkan pemilik saat melakukan perjalanan ke lokasi yang jauh dari bengkel resmi Ducati.

Q: Berapa interval pemeriksaan klep Ducati DesertX V2?

A: Pemeriksaan celah katup pada Ducati DesertX V2 dilakukan setiap 45.000 kilometer.

Q: Kapan jadwal penggantian oli Ducati DesertX V2?

A: Penggantian oli dilakukan setiap 15.000 kilometer atau dua tahun sekali, tergantung mana yang tercapai lebih dulu.

Q: Apakah performa Ducati DesertX V2 berkurang setelah meninggalkan sistem Desmodromik?

A: Tidak. Ducati DesertX V2 tetap menawarkan performa tinggi berkat mesin V2 890 cc yang menghasilkan tenaga 110 hp dan torsi 92 Nm.
 

[Ryn/YS]

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<<

Tag Terkait

berita Berita Otomotif news Ducati DesertX V2 Ducati Indonesia

Author

Berita Utama

Berita Populer

Lihat semua »