Canggih! Changan sudah Dapat Lisensi untuk Pakai Teknologi Mobil Otonom Level 3 di China

Mobil Listrik

Changan menjadi salah satu pabrikan otomotif pertama yang mendapatkan sertifikasi resmi untuk penggunaan teknologi autonomous driving (mobil otonom/mobil swakemudi) Level 3 di China.

Changan Automobile, melalui keterangan resmi yang dirilis awal Maret 2026, mengumumkan keberhasilan mendapatkan akses produk untuk teknologi Autonomous Driving Level 3 (ADAS/Advanced Driver Assistance System Level 3).

Pencapaian prestisius ini menjadikan Changan sebagai salah satu merek otomotif asal China pertama yang sukses mendapatkan lisensi resmi mengemudi otonom bersyarat dari China Ministry of Industry and Information Technology (MIIT).

Langkah revolusioner ini bukan sekadar pencapaian bagi perusahaan tersebut, melainkan menjadi tonggak penting yang akan mengubah peta jalan pengembangan intelligent and connected vehicle secara global.

Melalui inovasi swakemudi cerdas yang ditopang oleh Software Defined Architecture (SDA) Intelligence, Changan membuktikan kesiapannya dalam menghadirkan kendaraan masa depan yang memenuhi standar keamanan global tanpa kompromi.

Mengenal Ruang Lingkup Operasional Otonom Level 3 Changan

Lantas, apa sebenarnya yang ditawarkan oleh lisensi Autonomous Driving Level 3 ini di dunia nyata? Persetujuan akses produk yang diraih oleh Changan memungkinkan salah satu model mobil penumpang (passenger car) mereka untuk beroperasi dalam mode pengemudian otonom satu lajur.

Lisensi ini memberikan kewenangan bagi sistem kendaraan untuk mengambil alih kendali kemudi secara mandiri pada rute-rute spesifik.

Untuk tahap implementasi awal, pengoperasian teknologi ini difokuskan oleh Changan di wilayah Chongqing, China, khususnya pada ruas jalan tol dan jalan layang perkotaan tertentu.

Teknologi canggih ini dirancang secara khusus untuk mengatasi masalah sehari-hari yang dihadapi pengemudi, yakni dengan mengambil alih kendali saat kondisi kemacetan lalu lintas terjadi, dengan batas kecepatan maksimal operasional hingga 50 km per jam.

Pemilihan rute strategis seperti inner ring expressway serta jalur lingkar dalam baru di Chongqing bertujuan untuk memastikan efektivitas sistem di area perkotaan yang padat, sebelum nantinya diperluas secara bertahap ke wilayah lainnya.

Pada sistem Level 3 ini, kendaraan memang dapat mengambil alih tugas mengemudi sepenuhnya pada kondisi operasional yang memenuhi syarat tersebut.

Namun, penting untuk dicatat bahwa dalam kaidah Autonomous Driving Level 3/L3, kehadiran pengemudi manusia tetap dibutuhkan.

Orang yang duduk di belakang setir kemudi harus selalu dalam keadaan siap untuk mengambil alih kemudi kapan pun sistem memintanya atau ketika kondisi jalan berada di luar parameter operasional sistem.

Validasi Level Sistem: 5 Juta Kilometer Pengujian di Dunia Nyata

Keberhasilan Changan dalam meraih lisensi dari kementerian China tidak didapatkan dengan mudah. Pencapaian ini didorong oleh proses system-level validation yang sangat masif dan ketat.

Tim teknis Changan telah mencatatkan total jarak tempuh uji coba di jalan raya dunia nyata yang mencapai lebih dari 5 juta kilometer. Angka ini membuktikan dedikasi perusahaan dalam memastikan setiap celah keamanan telah dievaluasi.

Dalam proses pengujian panjang tersebut, Changan telah memetakan sebanyak 185 kategori skenario mengemudi. Standar pengujian yang diterapkan ini bahkan melampaui tolok ukur regulasi resmi hingga 49 persen, dengan menempatkan porsi pengujian yang sangat besar pada kondisi-kondisi jalan yang ekstrem.

Berdasarkan data teknis yang dirilis, ketangguhan operasional sistem swakemudi ini terbukti dengan kemampuannya dalam menangani satu skenario risiko lalu lintas yang kompleks setiap 38,9 kilometer.

Hal ini membuktikan bahwa teknologi tersebut mampu beroperasi secara presisi dalam batasan Operational Design Conditions (ODC) yang telah ditetapkan oleh tim teknis internal perusahaan.

Arsitektur SDA dan Empat Pilar Keamanan Inti

Fondasi utama dari terobosan mobil otonom Changan terletak pada kerangka kerja teknologi kecerdasan yang disebut Software Defined Architecture (SDA).

Kerangka kerja ini dikembangkan secara mandiri oleh perusahaan untuk mengintegrasikan seluruh fase siklus produk, mulai dari tahap awal desain sistem otomotif hingga masuk ke lini produksi massal.

Untuk mengawal operasional Level 3 mulai dari tahap uji laboratorium hingga digunakan secara nyata oleh konsumen di jalan raya, Changan menekankan pentingnya pendekatan ekosistem keselamatan siklus hidup penuh, atau yang dikenal dengan istilah closed-loop safety system.

Fokus pengembangannya bertumpu pada empat pilar keamanan inti yang dirancang dan diverifikasi dengan batasan yang sangat jelas. Keempat pilar tersebut terdiri dari:

  1. Functional Safety: Memastikan sistem kendaraan beroperasi sesuai fungsinya tanpa malfungsi.
  2. Safety of the Intended Functionality (SOTIF): Menjamin keselamatan fungsi yang dimaksudkan, terutama saat menghadapi kondisi lingkungan jalan yang tidak terduga.
  3. Cybersecurity: Melindungi sistem dari peretasan dan serangan siber eksternal.
  4. Keamanan Data: Menjamin privasi dan integritas data pengguna selama operasional swakemudi berlangsung.

Pemantauan Berbasis Cloud 24/7 untuk Keamanan Maksimal

Untuk menjamin fungsi ADAS Level 3 aman saat beroperasi di jalan umum, Changan mengoperasikan platform pemantauan mutakhir berbasis cloud.

Platform ini diketahui telah berjalan secara stabil selama 18 bulan berturut-turut, mencatatkan rekor impresif dengan akurasi laporan dan tingkat keberhasilan peringatan keselamatan sebesar 100 persen.

Sistem cloud ini bekerja selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu (24/7) untuk menganalisis berbagai potensi ancaman, termasuk risiko siber dan risiko operasional kendaraan di jalan.

Platform ini dapat mendeteksi anomali secara instan, memberikan peringatan dini kepada sistem, serta mengoordinasikan respons secara real-time atau waktu nyata antara pusat operasi Changan dengan unit kendaraan yang sedang melaju di lapangan.

Bagi konsumen dan pengguna kendaraan, ekosistem pengawasan ini memiliki arti yang sangat besar. Keberadaan platform ini memberikan lapisan pengawasan dan proteksi tambahan, memastikan bahwa Autonomous Driving hanya akan aktif dalam kondisi jalan yang benar-benar memenuhi syarat.

Dengan sistem dan keamanan siber yang terus diawasi, risiko berkendara dapat diturunkan secara drastis, sementara tingkat kenyamanan dan rasa tenang pengemudi saat terjebak kemacetan akan meningkat secara signifikan.

Kekuatan R&D Global Changan

Keberhasilan Changan tidak lepas dari infrastruktur penelitian dan pengembangan (Research and Development / R&D) berskala raksasa.

Sebagai jenama otomotif kelas dunia yang telah mencetak total produksi global melampaui 30 juta unit, Changan terus mengucurkan investasi riset dalam jumlah yang sangat besar.

Saat ini, Changan mengoperasikan jaringan R&D kolaboratif di enam negara yang tersebar di sepuluh lokasi berbeda. Operasional ini didukung oleh kekuatan lebih dari 24.000 profesional lintas disiplin yang berasal dari 31 negara.

Fasilitas penelitian ini mencakup 44 pusat penelitian teknologi dan pengembangan produk, 20 perusahaan teknologi, serta 180 laboratorium mutakhir.

Hanya dalam tiga tahun terakhir saja, Changan telah menanamkan investasi R&D lebih dari CNY 60 miliar dan mengajukan lebih dari 14.000 permohonan paten, yang kesemuanya memfasilitasi evolusi berkelanjutan dari teknologi kemudi cerdas mereka.

Keberhasilan di ranah global ini juga disambut hangat oleh perwakilan Changan di Indonesia. Setiawan Surya, selaku CEO Changan Indonesia, turut memberikan tanggapannya terkait pencapaian historis ini.

“Pencapaian Changan Automobile sebagai salah satu brand otomotif China pertama yang meraih lisensi Autonomous Driving Level 3 merupakan tonggak penting, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi perkembangan industri otomotif global," ungkap Setiawan Surya.

Ia menambahkan bahwa pencapaian ini membuktikan inovasi SDA milik Changan telah diakui oleh regulasi keamanan paling ketat.

"Kami di Changan Indonesia tentu sangat bangga dan mengapresiasi pencapaian ini, karena menjadi fondasi kuat dalam menghadirkan teknologi kendaraan cerdas yang aman, terpercaya, dan relevan bagi konsumen Indonesia di masa depan,” tegasnya.

Pencapaian lisensi Autonomous Driving L3 ini membuktikan dedikasi Changan dalam menyatukan kecanggihan kecerdasan buatan (AI) dengan keamanan tanpa kompromi.

Dengan komitmen tinggi ini, Changan bersiap membawa visi teknologi swakemudi menjadi sebuah kenyataan praktis yang dapat segera dinikmati oleh para penggunanya secara global.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan) Terkait Mobil Otonom Changan

Q: Apa itu lisensi Autonomous Driving Level 3 yang diraih oleh Changan?

A: Lisensi Autonomous Driving Level 3 (L3) adalah izin resmi yang diberikan oleh China Ministry of Industry and Information Technology (MIIT) kepada Changan. Lisensi ini memungkinkan mobil penumpang Changan beroperasi secara otonom dalam satu lajur pada kondisi tertentu, seperti mengambil alih kendali saat kemacetan lalu lintas dengan kecepatan maksimal 50 km per jam. Walau kendaraan menyetir sendiri, pengemudi tetap diwajibkan siap mengambil alih kemudi jika dibutuhkan oleh sistem.

Q: Di manakah mobil otonom Level 3 Changan ini mulai dioperasikan?

A: Implementasi awal operasional ADAS Level 3 Changan fokuskan di Chongqing, Chgina. Operasionalnya dikhususkan pada ruas jalan tol strategis dan jalan layang perkotaan, termasuk kawasan inner ring expressway dan jalur lingkar dalam baru yang padat kendaraan.

Q: Bagaimana Changan memastikan keselamatan teknologi swakemudinya di jalan raya?

A: Changan memastikan keselamatan melalui pengujian masif sejauh lebih dari 5 juta kilometer di dunia nyata yang mencakup 185 kategori skenario mengemudi ekstrem. Selain itu, teknologi swakemudi ini diawasi oleh platform cloud 24/7 yang bekerja mendeteksi anomali operasional dan keamanan siber, dengan rekam jejak tingkat keberhasilan peringatan keselamatan dan akurasi laporan sebesar 100 persen selama 18 bulan operasional. Sistem ini juga didukung oleh empat pilar keamanan inti: functional safety, SOTIF, cybersecurity, dan keamanan data.

Q: Apa rahasia di balik sistem cerdas mobil Changan ini?

A: Fondasi utama inovasi Changan adalah Software Defined Architecture (SDA) Intelligence. Arsitektur ini dikembangkan secara mandiri untuk mengintegrasikan desain sistem dan produksi massal dengan ekosistem keselamatan siklus hidup penuh (closed-loop safety system). Pengembangan teknologi ini juga didukung oleh investasi R&D lebih dari CNY 60 miliar, keterlibatan 24.000 peneliti profesional dari 31 negara, serta lebih dari 14.000 pengajuan paten dalam tiga tahun terakhir.

Q: Apakah mobil swakemudi Level 3 Changan akan masuk ke pasar Indonesia?

Meskipun lisensi operasional saat ini berlaku di China, CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, menegaskan bahwa pencapaian lisensi ADAS Level 3 ini merupakan fondasi yang kuat bagi perusahaan. Pencapaian ini menjadi batu loncatan yang sangat relevan untuk menghadirkan teknologi kendaraan cerdas, aman, dan terpercaya bagi para konsumen otomotif di Indonesia di masa depan. Belum ada keterangan pasti bahwa mobil Changan dengan ADAS (Advanced Driver Assistance System) Level 3 akan masuk pula ke Indonesia. [Xan]

Tag Terkait

Changan Changan Indonesia Autonomous Driving Autonomous Driving Level 3 ADAS ADAS Level 3 Advanced Driver Assistance System Merek mobil China mobil Changan

Author

Berita Utama

Berita Populer

Lihat semua »