Bos Inchcape Indonesia: Kami Mau Penuhi Kebutuhan Mobil yang Beragam Lewat Berbagai Merek

Berita Otomotif

Inchcape Group berambisi memenuhi kebutuhan mobil yang beragam di Indonesia, melalui berbagai merek. Bahkan, tak menutup peluang daftar merek yang Inchcape bawa ke Indonesia bertambah lagi pada masa mendatang.

Inchcape bersama Indomobil Group saat ini menjadi distributor resmi bagi tiga merek mobil di Indonesia: GWM (Great Wall Motor) asal China, Mercedes-Benz asal Jerman, serta Jaguar Land Rover asal Inggris. Inchcape juga punya pabrik di Wanaherang, Bogor yang merakit mobil-mobil GMW dan Mercedes-Benz.

GWM, Mercerdes-Benz, maupun Jaguar Land Rover memang terus memperluas lini produk kendaraan elektrifikasi untuk pasar otomotif Tanah Air mulai dari hybrid, PHEV (plug-in hybrid electric vehice), sampai BEV (battery electric vehicle).

Tetapi, ketiga merek ini tetap tak mau melupakan model-model bermesin konvensional (internal combustion engine/ICE) modern yang makin minim polusi.

Hal ini, kata Interim Managing Director Inchcape Indonesia Bagus Susanto, sesuai dengan hasil survey yang Inchcape global lakukan bersama lembaga riset Censuswide yang menyasar berbagai region pada Februari 2025. Survey itu dilakukan untuk mengetahui persepsi konsumen di pasar otomotif dunia terhadap kendaraan elektrifikasi.

Survey bertajuk ‘Drivers of Change’ tersebut tak lupa menyertakan tujuh negara di region Asia Pasifik yaitu Australia, Indonesia, Thailand, Vietnam, Filipina, Singapura dan Hongkong.

“Dari survei itu, 88 persen konsumen di Indonesia melihat kehadiran new energy vehicle (NEV) sebagai sesuatu yang sangat positif… Meskipun dalam hal kepemilikan Indonesia masih relatif tertinggal. Dari 500 responden di Indonesia, baru 18 persen yang sudah memiliki ataupun mengendarai mobil dengan new energy vehicle tersebut,” tukas dia dalam sesi wawancara eksklusif dengan Mobil123.com di sela-sela IIMS 2026 yang berlangsung pada 5-15 Februari 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Hambatan Adopsi Mobil Listrik di Indonesia

Survey ‘Drivers of Change’, beber Bagus, mengungkap faktor-faktor penghalang adopsi mobil listrik murni alias BEV di Indonesia.

Alasan paling utama—mencakup 34 persen responden—adalah harga yang masih relatif tinggi bagi mereka. Setelahnya, terdapat faktor-faktor lain seperti ketersediaan infrastruktur pengecasan, kecemasan soal jarak tempuh mobil listrik, lama waktu pengecasan, maupun aspek keamanan dan keselamatannya.

Menurut Bagus, hal ini pula yang memicu perkembangan teknologi-teknologi elektrifikasi lain dalam bentuk mobil hybrid dan mobil PHEV. Malahan, ada yang pada akhirnya masih memilih mobil konvensional dengan teknologi yang semakin ‘hijau’.

Faktor lain yang turut berpengaruh terhadap tumbuh kembang teknologi elektrifikasi alternatif, lanjut Bagus, adalah arah kebijakan insentif di Indonesia yang mempengaruhi harga jual dari masing-masing teknologi.

“Jadi, mereka (konsumen) memilah-milah, apakah teknologi full battery electric vehicle yang cocok atau teknologi hybrid dan plug-in hybrid yang memberikan tingkat efisiensi lebih baik… atau mereka masih nyaman dengan teknologi ICE yang sekarang ini tentunya juga lebih bersih,” tukasnya.

Tak Semua Konsumen Mobil Mewah Suka Mobil Listrik

GWM, lanjut Bagus, disetel sebagai merek mobil untuk segmen yang lebih massal. Adapun Mercedes-Benz serta Jaguar Land Rover menyasar kalangan kelas menengah ke atas di segmen premium.

Bagus tak memungkiri orang-orang kaya yang berada di segmen mobil mewah relatif lebih siap untuk mengadopsi mobil listrik, ketimbang para target konsumen di segmen mobil menengah ke bawah.

Meski begitu, sebagian pemilik mobil premium pun masih ada yang belum menyukai mobil listrik.

Hal ini dibuktikan lewat tingkat penetrasi mobil listrik di segmen kendaraan premium.

“Kalau kita lihat contoh di merek premium seperti kayak Mercedes-Benz dan kompetitornya, penetrasi mobil listrik pada 2025 itu sekitar 11 persen. Jadi, hampir sama dengan penetrasi mobil listrik di pasar secara umum yang 12 persen-an,” aku dia.

Pasar Mobil Listrik Indonesia Belum Mencapai Klimaks

Di sisi lain, Bagus menganggap potensi pasar kendaraan listrik di Indonesia amat besar. Ia percaya transaksi jual-beli mobil hybrid, PHEV, maupun mobil listrik murni ke depannya masih bisa tumbuh lebih besar lagi.

Sebagai informasi, data Gaikindo menunjukkan bahwa transaksi jual-beli mobil listrik pada 2025 secara wholesales sudah mencapai 103.931 unit atau setara 12,9 persen dari total pasar yang berjumlah 803.687 unit.

Penjualan mobil hybrid 2025 menyentuh 65.943 unit (8,2 persen dari total pasar). Kemudian, penjualan mobil PHEV 2025 5.270 unit (0,6 persen).

Perkembangannya luar biasa pesat. Soalnya, pada 2022, penjualan wholesales mobil listrik baru 10.327 unit dan hanya berkontribusi 0,99 persen dari total pasar yang berjumlah 1.048.040 unit.

Penjualan hingga kontribusi mobil hybrid di pasar pada tahun itu juga mirip-mirip dengan mobil listrik yakni cuma laku 10.344 unit. Adapun mobil PHEV pada 2025 hanya laku 10 unit.

Inchcape Berpeluang Bawa Merek Mobil yang Lain Lagi

Di masa depan, merek mobil yang dibawahi Inchcape di Indonesia bisa saja bertambah lagi. Bagus membuka kemungkinan tersebut, mengingat di pasar global Inchcape juga memegang hak distribusi untuk bermacam merek.

“Inchcape ini, kan, sebuah perusahaan distributor global. Jadi, setahu saya, banyak merek yang dipegang Inchcape secara global baik itu merek-merek Jepang, China, maupun Eropa. Jadi, tidak menutup kemungkinan Inchcape Indonesia memperluas merek-merek yang ditangani di sini,” lontarnya.

Sayangnya, Bagus tidak memberitahukan apakah memang hal itu sudah menjadi rencana yang tinggal menunggu ‘waktu eksekusi’, wacana, atau masih dalam tahap studi.

“Tunggu saja tanggal mainnya. Tetap ikuti kiprah kami,” tandas dia.

Kemampuan Inchcape untuk membawa beragam merek mobil ke Indonesia, tandas Bagus, sangat menguntungkan. Mereka dapat mengisi berbagai ceruk konsumen maupun teknologi sesuai dengan kebutuhan maupun perkembangan di masing-masing segmen.

“Salah satu keuntungan kita dengan memiliki beberapa brand di bawah naungan Inchcape ini, maka kita bisa melihat istilahnya kesiapan masing-masing konsumen, karena tiap-tiap brand itu mempunyai identitas dan target customer yang berbeda-beda,” tuturnya.

Target Inchcape Group di Indonesia

Bagus tak lupa membongkar misi maupun target Inchcape Group di Indonesia. Salah satu target mereka adalah terus memperluas pilihan kendaraan untuk konsumen lewat berbagai teknologi yang dimiliki oleh merek-merek yang diboyong oleh Inchcape.

Dalam konteks penetrasi ke pasar kendaraan elektrifikasi, Inchape juga ingin fokus mengedukasi konsumen mengenai teknologi tersebut.

Mereka ingin mengomunikasikan kelebihan maupun kekurangan dari mobil hybrid, mobil PHEV, hingga mobil listrik secara transparan sehingga konsumen dapat memilih dengan tepat.

“Apa kelebihan, apa kekurangan, kemudian bagaimana ownership (proses kepemilikan—Red) untuk masing-masing teknologi itu juga disesuaikan dengan kebutuhan konsumen di tiap merek,” sebut Bagus.

Inchcape, lanjut dia, ingin pula berperan terhadap perekonomian serta target transisi menuju energi terbarukan dari pemerintah.

“Kami ingin memberikan kontribusi nyata melalui partisipasi kami lewat penjualan, perluasan infrastruktur, investasi manufakturing yang sudah kami lakukan di Wanaherang, dan juga teknologi yang ke depannya akan kami perkenalkan,” ucapnya.

Bagus tidak mengungkap target pengembangan pangsa pasar Inchcape Group di Indonesia, baik untuk segmen kendaraan elektrifikasi maupun pasar mobil secara umum. Menurut dia, sebagai pemain baru, masih terlalu dini untuk membicarakan hal itu.

Menurut dia lagi, jika berbicara spesifik mengenai pasar kendaraan elektrifikasi, yang terpenting sekarang adalah membuat konsumen akhirnya merasa yakin membeli mobil hybrid, PHEV, atau BEV.

“Data survey kami yang mengatakan tingkat kepercayaan di Indonesia mencapai 88 persen ikut mengangkat kepercayaan diri kami dalam mendukung elektrifikasi di Indonesia,” tutup Bagus. [Xan/YS]

Tag Terkait

IIMS 2026 Inchcape Inchcape Indonesia GWM GWM Indonesia Great Wall Motor Mercedes-Benz Mercedes-Benz Indonesia jaguar land rover Jaguar Land Rover Indonesia

Author

Berita Utama

Berita Populer

Lihat semua »