Mengenang Bugatti Veyron

Berita Otomotif

Mengenang Bugatti Veyron

MOLSHEIM - Mobil terkuat dan terkencang saat ini, Bugatti Veyron sudah memasuki babak akhir produksi. Perpisahan pun siap dibuat. Sebagai perpisahan, inilah sepak terjang Bugatti Veyron sejak 10 tahun lalu diproduksi.

Sejak pertama kali menginjak bumi, Bugatti Veyron langsung menjadi salah satu primadona di industri otomotif dunia. Terlebih banyak predikat yang disandangnya mulai dari mobil terkuat, mobil terkencang hingga mobil termahal.

Predikat mobil terkencang yang disandang Veyron di dapat setelah mobil ini melaju 431,072 km/jam. Hingga saat ini, belum ada mobil yang di produksi untuk digunakan di jalan, bukan untuk keperluan balapan di sirkuit yang mampu menandingi angka ini.

Hanya 450 unit Bugatti Veyron yang diproduksi di dunia dan semuanya sudah ludes terjual dengan harga puluhan miliar rupiah per unitnya. Bugatti Veyron dengan nomor sasis 450 disabet oleh orang kaya Timur Tengah dan akan dipamerkan di Geneva Motor Show, Maret nanti. Namanya Grand Sport Vitesse "La Finale."

"Veyron memiliki keunikan dalam banyak hal, bahkan sepuluh tahun setelah peluncurannya," kata Presiden Bugatti Wolfgang Durheimer seraya mengatakan kalau tidak ada brand lain yang berhasil memasarkan mobil dengan kekuatan dan kemewahan serta harga dan volume Veyron seperti yang Bugatti lakukan.

Menurutnya, pengembangan Bugatti Veyron mewakili salah satu tantangan teknis terbesar yang pernah ada di industri otomotif. Para pengembang Bugatti diberi empat target ketika hendak merancang mobil ini.

Pertama mobil itu harus memiliki kekuatan di atas 1.000 PS. Kedua kecepatannya harus lebih dari 400 km/jam. Ketiga mobil itu bisa berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam waktu kurang dari 3 detik. Dan keempat adalah tantangan terbesarnya, selain harus kuat dan cepat, mobil ini juga harus tampil gaya dan mampu memberikan kenyamanan. Faktor kenyamanan ini adalah anugerah yang dimiliki Veyron. Sebab kebanyakan supercar memang kencang, tapi tidak nyaman untuk dikendarai di jalanan umum.

Hasilnya, Veyron 16.4 lahir di 2005 yang langsung menjadi fenomena. Pada tahun 2008 lahirlah Veyron 16.4 Grand Sport dengan atap terbuka.

Kreasi akan Veyron tidak berhenti sampai disitu. Pada 2010, hadir Veyron 16.4 Super Sport dengan peningkatan daya yang cukup signifikan. Dua tahun setelahnya atau 2012, hadir versi roadster-nya yang diberi label Veyron 16.4 Grand Sport Vitesse.

Selain karakteristik teknis yang terdepan, Veyron yang kabarnya akan digantikan oleh Chiron ini juga memiliki desain abadi. Supercar ini adalah interpretasi modern dari nilai-nilai brand Bugatti: Art, Forme, Technique.”

Garis dan detail desainnya melanjutkan DNA desain yang telah dipegang brand asal Perancis ini tanpa kompromi.

"Veyron bukan hanya karya desain mobil modern, namun lebih sebagai sepotong seni otomotif," cetus Durheimer.

Karena nilai seni ini pula, para orang hiperkaya tidak segan mengurangi angka di rekening mereka.

"Selain kepastian memiliki mobil super tercepat di dunia dengan tingkat eksklusivitas tinggi, para pelanggan Bugatti menghargainya, setelah membeli Veyron mereka menjadi bagian dari sejarah merek mobil yang direndam dalam tradisi," katanya.

"Banyak mobil menemukan tempat mereka dalam koleksi pribadi dan dibeli oleh penikmat mobil sebagai investasi." 

Ya, hal itu tidak mengherankan. Sebab barisan Veyron terakhir memang dijual dengan harga yang tidak murah. Rata-rata 2,3 juta euro atau sekitar Rp 33 miliar. [Syu/Idr]

Temukan mobil idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter



Syubhan Akib

Syubhan Akib

Pria berkacamata yang mencintai dunia otomotif dan sangat suka memandang mobil klasik serta mempelajari sejarah otomotif dunia. Kemacetan adalah sahabat, kecepatan adalah kesukaan dan liburan akhir pekan adalah impian.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support