Nissan-Honda Targetkan Merger 2026, akan Jadi Grup Otomotif Terbesar ke-3 di Dunia
Berita OtomotifTOKYO – Nissan dan Honda menargetkan merger pada 2026, membentuk grup otomotif terbesar ketiga di dunia. Mitsubishi masih berpeluang ikut serta dalam merger tersebut.
Nissan Motor Corporation serta Honda Motor Corporation, pada Senin (23/12/2024), mengumumkan rencana merger yang ditargetkan pada Agustus 2026. Merger akan dilakukan dengan membentuk sebuah joint holding (induk perusahaan gabungan).
Nikkei Asian Review melaporkan bahwa Nissan dan Honda, pada hari itu, juga menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) untuk mendiskusikan integrasi bisnis di bawah induk perusahaan baru tersebut. Mereka ingin mencapai kesepakatan definitif pada Juni 2025.
Honda yang lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar akan memimpin proses integrasi pada tahap awal. Honda akan mengajukan calon presiden dari induk perusahaan dengan Nissan, juga mayoritas dari jajaran direktur internal maupun eksternalnya.
Melalui merger itu, Nissan-Honda akan menjadi grup otomotif terbesar ketiga di dunia. Ranking mereka akan berada di bawah Toyota serta Volkswagen (VW).
President and CEO Honda Motor Corporation Toshihiro Mibe menjelaskan integrasi bisnis dengan Nissan akan memungkinkan keduanya memiliki daya saing yang sesungguhnya. Mibe juga mengklaim merger itu bukanlah sebuah langkah penyelamatan untuk Nissan.
Integrasi bisnis Nissan Honda akan didasarkan dari premis bahwa Nissan akan secara konsisten melaksanakan rencana memperbaiki kondisi internal perusahaan.
“Kami sadar bahwa sebagian pemangku kepentingan akan melihat (pembicaraan merger) ini sebagai dukungan Honda kepada Nissan,” lontar Mibe.
Pernyataan tersebut Mibe keluarkan untuk menanggapi informasi terkait kesulitan finansial dari Nissan. Beredar pemberitaan bahwa Nissan hanya punya 12-14 bulan untuk mendapatkan tambahan modal segar dan menyelamatkan diri.
Operating income atau pendapatan operasional Nissan periode Maret-September 2024 dikabarkan drop 90 persen year on year (yoy).
Pascamerger nanti, Nissan dan Honda berencana tetap memasarkan merek-merek yang berada di bawah mereka. Malahan, merek-merek itu akan dibantu untuk berkembang secara adil.
Dalam pidatonya, President and CEO Nissan Motor Corporation Makoto Uchida menyebut merger mereka dengan Honda diperlukan untuk menghadapi persaingan yang makin ketat di pasar otomotif global.
“Dengan terus hadirnya ‘pemain-pemain’ baru dan terjadinya perubahan struktur kekuatan di pasar, faktor skala keekonomian akan memainkan peranan lebih besar dari sebelumnya,” pungkas Uchida.
Mitsubishi, yang sebagian besar sahamnya dimiliki Nissan, juga tetap berpotensi bergabung dalam pembicaraan merger.
Dalam kesempatan berbeda, Mitsubishi menerangkan keputusan mengenai peran dan keterlibatan mereka dalam integrasi bisnis Nissan-Honda bakal diambil pada Januari 2025.
“Kami dapat mendukung bisnis global mereka dengan menggunakan kekuatan kami, termasuk bisnis kami di ASEAN dan compact pickup trucks,” ujar President and CEO Mitsubishi Motors Corporation Takao Kato. [Xan]