Tampilan Tak Banyak Berubah, Ertiga Hybrid Percaya Diri Lawan Avanza & Xenia?
Berita OtomotifJAKARTA – Suzuki yakin Ertiga hybrid masih bisa bersaing di pasar, meski tampangnya tak banyak berubah. Menurut Suzuki, pertimbangan konsumen di segmennya Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia ini relatif banyak.
Ertiga hybrid mengaspal di Indonesia pada 10 Juni 2022 sebagai salah satu opsi mesin dari model facelift generasi keduanya. Inilah mobil hybrid pertama di segmen LMPV (low multi purpose vehicle), sekaligus mobil hybrid termurah di Indonesia.
Berbekal teknologi mild hybrid, Ertiga hybrid menawarkan efisiensi konsumsi bahan bakar lebih tinggi plus fitur-fitur tambahan semisal Cruise Control, Hill Hold Control, Idle Start Stop.
Kendati begitu, dari sisi desain eksterior, diferensiasi Ertiga facelift sendiri tak berbeda jauh jika dibandingkan model terdahulu. Ubahan paling kentara pada sektor tampilan hanya terdapat pada gril depan.
Ubahan pada tipe-tipe Ertiga facelift bermesin konvensional malah hanya bersifat aksesori.

Eksekutif Suzuki di Indonesia tak membantah eksterior Ertiga facelift untuk generasi kedua--termasuk Ertiga hybrid--tidak berubah banyak. Namun, desain yang saat ini ada pun menurut dia masih relatif baru.
“Kalau dari sudut pandang eksterior, mungkin kami lebih dulu daripada para kompetitor dalam melakukan perubahan. Pada 2018 kami sudah melakukan full model change, dari model generasi sebelumnya menjadi All New Ertiga (generasi kedua—Red),” kata Marketing Director PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) Donny Saputra menjawab pertanyaan Mobil123.com usai konferensi pers peluncuran di Mall Kelapa Gading, Jakarta.
“Nah, pada 2019, 2020, 2021, termasuk tahun ini yang kami lakukan lebih kepada penyempurnaan,” lanjut dia.
Sekadar mengingatkan, pada November 2021 kemarin, Toyota dan Daihatsu merilis Avanza-Xenia generasi ketiga. Generasi keduanya sendiri bertahan selama 10 tahun.
Mitsubishi pada bulan dan tahun yang sama juga menerjunkan versi facelift dari Xpander generasi pertama. Xpander pertama kali diperkenalkan pada 2017.
Adapun Ertiga facelift yang meluncur sepekan lalu terdiri dari tujuh tipe. Empat tipe teratas bermesin mild hybrid (GX MT, GX AT, Sport MT, Sport AT) dengan banderol on the road (OTR) Jakarta Rp270,3-292,3 juta.
Sementara itu, tiga tipe terbawah (GA MT, GL MT, GL AT) masih mengusung mesin bensin konvensional K15B yang lama dengan harga OTR Jakarta Rp225,1-259,5 juta.
Donny mengakui desain eksterior menjadi salah satu pertimbangan utama konsumen di Indonesia dalam membeli mobil.
Akan tetapi, para konsumen di pasar LMPV menurutnya juga melihat aspek-aspek lain. Misalnya saja penawaran fitur, penawaran program penjualan, plus keuntungan tambahan lain yang mereka bisa dapatkan.
Donny mengklaim survei internal Suzuki memperlihatkan skor masih cukup tinggi untuk desain Ertiga. Di samping itu, karakteristik konsumen Suzuki ia sebut amat sangat mempertimbangkan faktor-faktor lain.
“Agak berbeda, ya, tipikal konsumen kami. Para pengguna Suzuki ini adalah mereka yang melihat value for money. Mereka pembeli yang logis. Pada saat mereka ‘mengonsumsi’ produk kami, mereka ingin mendapatkan value lebih dari apa yang mereka bayarkan,” tutup dia. [Xan/Ses]
>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<<