Katanya Cuma LCGC Murahan, Tapi Kenapa Datsun GO Masih Dicari Sampai Sekarang?

Mobil Bekas

Kelebihan dan kekurangan Datsun GO menurut testimoni asli para pemiliknya, mulai dari irit BBM sampai drama kopling. Wajib baca sebelum beli bekas!

Kalau ngobrolin soal mobil murah meriah alias LCGC, nama Datsun GO sering jadi bahan bercandaan. Dianggap "specdown", interiornya dibilang ala kadarnya, sampai ada yang nyeletuk "kalengnya ngaleng banget".

Tapi anehnya, di grup-grup otomotif dan marketplace mobil bekas, Datsun GO tetap punya basis penggemar yang loyal.

Bahkan nggak sedikit yang bilang mobil ini "derajatnya lebih dari Lamborghini" karena jasanya nganterin keluarga ke rumah sakit sampai saat-saat genting.

Nah, biar nggak cuma dengar dari review YouTube yang kadang lebay, kita rangkum langsung dari cerita para pemilik Datsun GO di lapangan.

Mulai dari yang puas banget, sampai yang kapok gara-gara masalah kopling. Yuk simak sebelum kamu memutuskan beli Datsun GO bekas!

BACA JUGA: Kelebihan dan Kekurangan Datsun Go, Mesinnya Tidak Kalah Tangguh Dari Daihatsu Ayla

Sejarah Singkat: Datsun GO, Comeback Legenda yang Nggak Mulus

Datsun sebenarnya bukan nama baru. Merek ini sempat berjaya di era 70-80an lewat model seperti 510 dan 160J SSS. Reborn-nya Datsun di Indonesia dimulai sekitar September 2013, dengan tujuan merebut pasar mobil murah bareng Toyota Agya dan Daihatsu Ayla.

Sayangnya, strategi harga murah tanpa fitur dasar yang memadai bikin Datsun GO agak keteteran menghadapi kompetitor.

Puncaknya waktu Toyota Calya dan Daihatsu Sigra meluncur di 2016, penjualan Datsun GO langsung anjlok drastis. Upgrade CVT dan facelift di 2018 sebenarnya sudah lumayan menambal banyak kekurangan, tapi momentumnya keburu hilang duluan.

Meski begitu, sampai sekarang di pasar mobil bekas, Datsun GO dan GO+ masih punya banyak peminat karena satu alasan sederhana: harganya bersahabat dan biaya perawatannya murah.

Kelebihan Datsun GO Menurut Para Pemiliknya

1. Irit BBM, Cocok buat Harian

Ini yang paling sering dipuji. Banyak pemilik melaporkan konsumsi BBM di kisaran 1:12 sampai 1:13 untuk pemakaian manual harian, bahkan ada yang klaim rute Purwokerto-Jakarta cukup 150 ribu rupiah saja. Rasio giginya yang panjang bikin napas mesin terasa jauh buat jarak jauh.

2. Tarikan Bawah yang Responsif

Beberapa pemilik menyebut tarikan bawah Datsun GO "galak" untuk ukuran mobil 1.200cc 3 silinder. Getarannya pun disebut relatif halus dibanding kompetitor sekelas, meski tetap ada yang merasa mesinnya bergetar sampai ke kabin—tergantung kondisi unit dan tahun produksinya.

3. Akomodasi Keluarga (Khusus GO+)

Varian GO+ dengan konfigurasi 5+2 seater jadi pilihan keluarga yang butuh kabin lega tapi budget terbatas. Ini juga yang bikin GO+ sempat jadi primadona sebelum kalah pamor sama Calya dan Sigra.

4. Mesin Sama dengan Nissan March

Karena satu basis dengan Nissan March, urusan sparepart jadi lebih gampang dan murah. Banyak part bisa saling substitusi, jadi kalau ke bengkel umum pun nggak perlu khawatir kehabisan stok.

5. Biaya Perawatan Bersahabat

Karena basisnya LCGC dengan komponen yang cukup umum, banyak pemilik mengaku "nggak nyusahin" alias minim drama selama dipakai harian, asal servis rutin dan dirawat dengan baik.

Kekurangan Datsun GO yang Perlu Kamu Tahu

Biar review-nya berimbang, ini beberapa keluhan yang paling sering muncul dari para pemilik:

  • Fitur dasar yang minim. Handrem model tarik ala Panther, wiper cuma satu (mirip Mercedes-Benz W124 versi bercanda), jendela masih pakai engkol manual di beberapa varian awal.
  • Peredaman kabin kurang maksimal. Banyak yang mengeluh suara angin masuk saat kecepatan di atas 70 km/jam, dan air hujan yang meresap lewat plafon kalau belum dikasih peredam tambahan.
  • Interior terasa seadanya. Jok depan yang menyatu ala L300, bahan jok yang dianggap "papan dikasih busa", sampai besi pengunci pintu tanpa peredam suara.
  • Masalah kopling di unit awal. Beberapa pemilik generasi pertama melaporkan kopling cepat aus, dengan gejala mundur seperti "meja ditarik".
  • Electric Power Steering (EPS) yang mahal kalau rusak. Karena minim pelumas oli, kerusakan EPS bisa menembus angka di atas 5 juta rupiah untuk perbaikan.

Tabel Ringkasan: Kelebihan vs Kekurangan Datsun GO

Aspek Kelebihan Kekurangan
Konsumsi BBM Irit, rasio 1:12–1:13 Klaim irit bisa turun kalau pakai velg racing ukuran besar
Performa Mesin Tarikan bawah responsif, sebasis Nissan March Getaran mesin cukup terasa di beberapa unit
Interior & Fitur Kabin GO+ lega untuk keluarga Fitur dasar minim, material terasa murah
Kenyamanan Suspensi lumayan untuk harian dalam kota Peredaman kabin kurang, berisik di kecepatan tinggi
Biaya Perawatan Sparepart murah dan mudah dicari EPS mahal jika rusak, kopling awal rawan aus

Jadi, Worth It Nggak Beli Datsun GO Bekas?

Kalau kamu cari mobil harian yang irit, murah perawatan, dan nggak neko-neko, Datsun GO masih layak dipertimbangkan. Asal tahu apa yang kamu dapatkan.

Disarankan cari unit facelift di atas tahun 2018 karena sudah banyak perbaikan dari sisi fitur dan kenyamanan dibanding unit generasi awal.

Beberapa tips dari para pemilik: pastikan cek kondisi kopling dan EPS sebelum beli bekas, siapkan budget tambahan untuk peredam kabin kalau mau lebih senyap, dan hindari kebiasaan memutar setir saat mesin mati karena bisa mempercepat kerusakan EPS.

Pada akhirnya, Datsun GO membuktikan bahwa "murah" nggak selalu berarti "murahan" yang penting tahu cara merawatnya dan realistis dengan ekspektasi fiturnya sebagai mobil LCGC.

FAQ Seputar Datsun GO

Q: Datsun GO itu mesinnya sama dengan mobil apa?

A: Datsun GO menggunakan mesin 3 silinder 1.200cc yang basisnya sama persis dengan Nissan March, sehingga sparepart-nya banyak yang bisa saling substitusi.

Q: Apa perbedaan Datsun GO dan Datsun GO+?

A: Datsun GO adalah versi hatchback 5 seater biasa, sementara Datsun GO+ punya konfigurasi 5+2 seater untuk kebutuhan keluarga dengan kapasitas penumpang lebih banyak.

Q: Apakah Datsun GO irit BBM?

A: Ya, berdasarkan testimoni pemilik, konsumsi BBM Datsun GO rata-rata di kisaran 1:12 sampai 1:13 untuk pemakaian normal, meski hasilnya bisa berbeda tergantung ukuran velg dan gaya berkendara.

Q: Apakah Datsun GO cocok untuk pemula yang baru belajar mobil?

A: Cukup worth it karena harganya terjangkau, part-nya banyak dan murah. Namun perlu diperhatikan cara memutar setir saat mesin mati karena bisa merusak Electric Power Steering.

Q: Tahun berapa Datsun GO yang direkomendasikan untuk dibeli bekas?

A: Disarankan mencari unit facelift di atas tahun 2018 karena sudah ada banyak perbaikan fitur dan kenyamanan dibanding model generasi awal.

Tag Terkait

Datsun Go LCGC mobil bekas review pemilik Nissan march

Author

Berita Utama

Berita Populer

Lihat semua »