Bus Listrik Hyundai Siap Uji Coba di TransJakarta di Oktober 2025, Jarak Tempuh Tembus 300 Km Sekali Cas!
Mobil ListrikJAKARTA - Hyundai tidak hanya dikenal sebagai produsen mobil penumpang listrik seperti Ioniq dan Kona, tetapi juga mulai serius menggarap segmen kendaraan komersial ramah lingkungan. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan menghadirkan Bus Listrik Hyundai yang akan segera menjalani uji coba sebagai armada TransJakarta pada Oktober 2025 mendatang.
Langkah ini menjadi bukti bahwa Hyundai ingin memperluas portofolio elektrifikasinya di Indonesia, sekaligus mendukung kebijakan pemerintah terkait peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) serta pengurangan emisi karbon.
Dua Bus Listrik Siap Uji Jalan di Jakarta
Dalam acara Hyundai and Persija Signing Ceremony yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, Hyundai memperkenalkan dua unit bus listrik yang telah disiapkan sejak tiga tahun lalu.
Kedua bus tersebut memiliki peruntukan berbeda:
- Satu unit versi VIP yang ditujukan untuk tamu kehormatan dan keperluan promosi.
- Satu unit versi standar TransJakarta yang dirancang sesuai dengan spesifikasi teknis armada bus TransJakarta.
Andreas, selaku Penasihat Hyundai Commercial Vehicle, menjelaskan bahwa kedua bus tersebut sudah dikembangkan dengan setir kanan, menandakan kesiapan Hyundai memasuki pasar transportasi publik di Indonesia.
“Bus ini sudah kami siapkan sejak 3 tahun lalu, dikembangkan dengan setir kanan, dan dibuat untuk memenuhi nilai TKDN,” jelas Andreas.
Fokus pada Lokalisasi dan TKDN
Hyundai menegaskan komitmennya terhadap kebijakan lokalisasi komponen kendaraan listrik di Indonesia. Chassis bus didatangkan dari Korea, namun karoseri diproduksi di Indonesia agar dapat berkontribusi terhadap peningkatan TKDN.
“Pemerintah mendorong agar kendaraan yang beroperasi di Indonesia memiliki TKDN tinggi. Karena itu, kami menargetkan dalam 2–3 tahun ke depan bus Hyundai bisa mencapai lebih dari 40% TKDN,” tambah Andreas.
Lebih jauh, Hyundai juga menargetkan untuk memproduksi chassis dan mesin bus listrik di Indonesia mulai tahun depan. Dengan langkah tersebut, Hyundai berharap bisa menekan harga jual agar lebih kompetitif dibandingkan produk sejenis dari Tiongkok.
Dua Varian: 8 Meter dan 12 Meter
Bus listrik Hyundai yang disiapkan untuk TransJakarta hadir dalam dua varian ukuran:
- Versi 8 meter
- Versi 12 meter
Kedua varian ini akan menjalani masa uji coba selama tiga bulan mulai Oktober 2025 bersama TransJakarta. Satu unit versi 12 meter akan diuji sesuai spesifikasi armada reguler TransJakarta, sedangkan versi 8 meter akan digunakan untuk memperkenalkan produk kepada publik serta uji kelayakan operasional.
Spesifikasi Teknis Bus Listrik Hyundai
Untuk sektor teknis, Bus Listrik Hyundai menawarkan performa yang tidak kalah dari bus bermesin diesel konvensional. Berikut data teknisnya:
- Panjang: 10.995 mm
- Lebar: 2.490 mm
- Tinggi: 3.400 mm
- Jarak sumbu roda: 6.300 mm
- Baterai: Lithium-Ion 290,4 kWh
- Daya maksimal: 240 kW (setara 326 hp)
- Torsi maksimum: 102 kgm
- Sistem pengisian daya: Mendukung port charging tipe CCS2, standar umum di Indonesia.
- Jarak tempuh sekali pengisian: Sekitar 300 km.
Untuk proses pengisian daya, Andreas menjelaskan bahwa waktu pengisian bergantung pada jenis pengisi daya yang digunakan.
“Kalau menggunakan ultra fast charger, butuh waktu sekitar 1,5 jam untuk mengisi dari 0 hingga 100%,” jelasnya.
Menuju Produksi Lokal dan Pemanfaatan Baterai Buatan Indonesia
Ke depan, Hyundai menargetkan agar bus listriknya dapat dirakit sepenuhnya di Indonesia. Rencana tersebut juga sejalan dengan investasi besar Hyundai dalam pabrik baterai bersama LG Energy Solution di Karawang.
“Baterai juga akan diproduksi di Indonesia agar bisa memenuhi nilai TKDN sesuai kebijakan pemerintah,” kata Andreas.
Hal ini menunjukkan sinergi Hyundai dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional, mulai dari mobil penumpang, baterai, hingga kendaraan komersial seperti bus.
Dari EV ke Hidrogen: Visi Masa Depan Hyundai
Tidak hanya berhenti di kendaraan listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV), Hyundai juga berencana menghadirkan bus berbahan bakar hidrogen (Hydrogen Fuel Cell) untuk pasar Indonesia di masa mendatang.
“Target kami bukan mesin konvensional, tetapi kendaraan rendah emisi seperti EV dan hydrogen-based vehicle,” ujar Andreas.
Langkah ini sejalan dengan visi global Hyundai yang ingin menjadi pelopor transportasi bebas emisi, tidak hanya di pasar penumpang tapi juga di sektor kendaraan niaga.
Harga dan Kesiapan Produksi
Mengenai harga bus listrik Hyundai, Andreas tidak menyebutkan angka pasti, namun menegaskan bahwa Hyundai akan berusaha menawarkan harga kompetitif setelah proses lokalisasi dilakukan.
“Memang belum bisa menyaingi harga produk asal Cina, tapi setelah lokalisasi, kami yakin bisa menyesuaikan harga agar lebih terjangkau,” ungkapnya.
Untuk saat ini, Hyundai masih menyiapkan lokasi produksi khusus kendaraan komersial yang berbeda dari pabrik mobil penumpang di Cikarang.
Langkah Strategis Menuju Transportasi Publik Hijau
Kehadiran Bus Listrik Hyundai dalam program uji coba TransJakarta menjadi langkah strategis menuju transformasi transportasi publik yang ramah lingkungan. Dengan rencana produksi lokal, pemanfaatan baterai buatan Indonesia, serta dukungan terhadap TKDN, Hyundai memperlihatkan keseriusan untuk menjadi bagian dari transisi energi bersih nasional.
Jika uji coba berjalan sukses, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan masyarakat Jakarta akan melihat armada TransJakarta berlogo Hyundai melintas tanpa suara dan tanpa emisi di jalanan ibu kota.
[Ryn/YS]
>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<<