Mobil Listrik XPeng Rakitan Indonesia bakal Diekspor ke Luar Negeri Juga?
Mobil ListrikBANDUNG – XPeng sudah melakukan perakitan lokal di Indonesia. Unit-unit yang dihasilkan hanya untuk pasar domestik atau bakal diekspor ke luar negeri juga, ya?
XPeng merakit mobil listrik di Indonesia (completely knocked down/CKD) sejak Juli 2025, dimulai dari XPeng X9. Mereka sedang bersiap merakit lokal model kedua yakni XPeng G6 Pro mulai November 2025.
XPeng melakukan proses manufakturing di pabrik milik PT Handal Indonesia Motor (HIM), Purwakarta, Jawa Barat. Menurut Vice President of Marketing XPeng Indonesia Hari Arifianto, Indonesia menjadi basis produksi global pertama XPeng di luar China.
Sejauh ini, belum ada rencana ekspor mobil listrik XPeng dari Indonesia. Unit-unit buatan Indonesia masih ditujukan untuk pasar domestik.
“Untuk saat ini kita masih fokus untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri karena memang saat ini antusiasme yang kami peroleh dari pasar memang cukup baik, ya, jadi kami bangga,” tukasnya ketika diwawancarai di sela-sela Media Test Drive XPeng G6 Pro pada 29 September-1 Oktober 2025 di Bandung, Jawa Barat.
Menilik data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), XPeng mulai mendistribusikan unit ke konsumen pada Juli 2025. Hingga Agustus 2025, XPeng telah membukukan penjualan retail sebanyak 177 unit.
XPeng Belum Berencana Bikin Pabrik Sendiri
XPeng sementara ini berpikir untuk memaksimalkan pabrik HIM Purwakarta untuk aktivitas perakitan lokal. Hari menyebut bahwa belum ada rencana untuk mendirikan pabrik milik XPeng sendiri.
“Untuk saat ini masih belum ada. Mereka (prinsipal XPeng di China) sendiri banyak belajar bersama kami di Indonesia untuk bagaimana menyesuaikan proses produksi. Saya malah mendengar teman-teman di XPeng ingin menduplikasi apa yang sudah dilakukan di Indonesia untuk rencana manufakturing mereka di Eropa sebagai region kedua untuk produksi di luar China” papar dia.
Hari tidak bersedia membeberkan berapa kapasitas produksi terpasang maksimal yang XPeng siapkan untuk memenuhi kebutuhan di pasar Indonesia. Menurutnya, penambahan kapasitas produksi di pabrik HIM cukup fleksibel.
“Soal kapasitas produksi, saya tidak bisa memberikan angka detailnya karena di fasilitas produksi yang kami miliki sebenarnya sifatnya lebih fleksibel. Saat ini kami hanya menggunakan satu line production dan akan bergantung pada partner produksi kami untuk menyesuaikan line produksinya,” tutupnya. [Xan]