Daihatsu Yakin Penjualan Rocky Hybrid di Indonesia Bisa Makin Banyak pada 2026
Mobil ListrikMALANG – Penjualan Daihatsu Rocky hybrid pada 2026 di Indonesia diekspektasikan makin banyak. Soalnya, tahun depan, suplai unitnya dari pabrik Daihatsu Jepang juga meningkat.
Rocky e-Smart alias Rocky hybrid meluncur di Indonesia dalam GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) pada akhir Juli 2025, dengan harga di bawah Rp300 juta. Mobil hybrid perdana Daihatsu di Tanah Air itu masih diimpor utuh (completely built up/CBU dari Jepang).
Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada akhir November 2025, Daihatsu mulai mendistribusikan Rocky hybrid ke para pemesannya di Indonesia. Seremoni penyerahan unit perdana kepada konsumen digelar dalam GJAW (Gaikindo Jakarta Auto Week) 2025.
Domestic Marketing Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Budi Mahendra, dalam wawancara di sela-sela Daihatsu Kumpul Sahabat Malang 2025 pada Minggu (7/12/2025), menyebut SPK (Surat Pemesanan Kendaraan) Rocky hybrid sejak GIIAS 2025 hingga GJAW 2025 berkisar di angka 500 unit.
Awalnya, atensi terhadap model ini Budi katakan cukup tinggi. Namun, raihan SPK-nya menjadi terbilang lambat karena faktor tunggu yang agak lama.
Permintaan unit Rocky hybrid dari Daihatsu Indonesia ke Daihatsu Jepang pada 2025, terang Rocky, memang hanya sekitar 200 unit. Menurutnya, Daihatsu Indonesia bakal meminta suplai yang lebih banyak pada 2026.
“Untuk angka pastinya, saya enggak tahu. Hanya saja, pastinya lebih besar,” tukas dia di Lapangan Rambak, Malang, Jawa Timur.
Penjualan Daihatsu Rocky Hybrid 2026
Dengan bertambahnya suplai Rocky e-Smart atau Rocky hybrid dari Jepang ke Indonesia pada 2026, Budi percaya bahwa transaksi jual-beli compact SUV irit BBM satu ini juga bakal terkerek naik. Kendati demikian, dia belum bisa memberikan proyeksi pertumbuhan penjualan Rocky hybrid pada 2026.
Jangkauan pasar mobil hybrid di Indonesia sendiri, lanjutnya, lebih luas ketimbang mobil listrik murni (battery electric vehicle/BEV). Ini karena mobil hybrid tidak tergantung pada ketersediaan infrastruktur pengecasan kendaraan listrik.
Jadi, penetrasi penjualan mobil hybrid termasuk Rocky hybrid sangat mungkin sampai ke daerah-daerah di luar Jakarta dan sekitarnya.
“Kalau ngomongin BEV, kan, mayoritasnya ada di Jakarta, tuh. Di Jakarta bisa 80 persen atau bahkan lebih. Kalau pasar mobil hybrid lebih terbagi-bagi,” pungkasi Budi. [Xan]