Testimoni Wuling Eksion, Egy Maulana Vikri Pilih PHEV Karena Perjalanan Jauh dan Kabin Lega
ReviewTestimoni Wuling Eksion langsung dari Egy Maulana Vikri, bintang Timnas Indonesia, terungkap di Handover Ceremony Summarecon Mall Serpong, Sabtu, (9/5). Simak alasan eksklusifnya memilih varian Plug-in Hybrid warna putih untuk keluarga.
TANGERANG – Banyak SUV 7-seater yang terasa sesak begitu semua kursi terisi. Egy Maulana Vikri tahu betul masalah itu—dan itulah tepatnya yang ia cari saat masuk ke kabin Wuling Eksion untuk pertama kali.
Pemain andalan Timnas Indonesia ini bukan tipe orang yang mudah terkesan. Ia sudah malang melintang di liga-liga Asia, terbiasa dengan standar tinggi, dan paham betul apa yang dibutuhkan—termasuk soal kendaraan keluarga.
Pada Sabtu, (9/5) di Summarecon Mall Serpong, Tangerang, Egy berdiri di atas panggung dan dengan blak-blakan menceritakan pengalamannya: kabin yang tetap lega meski tujuh penumpang sudah duduk di dalamnya, dan masih ada ruang untuk menaruh barang.
Testimoni Wuling Eksion dari Egy inilah yang langsung menjadi pusat perhatian, melampaui gemerlap dekorasi dan sorotan kamera di acara bertajuk 'Exploring Family Journeys' tersebut.
Egy Maulana Vikri Baru Balik dari Jogja, Langsung Cerita Soal Pilihan Mobilnya
Kharismawan Awangga selaku Sales Director Wuling Motors, yang memimpin sesi wawancara singkat di atas panggung, membuka percakapan dengan nada santai namun penuh antusias.
"Halo apa kabar? Terima kasih nih di sela-sela kesibukannya Mas Egy. Jadwal pertandingan masih padat. Saya lihat kemarin masih main di Jogja ya," tanya Kharismawan.
Egy, yang tampil kasual dengan senyum khasnya, menjawab singkat: "Iya, ini baru balik." Sebuah jawaban pendek yang justru menggambarkan betapa padatnya jadwal seorang atlet sepak bola profesional level nasional.
Namun di balik kesibukan itu, Egy rupanya masih meluangkan waktu untuk memikirkan kebutuhan mobilitas keluarganya dengan serius.
Ketika Kharismawan menggali lebih jauh soal pertimbangan Egy dalam memilih kendaraan keluarga, sang pemain yang telah malang melintang di liga-liga Asia ini memberikan jawaban yang sangat relevan dengan keseharian seorang atlet:
"Ya yang pasti saya sebagai atlet banyak kesibukan dan jadwal-jadwal yang padat. Maka dari itu karena jadwal padat tadi ya, di satu sisi harus mengajak keluarga juga untuk liburan. Jadi membutuhkan mobil-mobil yang mempunyai tempat duduk yang banyak. Seven seater. Dan juga nyaman yang pasti, tentunya dengan fitur-fitur modern dan juga gagah dilihat, itu hal-hal yang sangat penting bagi saya untuk melihat mobil apa yang cocok untuk keluarga saya dan kebetulan itu ada di Wuling," jelas Egy.
Pernyataan Egy ini bukan sekadar pujian generik. Ini adalah refleksi jujur dari seorang profesional yang hidupnya dibagi antara lapangan hijau dan tanggung jawab keluarga. Bagi Egy, kendaraan yang ideal bukan hanya soal gaya.
Tapi tentang kemampuan nyata mengakomodasi keluarga dalam satu kabin yang luas, nyaman, dan modern.
Tanpa Pikir Panjang: Kabin Lega dan Bagasi Ekstra Jadi Faktor Penentu
Saat Kharismawan menantang Egy untuk menjelaskan mengapa dari sekian banyak pilihan SUV 7-seater di pasaran, jatuhannya tetap ke Wuling Eksion, jawaban sang atlet justru sangat spesifik dan teknis. Sesuatu yang jarang datang dari seorang selebriti endorser biasa.
"Karena saya ngelihat tadi saya sudah ngelihat yang warna putih ya. Saya lihat gagah dan juga nyaman. Apalagi ketika saya masuk, sangat luas. Kabinnya juga luas dan juga bisa naruh barang lagi. Ketika udah tujuh orang di dalam, kita bisa naruh barang lagi di dalam. Itu hal yang susah menurut saya saat ini ada di mobil-mobil yang lain. Maka dari itu saya lihat, wah, pas banget nih ya. Tanpa pikir panjang ya langsung aja.," Egy pun bercerita.
Frasa "tanpa pikir panjang" dari Egy menjadi kalimat yang paling beresonansi di antara hadirin. Bagi konsumen otomotif yang kerap bimbang berbulan-bulan sebelum memutuskan pembelian kendaraan senilai ratusan juta rupiah, kepercayaan diri Egy dalam mengambil keputusan itu justru mencerminkan betapa yakinnya ia terhadap produk.
Dan ia punya alasan konkret, kapasitas bagasi Wuling Eksion yang bisa mencapai 1.788 liter. Dalam kondisi tujuh penumpang terisi penuh, Eksion masih menyisakan ruang bagasi yang signifikan.
Sebuah keunggulan yang memang tidak mudah ditemukan di SUV 7-seater lain di kelasnya. Bagi seorang atlet yang kerap membawa peralatan olahraga, pakaian pertandingan, dan perlengkapan keluarga sekaligus, ini bukan detail kecil.
Kabin Lega, Teknologi WFMS di Balik Ruang yang Memukau
Kelapangan kabin Wuling Eksion yang membuat Egy terkesan bukan kebetulan. Ini adalah hasil langsung dari platform Wonder Flexible Modular System (WFMS) yang menjadi fondasi arsitektur kendaraan.
Platform elektrifikasi generasi terbaru ini dirancang untuk memaksimalkan penggunaan ruang kabin dengan meminimalkan intrusi komponen mesin dan baterai ke area penumpang.
Hasilnya: tiga baris tempat duduk yang benar-benar lapang, dan ruang bagasi yang tetap besar meski semua kursi terisi.
Pilihan PHEV: Kalkulasi Cerdas untuk Perjalanan Tangerang–Bandung
Momen paling menarik dalam testimoni Wuling Eksion versi Egy datang saat ia menjelaskan alasan memilih varian Plug-in Hybrid dibanding varian EV murni.
Kharismawan membuka pertanyaan ini dengan memperkenalkan kedua varian yang dipajang di panggung—EV di sebelah kanan, PHEV di sebelah kiri—sebelum menggali keputusan Egy.
"Yang pasti dua-duanya nyaman. Sudah pasti itu. Saya juga sudah melihat dua-duanya. Dan juga kenapa saya memilih hybrid itu cocok untuk saya yang perjalanannya jauh. Jadi saya merasa—wah ini pas banget untuk saya yang perjalanannya sangat jauh. Apalagi kan saya di Tangerang, terus juga keluarga liburan ke Bandung gitu. Jadi saya rasa mobil yang ini pas banget buat saya. Maka dari itu saya pilih," kata Egy.
Kharismawan menambahkan konfirmasi atas jawaban Egy: "Dan tetap efisien." Egy pun menegaskan: "Dan tetap sangat efisien."
Pilihan Egy ini mencerminkan kalkulasi yang sangat pragmatis. Rute Tangerang–Bandung via tol merupakan salah satu jalur favorit keluarga Jakarta dan sekitarnya, dengan jarak sekitar 130–150 km sekali jalan.
Dalam kondisi lalu lintas normal, perjalanan ini bisa menguras baterai kendaraan EV murni secara signifikan. Dengan Wuling Eksion PHEV yang mampu menempuh lebih dari 1.000 km total (CLTC) berkat kombinasi motor listrik dan mesin bensin, kekhawatiran soal kehabisan daya di tengah perjalanan menjadi tidak relevan.
Selain itu, bagi seorang atlet yang jadwalnya tidak menentu dan sering berpindah kota, fleksibilitas pengisian daya PHEV, bisa diisi di SPKLU maupun SPBU biasa. Ini adalah nilai praktis yang tidak ternilai.
Egy tidak perlu khawatir mencari charging station di kota yang belum tentu memiliki infrastruktur EV yang memadai.
Konsumen Indonesia Ingin SUV Tiga Baris yang Benar-Benar Lega
Di luar sesi wawancara dengan Egy, Kharismawan Awangga memberikan konteks yang lebih luas tentang mengapa Wuling Eksion dirancang seperti ini.
Ia menegaskan bahwa keputusan desain produk tidak lepas dari pemahaman mendalam tentang perilaku konsumen Indonesia:
"Jadi Mas Egy ini layaknya orang Indonesia, cari mobil itu nyarinya yang seven seater. Tiga baris. Nyaman." kata Kharismawan.
Pernyataan ini sederhana namun sangat tepat sasaran. Pasar otomotif Indonesia memang memiliki preferensi kuat terhadap kendaraan 7-penumpang.
Suatu warisan budaya keluarga besar dan kebutuhan mobilitas yang khas Indonesia. Wuling memahami ini, dan Eksion dirancang sebagai jawaban paling komprehensif atas kebutuhan tersebut dalam era elektrifikasi.
Pada acara Handover Ceremony ini, Kharismawan juga menegaskan pencapaian Wuling Eksion sejak diluncurkan secara nasional pada 22 April 2026: lebih dari 1.000 SPK berhasil dibukukan.
Sebuah angka yang mencerminkan kepercayaan pasar yang luar biasa terhadap produk baru dalam waktu singkat. Regional launch juga terus bergulir.
Setelah Bali, Batam, Bandung, dan Tangerang, giliran Bekasi, Medan, Makassar, Semarang, dan Surabaya akan menyusul.
Wuling Eksion Putih, Pilihan Warna yang Menyatukan Selera
Satu momen ringan namun hangat dalam wawancara adalah ketika Kharismawan menemukan kesamaan selera warna dengan Egy. Saat Egy menyebut ia memilih unit berwarna putih, Kharismawan langsung menyambutnya:
"Satu selera kita, Mas. Salaman dulu, Mas," canda Kharismawan.
Interaksi spontan ini mengundang tawa dan tepuk tangan dari hadirin. Momen yang mencairkan suasana sekaligus menegaskan bahwa putih memang menjadi warna favorit di antara peminat Wuling Eksion.
Kharismawan kemudian menginformasikan bahwa Eksion tersedia dalam empat pilihan warna: putih, biru, hitam, dan grey. Pilihan itu memberikan kebebasan ekspresi yang cukup bagi konsumen dengan selera berbeda.
Tabel Spesifikasi Lengkap Wuling Eksion
Untuk membantu calon konsumen memahami lebih dalam keunggulan teknis Wuling Eksion, berikut rangkuman spesifikasi utamanya:
| Fitur / Komponen | Spesifikasi Wuling Eksion |
|---|---|
| Kategori Kendaraan | SUV 7-Seater (Tiga Baris) |
| Pilihan Teknologi | EV (Electric Vehicle) & PHEV (Plug-in Hybrid) |
| Platform Kendaraan | Wonder Flexible Modular System (WFMS) |
| Desain Eksterior | Muscular Flowline Design |
| Jarak Tempuh (Varian EV) | Hingga 530 km (Standar CLTC) |
| Jarak Tempuh (Varian PHEV) | Lebih dari 1.000 km (Standar CLTC) |
| Kapasitas Bagasi Maksimal | 1.788 Liter |
| Sistem Hybrid | LING Power Hybrid System |
| Keamanan Baterai | MAGIC Battery Pro |
| Sistem Konektivitas | LING OS |
| Fitur Keselamatan Utama | ADAS Level 2, Versatile Safety |
| Fitur Kabin Tambahan | Panoramic Sunroof, Superior Comfort |
Perjalanan Panjang Wuling di Indonesia
Keberhasilan Wuling Eksion tentu tidak lepas dari rekam jejak panjang Wuling Motors di pasar otomotif Tanah Air. Berdiri resmi di Indonesia sejak Juli 2017, Wuling membuktikan komitmen jangka panjangnya melalui peresmian pabrik dan Supplier Park seluas 60 hektar di Cikarang, Jawa Barat.
Seiring berjalannya waktu, Wuling terus melahirkan produk-produk unggulan. Mulai dari seri Confero (2017), seri Cortez (2018), hingga SUV pertamanya, Almaz, pada tahun 2019 yang dilengkapi Wuling Indonesian Command (WIND).
Kesuksesan berlanjut dengan hadirnya Almaz RS (2021) berfitur ADAS, serta gebrakan di era elektrifikasi melalui Air ev pada tahun 2022 yang sukses menjadi mobil listrik terlaris.
Tidak berhenti sampai di situ, inovasi terus dilanjutkan dengan peluncuran Almaz Hybrid, kendaraan komersial Formo Max (2023), compact SUV Alvez (2023), kendaraan listrik Cloud EV pada Mei 2024, hingga kini ditandai dengan hadirnya mahakarya SUV keluarga modern, Wuling Eksion.
Penawaran Spesial dan Layanan Purna Jual
Sebagai penutup yang menggembirakan bagi calon konsumen, Wuling masih memberikan kesempatan emas. Mengingat tingginya antusiasme masyarakat, Wuling menghadirkan program Early Bird khusus bagi 2.000 pelanggan pertama.
Melalui program ini, konsumen berhak mendapatkan benefit luar biasa berupa gratis perawatan berkala untuk kedua varian (EV dan PHEV), tentunya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
Sebagai tambahan untuk menjamin ketenangan pikiran, Wuling Eksion juga didukung oleh Lifetime Warranty (garansi seumur hidup) khusus untuk komponen inti kendaraan elektrifikasinya.
Melihat spesifikasi mutakhir, harga yang ditawarkan, serta mendengarkan langsung testimoni Wuling Eksion dari figur publik sekelas Egy Maulana Vikri, rasanya SUV 7-seater ini siap menjadi primadona baru di jalanan Indonesia.
Wuling Motors sekali lagi membuktikan komitmen mereka untuk terus menghadirkan produk dan layanan yang mampu menjawab segala kebutuhan mobilitas modern masyarakat Indonesia.
5 FAQ Testimoni Wuling Eksion
Q: Mengapa Egy Maulana Vikri memilih Wuling Eksion dibanding SUV 7-seater lainnya?
A: Egy menyebut kabin yang tetap lega meski tujuh penumpang terisi penuh sebagai faktor utama. Ia juga menekankan bahwa masih ada ruang bagasi tersisa setelah semua kursi terisi—keunggulan yang menurutnya sulit ditemukan di SUV lain di kelasnya.
Q: Kenapa Egy Maulana Vikri memilih varian Plug-in Hybrid, bukan EV murni?
A: Egy memilih PHEV karena kebutuhan perjalanan jauh, termasuk rute Tangerang–Bandung untuk liburan keluarga. Fleksibilitas PHEV yang bisa ditempuh lebih dari 1.000 km dan tetap bisa diisi di SPBU biasa dinilainya lebih praktis untuk mobilitas tinggi seorang atlet profesional.
Q: Berapa kapasitas bagasi Wuling Eksion dan apa keunggulannya untuk keluarga?
A: Kapasitas bagasi Wuling Eksion mencapai 1.788 liter. Bahkan dalam kondisi tujuh penumpang, ruang bagasi tetap tersedia—menjadikannya pilihan ideal bagi keluarga aktif yang sering membawa banyak perlengkapan perjalanan.
Q: Apa garansi yang ditawarkan Wuling untuk Eksion?
A: Wuling Eksion dilengkapi Lifetime Warranty untuk komponen inti elektrifikasi, berlaku untuk kedua varian EV maupun Plug-in Hybrid. Program Early Bird juga masih terbuka untuk 2.000 pembeli pertama dengan benefit gratis perawatan berkala.
Q: Berapa banyak pemesanan Wuling Eksion sejak diluncurkan?
A: Sejak peluncuran nasional pada 22 April 2026, Wuling Eksion telah membukukan lebih dari 1.000 SPK—menjadikannya salah satu kendaraan elektrifikasi dengan penerimaan pasar tercepat di kelasnya di Indonesia.