Merek-Merek Mobil China di Indonesia Senyum Lebar! Penjualan Meroket saat Pasar Lesu

Berita Otomotif

JAKARTA – Merek-merek mobil China di Indonesia yang bermain di segmen kendaraan penumpang bisa tersenyum lebar saat ini. Soalnya, saat pasar otomotif lesu, penjualan mayoritas dari mereka meroket hingga ada yang ribuan persen.

Penjualan mobil di Indonesia secara retail dari Januari-Agustus 2025, jika menilik data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), turun 10,7 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).

Transaksi jual-belinya drop menjadi 522.162 unit, dari 584.847 unit. Adapun penyebabnya, menurut banyak eksekutif pabrikan mobil, antara lain ialah pelemahan daya beli masyarakat plus pengetatan kredit.

Para pengurus Gaikindo dalam beberapa kesempatan sampai mengakui bahwa bisa saja ada revisi target penjualan mobil kedua tahun ini, menjadi kisaran 700-750 ribu unit. Pada revisi pertama, target jual-beli mobil baru dikoreksi dari 900 ribu unit menjadi 800 ribu unit.

Di tengah situasi tersenyum, merek-merek mobil China memperlihatkan performa yang kontras. Tak sedikit di antara mereka yang membukukan kenaikan penjualan year on year sebesar ratusan persen pada Januari-Agustus 2025.

Malahan, ada pula yang tercatat meraih kenaikan penjualan year on year ribuan persen. Hanya dua merek yang memperlihatkan penurunan penjualan yakni Wuling plus DFSK.

‘Rapor’ Penjualan Merek Mobil Penumpang Asal China Januari-Agustus 2025

BYD, merek mobil China terlaris di Indonesia saat ini, berhasil menorehkan penjualan retail 19.278 unit dari Januari-Agustus 2025. Volumenya melonjak 334,6 persen yoy, dari sebelumnya 4.436 unit.

Chery mampu menjual 13.002 unit mobil atau naik 142,4 persen yoy, dari 5.363 unit. Wuling menguntit di belakang Chery dengan penjualan 12.517 unit atau turun 20,3 persen yoy.

Denza, GAC Aion, Geely masing-masing menjual 6.058 unit, 4.168 unit, maupun 1.280 unit pada Januari-Agustus 2025. Pada delapan bulan pertama 2024, ketiganya belum mencatatkan penjualan.

GWM mampu mendistribusikan 671 unit mobil ke konsumen sepanjang delapan bulan 2025. Secara year on year, penjualan mereka melesat 170,6 persen, dari sebelumnya hanya 248 unit.

Penjualan DFSK, sayangnya, turun 30,2 persen yoy dari 789 unit ke 551 unit.

Jetour menjual 373 unit. Tahun lalu, di delapan bulan pertama, mereka tidak mencatatkan penjualan.

Neta yang sedang terancam kebangkrutan pun masih bisa menaikkan penjualan 18,3 persen yoy, dari 311 unit ke 368 unit. Penjualan BAIC meroket 1.642,9 persen yoy, dari 21 unit ke 366 unit.

Jaecoo dan XPeng masing-masing menyuplai 290 unit serta 177 unit ke konsumen, dari sebelumnya 0 unit. Seres menjual 98 unit, naik 34,2 persen yoy dari 73 unit.

Maxus menjadi merek mobil China paling tidak laris di Indonesia, dengan penjualan 74 unit dari Januari-Agustus 2025. Tapi, rapor Maxus masih terbilang positif karena pada delapan bulan pertama 2024 mereka belum membukukan penjualan. [Xan]

Tag Terkait

Merek mobil China penjualan merek mobil China 2025 merek mobil China di Indonesia penjualan mobil 2025

Author

Berita Utama

Berita Populer

Lihat semua »