Jetour G700 dan T2 i-DM 'Unjuk Gigi' Lewati Tanjakan dan Kemiringan Ekstrem
ReviewBEIJING – Jetour G700 dan Jetour T2 i-DM membuktikan kemampuan untuk melewati tanjakan serta kemiringan ekstrem, dalam sebuah sesi test drive.
Pabrikan otomotif asal Tiongkok Jetour baru saja menggelar hajatan besar dengan mengundang lebih dari 200 perwakilan media dan influencer global—termasuk dari Indonesia—untuk mencicipi langsung ketangguhan lini SUV terbaru mereka.
Bertempat di kawasan Beijing Haidian Airport, China pada Jumat (24/4/2026), dua bintang utama yakni Jetour G700 dan Jetour T2 i-DM disiksa di berbagai lintasan untuk membuktikan kapabilitas dan teknologinya.
"Melalui sesi test drive ini, kami memastikan bahwa setiap inovasi JETOUR tidak hanya ditampilkan, tetapi juga dapat dirasakan secara langsung," tegas Marketing Director PT Jetour Motor Indonesia Moch Ranggy Radiansyah, seperti dikutip dari keterangan resmi.
Lantas, sehebat apa performa kedua mobil penjelajah ini saat diajak bercengkerama dengan medan ekstrem?
Test Drive dan Spesifikasi Singkat Jetour G700
Jetour G700 diposisikan oleh pabrikan sebagai All-Terrain Premium Hybrid Off-road SUV yang membawa DNA garang namun tetap menawarkan kemewahan kelas atas.
Dalam sesi ride-along di lintasan off-road, SUV bongsor ini sukses melahap rintangan ekstrem tanpa kendala berarti. Lintasan pengujian mencakup big hump (tanjakan besar), side slope (kemiringan), cross-axle, hingga rintangan roller ramp.
Ketangguhan menaklukkan tanjakan dan kemiringan ekstrem tersebut terwujud berkat sokongan GAIA Architecture. Arsitektur canggih ini berpadu dengan sistem tiga differential lock yang bekerja secara harmonis untuk memastikan traksi roda tetap maksimal di atas permukaan jalan seberat apa pun.
Di atas kertas, spesifikasi performanya memang tak main-main. Jetour G700 sanggup melesat berakselerasi dari 0-100 km/jam hanya dalam waktu singkat, yakni 4,6 detik.
Tak cuma kencang bak sportscar, mobil ini juga berani diajak berendam melintasi genangan air hingga kedalaman 970 mm. Manuver harian seperti slalom dan U-turn pun terbukti presisi dan stabil.
Menariknya, di balik kegarangan performa off-road tersebut, kabin G700 menawarkan kemewahan ala sultan.
Terdapat sistem tata suara premium Lexicon hasil pengembangan bersama merek ultramegah Rolls Royce, hingga jok multifungsi dengan sandaran kaki, meja, dan fitur pijat 8 titik untuk memanjakan pengemudi di medan berat.
Test Drive dan Spesifikasi Singkat Jetour T2 i-DM
Beralih ke model berikutnya, Jetour T2 i-DM hadir mengusung format Plug-in Hybrid (PHEV) yang mengawinkan efisiensi bahan bakar dengan ketangguhan ala SUV beraliran Travel Hybrid.
Dapur pacunya mengandalkan mesin hybrid 1.5TD-3DHT yang sangat responsif. Kombinasi mekanis ini sanggup memuntahkan tenaga gabungan sebesar 280 kW, disokong torsi puncak badak yang menyentuh angka 610 Nm.
Berbeda dengan G700 yang disiksa di medan off-road murni, sesi uji coba kendara T2 i-DM lebih difokuskan pada kelincahan, daya jelajah, dan stabilitas bodi.
Mobil ini dipacu maksimal untuk uji akselerasi, pengereman, U-turn, manuver slalom, dan melintasi kontur jalanan bergelombang. Hasilnya, T2 i-DM memamerkan respons cepat dan handling yang diklaim sangat stabil serta minim koreksi.
Kecanggihan interior turut dioptimalkan untuk pengalaman berkendara modern. Jetour membekali T2 i-DM dengan otak komputasi cerdas dari Snapdragon 8155 Smart Chip yang tertanam pada layar kontrol sentuh superbesar berukuran 15,6 inci.
Fitur penunjang aktivitas petualangan juga disematkan secara fungsional. Pabrikan telah membekali SUV ini dengan teknologi kamera pengawas panoramic imaging 540 derajat, sistem AC parkir, hingga colokan suplai daya eksternal (V2L) berkapasitas 3,3 kW yang sangat berguna untuk menyalakan perangkat elektronik saat berkemah.
Kedua model SUV hybrid ini dinilai memiliki karakter berbeda yang sama-sama berpotensi menggoda konsumen di pasar Tanah Air.
"Jetour G700 dirancang untuk menghadapi medan ekstrem dengan performa maksimal, sementara Jetour T2 i-DM menawarkan fleksibilitas dan efisiensi untuk berbagai kebutuhan perjalanan. Keduanya sangat relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia," pungkas Ranggy menutup jalannya sesi pengujian. [Xan]