BYD Kejar Pembangunan Pabrik Mobil Listrik Berkapasitas Produksi 150 Ribu Unit di Indonesia

Mobil Listrik

JAKARTA– PT BYD Motor Indonesia pada acara BYD Media New Year Gathering di Multifunction Hall BYD Indonesia menyampaikan sejumlah update baik tentang bisnisnya di Tanah Air maupun secara global. Pabrikan asal China ini sukses jadi produsen mobil listrik terbesar di dunia dan terus mengupayakan pembangunan pabrik mereka di Indonesia. 

Pencapaian Global BYD

Secara global, tahun 2024 menjadi tonggak penting bagi BYD dengan menjual lebih dari 4,27 juta unit New Energy Vehicles (NEV), mencatatkan pertumbuhan 41% dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 3 juta unit. Ekspor NEV BYD juga meningkat signifikan dengan pengiriman 420 ribu unit ke berbagai negara. Pencapaian ini semakin mengukuhkan posisi BYD sebagai pemimpin industri kendaraan listrik dunia.

“Tahun 2024 merupakan tahun luar biasa bagi BYD. Dengan lebih dari 4,27 juta unit NEV terjual dan pencapaian produksi NEV ke-10 juta, kami terus berkomitmen untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di seluruh dunia dan mendukung pengurangan emisi karbon global,” Liu Xueliang, General Manager BYD Asia Pacific Auto Sales Division.

Pada November 2024, BYD mencatatkan rekor sebagai produsen pertama yang mencapai produksi 10 juta unit NEV. Dalam 15 bulan terakhir, BYD memproduksi 5 juta unit, menunjukkan kecepatan pertumbuhan yang luar biasa. Kontribusi BYD terhadap pengurangan emisi karbon global telah mencapai lebih dari 74 miliar kilogram CO2 atau setara dengan penanaman lebih dari 1,2 miliar pohon. Saat ini, kendaraan listrik BYD telah hadir di lebih dari 400 kota di 99 negara di enam benua.

Rencana Pabrik BYD di Indonesia

Untuk memperkuat kehadiran di Indonesia, BYD mengumumkan rencana pembangunan fasilitas pabrik yang akan selesai pada akhir tahun 2025 di Subang. Langkah strategis ini bertujuan mendukung pertumbuhan industri kendaraan listrik lokal dan menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara. Pabrik ini dirancang dengan kapasitas produksi hingga 150.000 unit per tahun, melayani pasar domestik dan ekspor.

“Kami berkomitmen untuk mendukung elektrifikasi Indonesia melalui pembangunan pabrik yang tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar tetapi juga memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Fasilitas ini akan membuka peluang pengembangan teknologi seperti baterai untuk kendaraan NEV termasuk EV dan PHEV,” sebut Liu Xueliang.

Dampak Positif untuk Indonesia

Pembangunan pabrik BYD di Indonesia diharapkan menciptakan lebih dari 18.000 peluang pekerjaan baru di berbagai sektor. Selain itu, transfer pengetahuan akan menjadi bagian integral dari investasi ini, memperkaya keterampilan teknis tenaga kerja Indonesia dalam produksi kendaraan listrik, pengembangan teknologi baterai, dan elektrifikasi kendaraan.

Investasi ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi tetapi juga memperkuat daya saing SDM lokal. Dengan keterampilan baru di sektor otomotif dan energi terbarukan, tenaga kerja Indonesia akan siap berkontribusi dalam memajukan industri kendaraan listrik nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
 

[Ryn/YS]

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<<

Tag Terkait

berita Berita Otomotif news BYD news BYD pabrik BYD

Author

Berita Utama

Berita Populer

Lihat semua »