Serba Serbi Toyota Corolla DX, Sedan Retro yang Nyaman dan Bersahabat Bagi Pemula
Panduan PembeliToyota Corolla DX menjadi sedan tua yang tetap eksis sampai sekarang. Sekalipun sudah terbilang uzur, Toyota Corolla DX masih punya banyak pengguna setia. Sedan yang dijual pada dekade 1980an ini terkenal dengan perawatan yang mudah karena teknologinya yang sederhana.
Toyota Corolla DX merupakan Corolla generasi ke-4 dengan kode body KE70. Secara global, Corolla KE70 atau generasi ke-7 diproduksi dari tahun 1979 sampai 1987. Sedan ini muncul dalam berbagai tipe mesin berdasarkan region pasar. Ada JDM, EDM, USDM, AUSDM dan lain-lain.
Hal menarik dari Toyota Corolla DX ialah yang menjadi edisi penutup sedan Corolla berpenggerak roda belakang. Adapun life cycle Corolla DX di Indonesia mengalami tiga facelift pada 1981, 1982 dan 1983.
Corolla DX keluaran tahun 1980 bisa dikenali karena memakai lampu bulat berjumlah empat buah, serta penggunaan bumper besi yang disertai karet. Selanjutnya tahun 1981 desain lampu depannya diubah menjadi model kotak.
Kemudian pada 1982 desainnya diubah sedikit dengan memakai sein depan yang ada di sisi samping dan desain lampu belakang yang baru. Terakhir pada 1983 Corolla DX ganti bentuk bumper memakai bumper urethane yang panjang dengan tachometer yang baru.
Ada beberapa hal yang bisa menjadi alasan utama mengapa varian Toyota Corolla DX cukup disukai sebagai mobil harian atau koleksi. Berikut ini kami akan mengulas seputar Corolla DX, baik itu spesifikasi, fitur, hingga kelebihan dan kekurangan sedan ini.
Spesifikasi Mesin Serupa Toyota Kijang, Gampang Cari Substitusi Part
Corolla DX KE70 yang hadir di tanah air hanya tersedia mesin berkubikasi 1.290 cc (1.3L), yang berkode 4K-U dan menggunakan pushrod OHV. Bahkan Corolla DX KE70 menggunakan mesin ini sama seperti yang digunakan pada Toyota Kijang.
Tenaga yang dihasilkan sebesar 74 hp pada 5.600 rpm, sedangkan torsi puncaknya mencapai 105 Nm pada 3.600 rpm.
Mesin 4K berkapasitas 1300 cc ini berukuran relatif kecil, cukup ekonomis baik perawatan dan konsumsi BBM-nya serta lumayan bertenaga saat itu.
Mesin 4K ini terkenal sebagai mesin yang tangguh, mudah untuk rawat, bandel, dan memiliki daya tahan tinggi. Karena itu, suku cadangnya bisa didapat dengan mudah di pasaran dengan berbagai kualitas dan harganya yang relatif murah.
Ketersediaan spare part atau suku cadang Toyota Corolla DX relatif cukup mudah dijumpai. Bahkan mobil sedan ini juga bisa dilakukan substitusi memakai Toyota Kijang kapsul yang tahunnya lebih muda. Bila butuh substitusi atau modifikasi part, bisa memakai dari Kijang.
Untuk memelihara mobil satu ini memang tidak sulit karena peranti elektronik yang ada pada Corolla DX pun juga sedikit. Untuk perawatan rutin hanya perlu mengganti oli mesin dan busi saja.
Sedan yang Nyaman dengan Handling Lincah
beberapa sumber menyebut, kemampuan bermanuver dan handling Toyota Corolla DX KE70 dapat dikategorikan sebagai sedan yang nyaman untuk dikendarai. Bahkan, Corolla DX dibangun menggunakan platform yang sama seperti pada Toyota AE8.
Mulai dari sasis, Corolla DX juga menggunakan bagian yang sama termasuk poros prop, gearbox, dan suspensi Toyota AE8. Ini membuat Corolla DX bisa ditransformasikan menjadi mobil drift yang sangat kompetitif dengan hanya beberapa sentuhan modifikasi dan tune up mesin.
Bagi para penggemar drifting, Corolla DX menjadi salah satu mobil idaman mereka. Ini karena Corolla DX tak perlu membutuhkan banyak ubahan bila digunakan untuk turun di ajang drifting. Bagi yang merasa kurang puas dengan performa DX di ajang drifting, biasanya melakukan engine swap.
Desainnya Retro Khas 1980an
Toyota Corolla DX punya kesan retro yang kuat, sehingga sering menjadi pilihan penggemar mobil 80-an. Desain kotak dari Corolla DX yang terkesan kaku sekaligus menjadi salah satu ikon mobil yang cukup laris dan keren pada masa itu.
Harga Bekas yang Terjangkau
Corolla DX ini cocok juga bagi para pemula yang ingin belajar memelihara sebuah mobil. Harga bekasnya cukup murah mulai dari Rp10 juta untuk kondisi seadanya sampai dengan Rp85 juta dengan kondisi istimewa.
Pasaran harga bekas yang cukup murah inilah yang menjadi alasan banyak orang ingin membelinya untuk dibangun ulang maupun dimodifikasi.
Sparepart Hingga Aksesoris yang Mudah Dicari
Bicara ketersediaan spare part atau suku cadang sendiri, Toyota Corolla DX relatif cukup mudah didapat. Bahkan mobil sedan ini juga bisa dilakukan substitusi dengan beberapa model Toyota lainnya seperti Kijang.
Demikian pula soal aksesoris untuk memodifikasi penampilan Corolla DX tak terlalu sulit dicari. Ada banyak sekali referensi modifikasi penampilan untuk mobil ini.
Ingin membuat gaya retro, rally style, hingga dibuat tampilan orisinil ala bawaan pabrik tak sulit mencari aksesorisnya. Bahkan aksesoris versi Amerika (USDM) atau Jepang (JDM) bisa dibeli secara online di marketplace lokal.
Berbagai Kekurangan Toyota Corolla DX, Khas Mobil Tua
Membahas kelemahan sedan retro ini, biasanya disebabkan lebih cenderung karena faktor usia. Hal yang sering kita temui ialah body dan kolong yang sudah keropos karena termakan karat.
Cara mengatasinya yaitu dengan menambal ulang bagian body yang keropos dengan plat besi di bengkel body repair. Supaya body tidak banyak yang keropos maka perlu rajin membersihkan mobil agar tidak muncul karat di body.
Memasang Power Steering Kijang, Solusi Setir Jadi Ringan
Sebagai mobil lawas yang juga bukan mobil mewah pada masanya, maka fitur di Corolla juga sederhana. Corolla DX yang ada di Indonesia tidak memiliki fitur power steering, sehingga cukup membutuhkan tenaga bagi pengemudi saat memutarnya.
Sebagai gambaran saja, sebenarnya setir Corolla DX tidak seberat Kijang. Dengan kondisi putaran setir yang berat tentunya akan sangat mengganggu saat dipakai, terutama saat dipakai untuk parkir atau manuver di tempat yang sempit.
Kita lagi-lagi bisa memanfaatkan part Kijang tahun muda (bukan Innova), yaitu bagian power steering untuk membuat setir sedan kotak ini lebih ringan.
Namun bila enggan mengubah secara ekstrim, masih ada racikan ala pemilik Corolla DX supaya setirnya tidak berat. Racikannya berupa mempertahankan setir standar dan memakai velg ukuran 13 inci. Artinya, kita masih bisa memakai velg aftermarket asalkan ukurannya mirip seperti standar.
Mengatasi Setir yang Berat Akibat Kerusakan
Apabila resep memakai velg 13 inci dan setir standar masih tetap berat, kalian patut curiga adanya kerusakan di komponen setir. Persoalan tersebut bisa disebabkan oleh mengeringnya pelumas di dalam rack end atau bisa juga karena ball joint rusak.
Apabila rack end kurang pelumas menyebabkan gigi-gigi rack end aus, maka harus diganti dengan rack end yang baru. Sebab rack end tersebut dibuat satu paket.
Kemudian, untuk kerusakan pada ball joint ini sebenarnya bisa diatasi dengan cara diservis pada bengkel kaki-kaki. Namun jika sudah terlalu sering diservis maka sebaiknya diganti yang baru untuk kenyamanan dalam berkendara.
(YS)