Umbar Spesifikasi, tapi Harga Minibus Listrik SAG Max Masih "Gaib"
Berita OtomotifMengintip Spesifikasi minibus listrik SAG Max. Punya Daya Jelajah Tinggi untuk Armada Travel, Namun Harga Masih Belum Pasti
TANGERANG – PT Sinar Armada Globalindo (SAG) resmi membagikan detail terbaru mengenai inovasi kendaraan komersial mereka dalam acara media gathering yang berlangsung pada Selasa (30/6) di Alam Sutera, Tangerang.
Dalam kesempatan tersebut, perusahaan memperkenalkan minibus listrik andalannya, SAG Max, yang dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan operasional armada travel rute menengah.
Kendaraan ini secara spesifik menyasar segmen travel rute menengah, seperti perjalanan Jakarta-Bandung, Surabaya-Malang, hingga Semarang-Yogyakarta.
Rute-rute tersebut dipilih bukan tanpa alasan, mengingat segmen travel antarkota kerap membutuhkan kendaraan dengan daya jelajah panjang namun tetap efisien dari sisi operasional.
Meski spesifikasi dan kemampuan teknisnya sudah dipaparkan dengan gamblang di hadapan media, satu hal yang masih menjadi tanda tanya besar adalah harga jual resmi kendaraan ini di pasaran.
Diuji Langsung dengan Simulasi Beban Penuh
Direktur Teknik PT Sinar Armada Globalindo, Djoko Purwanto, secara langsung memaparkan kemampuan SAG Max berdasarkan pengujian yang ia lakukan sendiri bersama timnya.
Untuk membuktikan ketahanan baterai dalam kondisi operasional nyata, Djoko menyimulasikan beban maksimal kendaraan setara 15 hingga 16 penumpang dengan menggunakan jerigen berisi air sebagai pengganti bobot penumpang.
Pengujian tersebut dilakukan dengan menempuh rute dari Ciputat menuju Bandung, sempat singgah di area Gedung Sate, dan kemudian kembali lagi ke titik awal di Ciputat.
Hasilnya terbilang impresif, sebab minibus listrik ini mampu menyelesaikan rute pulang-pergi tersebut tanpa perlu melakukan pengisian daya sama sekali di tengah perjalanan.
"Kita start dari Ciputat sampai Bandung. Terus kembali lagi ke Ciputat itu mampu dengan sisa itu kurang lebih 20% baterainya," ungkap Djoko Purwanto saat menjelaskan hasil tes jalan tersebut.
Tidak hanya soal daya jelajah, Djoko juga menjelaskan bahwa SAG Max sangat mumpuni untuk kebutuhan operasional travel yang menuntut perputaran cepat.
Hal ini didukung oleh kemampuan menerima daya pengisian cepat (fast charging) yang tergolong tinggi, yakni mencapai 103 kW, sehingga waktu tunggu pengisian baterai di sela jadwal keberangkatan bisa dipangkas signifikan.
Harga Jual Masih Jadi Misteri
Namun, di tengah pemaparan spesifikasi dan efisiensi yang menjanjikan tersebut, harga jual resmi SAG Max ke pasaran justru masih berstatus belum diputuskan secara final.
Saat ditanya mengenai banderol harga, Djoko Purwanto menyatakan bahwa nominal yang beredar saat ini barulah angka estimasi sementara, dan pihak manajemen masih berharap harganya bisa ditekan lebih rendah lagi.
"Itu sementara ini harganya karena sebenarnya belum final ya, kita harapkan bisa turun. Saat ini masih Rp 800 (jutaan) off (the road)," terang Djoko Purwanto.
Status harga yang belum final ini tentu membuat para pelaku bisnis travel perlu menunggu kepastian lebih lanjut sebelum bisa berhitung secara matang terkait rencana investasi armada baru mereka.
Kendati demikian, dengan spesifikasi daya jelajah yang ditawarkan serta dukungan teknologi fast charging yang mumpuni, SAG Max tetap menjadi salah satu pendatang baru yang patut diperhitungkan di ekosistem kendaraan niaga listrik Tanah Air.