Inden YU7 Bisa Setahun, Bos Xiaomi Minta Konsumen Beli Mobil Listrik Lain kalau Tak Sabar
Mobil ListrikBEIJING – Antrean untuk dapat Xiaomi YU7 bisa mencapai satu tahun. Bos Xiaomi pun sampai meminta konsumen di China yang banyak komplain karena tak sabar untuk beli mobil listrik lain saja.
Ekspansi bisnis Xiaomi ke otomotif sejauh ini selalu mendapatkan sambutan meriah. Mereka selalu kewalahan memenuhi permintaan para konsumen di China, baik ketika merilis mobil listrik perdana yakni Xiaomi SU7 maupun mobil listrik kedua yang bernama Xiaomi YU7.
Sekitar 18 jam setelah YU7 diperkenalkan dan dibuka pemesanannya pada Juni 2025, Xiaomi langsung menerima order sebanyak 240 ribu unit. Sebagai perbandingan, penjualan mobil-mobil listrik Tesla selama semester satu 2025 saja adalah 265.400 unit.
Inden YU7, seperti dilaporkan Bloomberg pada pertengahan Agustus 2025, sekarang bahkan bisa mencapai satu tahun—antara 56-57 pekan. Seperti bisa ditebak, komplain-komplain dari konsumen pun bertebaran di berbagai situs atau platform media sosial China.
Di situs 12365auto.com, YU7 masuk daftar 20 model mobil dengan keluhan terbanyak, dengan jumlah 95 komplain. Sebagian besar isinya terkait dengan masa inden yang sangat lama.
Chief Executive Officer (CEO) Xiaomi Lei Jun akhirnya buka suara mengenai hal ini. Akan tetapi, pernyataan dia cukup kontroversial.
Pasanya, Lei Jun malah merekomendasikan para konsumen yang buru-buru dan tak sabar itu untuk beralih membeli model mobil listrik lain dari para rival Xiaomi.
“Jika Anda butuh membeli mobil listrik dengan cepat, kendaraan energi baru dari merek-merek China lain cukup bagus,” kata dia via akun media sosialnya.
Lei Jun bahkan menyebut secara spesifik beberapa kompetitor sebagai alternatif YU7. Dia menilai XPeng G7, Li Auto i8, dan bahkan Tesla Model Y sebagai opsi alternatif.
Hebatnya, masih ada konsumen yang tetap bersedia menunggu YU7, setelah pernyataan nyeleneh dari Lei Jun.
Seorang pemesan YU7 dari Beijing yang tidak ingin disebutkan namanya memutuskan untuk menantikan unit YU7 miliknya datang, meskipun ia mengakui sempat berpikir untuk beralih ke Tesla Model Y. Pemicunya adalah desain headlight Tesla Model Y yang ia kurang sukai.
“Xiaomi dan Tesla punya keunggulan masing-masing dan Tesla sejauh ini sangat mampu bertahan. Tapi, untuk saya secara personal, saya ingin memilih sesuatu yang secara tampilan bagus,” tukasnya ketika diwawancarai. [Xan]