Mitsubishi L300 Minibus, Andalan Jadi Mobil Travel dan Angkot di Pegunungan
Panduan PembeliTidak ada yang tidak kenal sosok Mitsubishi L300. Mobil niaga dari Mitsubishi ini begitu andal sebagai mobil pick up sampai dengan mobil minibus. Bahkan dulu Mitsubishi L300 minibus sempat populer sebagai mobil travel hingga jemputan karyawan.
Mitsubishi L300 punya julukan lokal yaitu Elsapek, sebutan eL 300 dalam bahasa China Hokian. L300 memiliki sejarah panjang sebelum masuk ke Indonesia. Elsapek jadi andalan untuk angkutan barang hingga mobil penumpang.
L300 sangat mudah dikenali, karena tidak pernah rombak total desainnya sejak 1980-an. Desain bodi L300 selalu berbentuk kotak, tidak ada perubahan signifikan hingga generasi terbarunya.
Dari lima kali evolusi, ubahan desain hanya sebatas desain headlamp, lampu belakang ataupun grill. Itulah mengapa, Elsapek sering diejek dengan anekdot 'baru beli sudah jadi motuba'.
Jenis dan Varian Mitsubishi L300 Minibus
Mitsubishi L300 versi minibus dulu begitu populer untuk angkutan penumpang. Mobil ini juga digunakan sebagai mobil jemputan anak sekolah, atau mobil operasional sekolah untuk aktivitas luar.
Mitsubishi L300 tersedia dalam dua varian mesin yaitu berbahan bakar bensin dan solar. Untuk tipe sasisnya, versi standar muat mulai 8 orang dan untuk versi LWB (long wheel base) alias sumbu roda panjang bisa muat hingga 15 orang. Bila L300 minibus digunakan sebagai mobil travel eksekutif, maka kapasitasnya menyusut, jadi 8-10 penumpang saja
Artinya, L300 ini punya kapasitas penumpang serupa dengan Toyota Hiace Commuter. Pastinya bakal lebih banyak lagi bila digunakan sebagai jemputan anak sekolah, dengan jumlah penumpang bisa 1,5 kalinya untuk anak-anak sekolah SD.
Desainnya yang kotak tinggi memanjang membuat Elsapek ini kabinnya lumayan luas terutama pada ruang kepala. Ini karena L300 minibus dibangun oleh karoseri, yang desainnya bisa menyesuaikan kebutuhan pemesan.
Untuk mobil jemputan, biasanya tak ada fitur yang istimewa. Interiornya ada yang tak memakai AC sehingga harus membuka jendela selama perjalanan supaya tidak kegerahan.
Sebagai mobil kelas mini bus, mobil L300 ini memang tidak salah jika dipilih sebagai mobil untuk dikendarai bersama keluarga, teman dan rombongan di berbagai acara.
Mitsubishi L300, Kendaraan Multifungsi Dari Angkot Hingga Travel Eksekutif
Mitsubishi Colt L300 minibus dulu juga diandalkan sebagai kendaraan antar jemput penumpang, jemputan karyawan dan travel antar kota. Sebelum Hiace Commuter muncul, travel jarak menengah kelas eksekutif memakai L300 minibus.
Tidak jarang, L300 juga dipakai sebagai mobil angkutan kota rute pegunungan. Sebagai contoh, angkot Bogor-Sukabumi atau angkot jurusan Batu-Ngantang-Kasembon di Malang.
Mobil ini jadi favorit karena dimensinya yang pas, tidak terlalu besar tapi juga tidak kekecilan. Mesin dieselnya juga punya torsi yang bagus untuk berkendara melalui jalur tanjakan pegunungan.
Ukurannya proporsional untuk angkutan penumpang dan barang. Untuk versi minibus kabinnya cukup lega untuk bisa memuat hingga 12 orang penumpang.
Dimensi L300 varian bus chassis memiliki dimensi panjang 4.195 mm, lebar 1.695 mm dan tinggi 1.820 mm. Setelah masuk karoseri, L300 versi minibus memiliki konfigurasi kursi 4 baris x 3 penumpang. Tangki bahan bakar untuk pikap dan bus chassis berkapasitas 47 liter.
Spesifikasi Mitsubishi L300 Minibus Andal di Pegunungan
Mitsubishi L300 baik itu versi minibus atau pick up angkutan barang, keduanya punya kelebihan jago di tanjakan. Ini karena pada varian diesel punya torsi yang oke pada putaran bawah dan tenaga yang selalu terisi hingga putaran tinggi.
L300 minibus memiliki reputasi yang baik dalam menaklukkan berbagai medan dan kondisi jalan yang sulit di Indonesia. Rahasianya terletak pada mesin diesel 2.477 CC. Dengan konfigurasi 4D56-SOHC 4 Cylinder Inline, yang menghasilkan tenaga sebesar 74 PS di 4.200 rpm serta torsi maksimal 133,4 Nm pada 2.500 rpm.
Mesin diesel ini sudah digunakan di L300 sejak 1988 silam, dan hingga saat ini masih digunakan pada Pajero Sport. Seiring perjalanan waktu, performa mesin 4D56 terus disempurnakan dengan penerapan berbagai teknologi diesel modern seperti turbo VGT dan sistem common rail direct injection.
Berbekal mesin tersebut, membuat L300 minibus bisa diajak lari kencang sehingga bisa kejar waktu untuk tiba di tujuan sesuai jadwal. Kemampuannya didukung dengan sasis yang kuat atau rigid.
Kelebihan lainnya, pengereman Elsapek sudah menggunakan cakram berventilasi di bagian depan dan rem teromol untuk roda belakang. Tetapi spesifikasi pengereman tersebut dinilai sudah cukup untuk mengoptimalkan pengereman, karena sama seperti di mobil penumpang lainnya.
Sejak 2007, L300 mendapat fitur power steering yang membuat pengemudi tidak perlu susah payah memutar setir.
Interior Sederhana Elsapek Minibus
Tidak banyak update yang dilakukan pada sisi interior L300 hingga tahun 2024 ini. Minibus ini hanya mengandalkan dimensi yang lega, namun fitur sederhana.
Demi membuat nyaman, Mitsubishi telah menyematkan AC Double Blower, reclining seat untuk tiap kursi, dan head unit untuk memutar cd/mp3 player.
Kenyamanan interior di L300 minibus tergantung dari masing-masing perusahaan yang menjadi operator kendaraan tersebut. Bila L300 digunakan sebagai travel, biasanya memakai kursi yang busanya lebih tebal dengan sandaran lebih tinggi dan jarak antar kursi yang cukup lega.
Sementara itu bila cuma dipakai jadi angkot, maka kursinya cuma pakai busa tipis dan jarak kursinya sempit.
Penyimpanan barang versi minibus juga cukup sempit, karena terdesak kursi paling belakang. Untuk memudahkan dalam menyimpan barang, pihak karoseri biasanya membuatkan pintu belakang.
Tapi tetap saja tidak sebanding dengan banyaknya barang bawaan yang dibawa penumpang. Bahkan bagasi L300 minibus kalah besar bila diadu dengan Hiace commuter.
Kesimpulan
Dalam istilah orang Jawa, L300 dianggap gapuro kabupaten, karena begitu tangguh, jarang rewel dan tetap bisa diajak kerja keras dalam berbagai kondisi. Begitu lawasnya desain dan minim ubahan, pengguna Elsapek kadang menyebut mobil mereka ini sebagai mobil dinas peninggalan jaman Majapahit.
Karena kesederhanaan itulah, akhirnya kiprah Mitsubishi L300 minibus perlahan harus tersisih oleh produk rilisan kompetitor yang lebih baru dan lebih nyaman. Pada Isuzu Elf, perusahaan operator bisa membangun body berikut interior di karoseri sesuai dengan selera mereka sehingga bisa lebih kaya fitur.
Lebih sulit lagi L300 bila harus melawan Toyota Hiace Commuter. Minibus ini diproduksi langsung oleh perusahaan mobil, bukan karoseri. Hiace punya kabin yang lebih besar, kursi lebih tebal busanya, hingga ruang bagasi yang lebih proporsional.
Mau tidak mau, L300 minibus kini hanya bisa bertahan sebagai mobil angkot jarak menengah atau digunakan sebagai mobil antar jemput karyawan.
Interiornya kurang nyaman, karena getaran yang dihasilkan oleh mesin diesel di L300 lebih besar dan suaranya lebih kasar. Bila digunakan sebagai mobil travel kelas eksekutif, hawa panas dan getaran mesin sedikit mengganggu penumpang.
(YS)