Survei Terbaru, Konsumen Indonesia Lebih Minat ke Mobil Hybrid Daripada Mobil Listrik

Mobil Listrik

JAKARTA – Survei terbaru menunjukkan bahwa mobil hybrid lebih diminati para konsumen di Indonesia, ketimbang mobil listrik murni (battery electric vehicle/BEV). Minat itu makin membesar kalau harga mobil hybrid ada di rentang harga murah.

Ini merupakan hasil survei ‘Unveiling Electric Vehicle: Trends and Audience Preferences’ yang digelar KumparanOto baru-baru ini.  Survei tersebut, menurut keterangan resmi pada Senin (13/1/2025), melibatkan 575 responden yang mewakili berbagai segmen.

Pendapatan rumah tangga para responden dalam survei berkisar di Rp15-20 juta per bulan. Komposisi gender hampir seimbang yakni 51 persen laki-laki serta 49 persen perempuan.

Survei memperlihatkan bahwa masyarakat Indonesia sudah terinformasikan dengan baik mengenai teknologi-teknologi kendaraan elektrifikasi. Hanya satu persen yang sama sekali tidak mengetahui soal mobil hybrid, mobil listrik murni, atau pun PHEV (plug-in hybrid electric vehicle).

Sebanyak 79 persen responden mengaku tahu tentang mobil hybrid. Pengetahuan tentang mobil listrik juga tak kalah baik karena sudah diketahui 78 responden, sedangkan cuma 49 persen responden yang tahu soal PHEV.

Terdapat 82 persen responden yang berminat untuk membeli mobil hybrid (terbagi menjadi 50 persen tertarik dan 32 persen sangat tertarik). Adapun komposisi responden yang menyatakan tergoda membeli mobil listrik ialah 78 persen (46 persen tertarik, 32 persen sangat tertarik).

Faktor harga masih memainkan peranan utama dalam meningkatkan lagi keinginan membeli mobil hybrid.

Sebanyak 91 persen responden menyatakan minat tinggi membeli mobil hybrid jika harganya ada di kategori yang relatif terjangkau bagi konsumen di negeri ini yaitu di bawah Rp300 juta. Penjabarannya ialah 48 persen sangat tertarik dan 43 persen tertarik.

Ada empat tantangan utama di benak para responden yang menghalangi mereka membeli mobil listrik murni. Tantangan-tantangan itu ialah jarak tempuh terbatas, usia baterai dan biaya penggantian, biaya perawatan kendaraan, waktu pengisian daya yang masih terlalu lama.

Sebanyak 77 persen responden yakin kalau harga mobil listrik akan semakin murah di masa mendatang.

Akan tetapi, 89 persen responden menilai pabrikan otomotif perlu menyediakan terlebih dahulu beragam opsi teknologi elektrifikasi di pasar mulai dari mobil hybrid, PHEV, hingga mobil listrik. [Xan]

Tag Terkait

Toyota Toyota Indonesia mobil hybrid Mobil Listrik harga mobil hybrid harga mobil listrik survei mobil hybrid survei mobil listrik

Author

Berita Utama

Berita Populer

Lihat semua »