Kelebihan dan Kekurangan Toyota Starlet Kapsul, Hatchback Paling Ngetren Era 1990-an

Panduan Pembeli

Toyota Starlet menjadi salah satu mobil yang paling diincar generasi muda pada era 1990-an. Mobil ini bentuknya membulat sehingga lebih dikenal sebagai Toyota Starlet Kapsul (Starkap). Starkap hadir mulai tahun 1991 hingga 1998, yang dilanjutkan dengan Toyota Yaris sebagai penerusnya pada 1999.

Starlet Kapsul merupakan model Starlet generasi keempat, sekaligus paling populer pada masa itu dibandingkan dengan Starlet generasi ketiga dengan julukan Starlet Kotak.

Starlet Kapsul untuk pasar Indonesia hadir dalam dua kode body, yaitu EP80 dan EP81. Kode bodi EP80 menunjukan untuk varian 1.0L dan EP81 untuk pilihan 1.3L. Starlet kapsul hadir dalam beberapa tipe, diantaranya; 1.0 XL, 1.3 SE, 1.3 SE Limited dan 1.3 SE-G.

Hal menarik dari Starlet kapsul ialah khusus untuk pasar Jepang dan Indonesia memiliki garnish pada bagasi. Ini membuat plat nomor belakang dipasang pada bumper. Sedangkan untuk negara-negara lainnya, pelat nomor dipasang pada panel bagasi.

Itu tadi sekilas pembahasan soal Starlet Kapsul. Berikut ini kami akan mengulas lebih jauh sosok hatchback populer era 90-an ini, termasuk kelebihan dan kekurangannya.

Desain Toyota Starlet Kapsul, Modis dengan Aksen Membulat

Starlet Kapsul  memiliki tampilan yang modis dengan desain yang timeless untuk sebuah hatchback yang lahir di dekade 90-an. Starlet sebenarnya merupakan versi hatchback dari sedan Toyota Great Corolla.

Starkap bermain di segmen hatchback yang bersaing dengan Honda Civic Estilo, Daihatsu Charade Winner, Suzuki Forsa Amenity, hingga Mazda Astina. Kecil, ringkas, tapi punya desain yang modis adalah beberapa kelebihan yang bisa kita lihat dari fisik Starlet Kapsul ini.

Pada bagian depan , mobil ini memiliki desain headlamp berbentuk trapesium dengan sudut yang membulat, dengan gril berwarna hitam dan terpampang logo toyota yang sudah dilapisi dengan warna chrome. Sisi sampingnya hanya dipercantik dengan side moulding serta spion yang membulat.

Desain bumpernya juga berlekuk bulat, dan ramping, sehingga memberi kesan langsing pada Starkap ini.  Pada bagian belakang Starkap memiliki tampilan dengan sudut pilar C yang membulat, sehingga muncul julukan kapsul. pada stop lamp berbentuk kotak mengapit garnish hitam dengan tulisan Starlet di bagian tengah.

Pada tipe Starlet SE-G, tidak ada garnish hitam di pintu belakang, dan hanya terpampang logo trioval Toyota yang memberi kesan sederhana.

Pada tahun 1996, SE dan SE-G mendapat facelift kembali dengan kap mesin dan body kit  "Turbo Look" karena bentuk kap mesin terdapat lekukan ditengahnya yang menyuguhkan nuansa sporty.

Dimensi yang Mungil dan Ramping

Bicara ukuran kendaraan, Toyota Starlet memiliki panjang 3.720 mm, lebar 1.754 mm dan tinggi 1.380 mm. Untuk wheelbasenya sepanjang 2.300 mm. Dengan panjang kurang dari empat meter membuat Toyota Starlet Kapsul terasa gesit dan lincah ketika dikendarai di kota-kota besar.

Interior Mungil dan Sederhana Khas Mobil 90-an

Masuk ke dalam kabin Toyota Starlet, tidak banyak hal istimewa yang bisa kita eksplorasi dari interiornya. Mobil ini masih memakai dashboard dengan material plastik, dengan kursi dibungkus bahan kain (fabric), serta doortrim berbahan fabric dengan corak serupa kursi.

Pada konsol tengah, hanya terdapat AC dengan pengaturan sliding, lighter, tombol hazard, serta head unit single DIN berupa radio-tape untuk yang masih bawaan mobil.

Kemudian pada bagian tengah di antara kursi depan hanya terdapat tuas transmisi manual dan tuas hand brake. Tidak ada konsol penyimpanan model terbuka di antara kursi depannya.

Spesifikasi Mesin yang Beragam

Starlet yang hadir di Indonesia memakai mesin Toyota E series, terdiri dari beberapa pilihan mesin tergantung tipenya. Pada Starlet XL (EP80) masih memakai mesin 1E 4 silinder 1000cc SOHC 12 valve dengan karburator. 

Mesinnya sanggup menghasilkan tenaga sebesar 55Hp pada 6000Rpm dan torsi 102Nm pada 3500Rpm. Tenaga disalurkan ke roda depan melalui transmisi manual 4 percepatan dari Toyota C140 transmission. 

Kemudian untuk Starlet SE (EP81) memakai mesin 2E yang sama dengan Corolla SE Saloon 4 silinder 1300cc SOHC 12 valve dan masih memakai karburator. Starlet SE memakai transmisi manual 5 percepatan dengan transmisi Toyota C150 transmission.

Tipe yang paling istimewa jelas Starlet Turbo (EP82) dengan konfigurasi 1300cc 4 silinder DOHC narrow angle 16 valve dengan EFI dan turbocharger. Tenaga yang dihasilkan mencapai 137 PS @6.400 rpm dengan torsi 157 Nm @4.800 rpm.

Kelebihan Starlet ada pada perawatannya yang murah dan lumayan irit bahan bakar. Dalam kondisi mesin yang sehat, konsumsi BBM Toyota Starlet Kapsul cukup irit. 

Untuk penggunaan dalam kota, Starlet mampu mencatatkan konsumsi BBM 11 km/liter. Sedangkan ketika digunakan berpergian keluar kota, konsumsi BBM-nya dapat mencapai 15 km/liter.

Perbedaan Fitur di Tiap Tipe Toyota Starlet 

Toyota Starlet diterima dengan antusias karena hadir dalam beberapa tipe. Ini membuatnya bisa dibeli oleh masyarakat dengan budget terbatas, walau itu adalah tipe termurah.

Starlet yang paling murah dan paling sederhana adalah tipe XL dengan mesin 1000cc. Model keluaran awal atau sekitar 1991 sampai 1992 masih mamakai pengapian platina. Starlet XL pada tahun 1992 mendapat perubahan berupa CDI dan garnish mika berwarna hitam dan abu-abu.

Untuk membuka jendelanya belum ada power window alias masih pakai sistem engkol. Starlet XL edisi terakhir keluar pada 1995 dengan garnish kecil berwarna merah dan putih.

Tipe tengah dari Starlet kapsul adalah Starlet SE dengan mesin 2E 1300cc. Starlet SE keluaran 1991 masih menggunakan platina untuk pengapiannya dan untuk membuka jendela masih pakai engkol. Kemudian pada tahun 1992 sampai 1997, platina pada Starlet SE ini digantikan dengan CDI. 

 

Untuk varian termahalnya ada Starlet SE Limited, dimana mobil ini hanya keluar tahun 1991. Starlet SE Limited masih memakai pengapian platina dan sudah memiliki fitur power window. 

Tipe SE Limited kemudian digantikan oleh Starlet SEG yang dijual pada kurun waktu 1992 sampai 1998. Untuk Starlet SEG 1992 sampai 1994 diberi kelengkapan berupa pengapian CDI, power window, foglamp, head rest sporty model bolong, setir palang 3 dan dilengkapi dengan fitur tilt steering.

Selanjutnya untuk Starlet SEG 1995 sampai Maret 1998 fiturnya masih sama dengan keluaran 1992 sampai 1994, hanya saja diberi tambahan berupa power steering.

Kekurangan Toyota Starlet, Sering Ditemui di Mobil Tua

Sebagai sebuah mobil lawas, Toyota Starlet Kapsul juga memiliki beberapa kekurangan baik itu dari sisi spesifikasi maupun karena usia pemakaian. Beberapa kekurangan yang muncul ini jamak terjadi di mobil lawas.

Cuma Ada Varian Transmisi Manual

Toyota Starlet yang ada di Indonesia hanya ditawarkan pilihan transmisi manual 5-percepatan saja. Padahal untuk versi Jepang dan beberapa negara juga tersedia opsi transmisi otomatis. Memang, masyarakat Indonesia di masa 90-an masih belum terbiasa dengan transmisi otomatis karena isu biaya perbaikan yang mahal dan durabilitasnya diklaim tak setangguh manual.

Masih Pakai Platina yang Kadang Merepotkan Saat Menyetelnya

Mobil-mobil keluaran lama termasuk Toyota Starlet Kapsul keluaran 1991-1992 masih memanfaatkan komponen platina dalam sistem pengapian. 

Fungsi utama platina adalah untuk menghubungkan dan memutuskan arus listrik dari kumparan primer koil pengapian ke massa. Tanpa ada platina maka tidak akan ada induksi listrik bertegangan tinggi di kumparan sekunder koil pengapian. Oleh karena itu pengecekan kondisi platina ini harus dilakukan secara rutin saat servis.

(YS)

Author

Berita Utama

Berita Populer

Lihat semua »