10 Hal Wajib Cek Sebelum Nyalakan Motor yang Lama Mangkrak

Berita Otomotif

Motor yang lama tidak digunakan sering kali terlihat baik-baik saja dari luar. Namun, jangan tertipu oleh tampilannya. Meski hanya terparkir di garasi selama beberapa minggu atau bahkan berbulan-bulan, ada banyak komponen yang bisa mengalami penurunan fungsi.

Kesalahan yang paling sering dilakukan pemilik motor adalah langsung menyalakan mesin dan menggunakannya seperti biasa. Padahal, tindakan tersebut justru berpotensi mempercepat kerusakan pada beberapa komponen penting, mulai dari aki, oli mesin, sistem bahan bakar, hingga ban.

Lalu, apa saja yang perlu dilakukan sebelum motor kembali digunakan setelah lama menganggur? Berikut penjelasan lengkapnya.

Kenapa Motor yang Lama Tidak Dipakai Bisa Bermasalah?

Banyak orang mengira motor hanya akan rusak jika sering dipakai. Faktanya, kendaraan yang terlalu lama didiamkan juga bisa mengalami berbagai masalah.

Saat motor tidak digunakan, oli akan mengendap di bagian bawah mesin sehingga beberapa komponen kehilangan lapisan pelumas. Selain itu, aki akan kehilangan daya secara perlahan karena terjadi self-discharge. Bensin yang terlalu lama tersimpan di tangki juga dapat mengalami penurunan kualitas.

Belum lagi jika motor disimpan di tempat yang lembap. Karat bisa muncul pada rantai, cakram rem, baut, hingga bagian logam lainnya.

Karena itu, motor yang sudah lama tidak digunakan membutuhkan pemeriksaan sederhana sebelum kembali dipakai di jalan.

1. Periksa Kondisi Aki

Komponen pertama yang wajib dicek adalah aki. Motor yang tidak digunakan selama satu hingga tiga bulan berpotensi mengalami aki soak, terutama jika menggunakan aki MF (Maintenance Free).

Periksa apakah lampu masih menyala terang dan klakson terdengar normal. Jika starter elektrik terasa berat atau bahkan tidak berfungsi, kemungkinan besar tegangan aki sudah turun.

Apabila memiliki multitester, pastikan tegangan aki berada di kisaran 12,4–12,8 volt saat mesin mati. Jika nilainya jauh di bawah angka tersebut, sebaiknya lakukan pengisian ulang atau ganti aki apabila sudah tidak mampu menyimpan arus listrik.

2. Cek Oli Mesin

Walaupun motor belum dipakai, kondisi oli tetap perlu diperiksa. Oli memang tidak cepat rusak hanya karena motor didiamkan. Jika oli sudah terlalu lama berada di dalam mesin, misalnya lebih dari enam bulan hingga satu tahun, kualitas pelumasnya dapat menurun.

Periksa volume oli menggunakan dipstick atau jendela oli sesuai tipe motor. Jika warna oli sudah sangat hitam atau sudah melewati jadwal penggantian, sebaiknya langsung diganti sebelum motor digunakan kembali. Menggunakan oli lama dapat meningkatkan gesekan antarkomponen mesin.

3. Periksa Bahan Bakar

Bensin yang terlalu lama tersimpan juga bisa menjadi masalah. Pada motor injeksi, bensin yang mengendap dalam waktu lama dapat meninggalkan residu yang mengganggu kerja injektor.

Sementara pada motor karburator, bensin lama bisa berubah menjadi endapan yang menyumbat saluran bahan bakar. Jika motor tidak digunakan lebih dari tiga hingga enam bulan, sebaiknya kuras tangki apabila kualitas bensin sudah diragukan, lalu isi dengan bahan bakar baru.

4. Cek Tekanan Angin Ban

Ban yang terlalu lama menahan beban motor akan mengalami penurunan tekanan angin. Bahkan, jika motor diparkir dalam waktu sangat lama, permukaan ban dapat berubah menjadi sedikit rata pada bagian yang menyentuh lantai (flat spot).

Periksa tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan sebelum motor digunakan. Selain itu, amati apakah terdapat retakan pada dinding ban atau tanda-tanda karet mulai mengeras akibat usia.

5. Pastikan Rem Masih Berfungsi Normal

Sistem pengereman tidak boleh diabaikan. Cakram rem dapat berkarat tipis apabila motor lama tidak digunakan, terutama jika disimpan di tempat yang lembap.

Tekan tuas rem depan dan belakang beberapa kali. Pastikan tuas terasa normal, tidak terlalu keras maupun terlalu dalam. Periksa juga apakah kampas rem masih tebal dan tidak menempel akibat karat.

Jika terdengar bunyi berdecit saat pertama digunakan, biasanya akan hilang setelah beberapa kali pengereman ringan. Namun jika suara terus muncul atau pengereman terasa lemah, lakukan pemeriksaan lebih lanjut.

6. Periksa Rantai atau CVT

Untuk motor bebek dan sport, cek kondisi rantai. Rantai yang lama tidak bergerak biasanya menjadi kering, berkarat, atau kekencangannya berubah.

Bersihkan rantai menggunakan cairan pembersih khusus, lalu berikan pelumas rantai sebelum motor digunakan.

Sedangkan pada motor matik, dengarkan apakah area CVT mengeluarkan suara yang tidak biasa ketika mesin mulai hidup. Apabila muncul bunyi kasar, ada baiknya melakukan pemeriksaan di bengkel.

7. Lihat Apakah Ada Kebocoran Cairan

Sebelum menghidupkan mesin, lihat lantai di bawah motor. Jika terdapat tetesan oli atau cairan lain, segera cari sumber kebocorannya.

Periksa area mesin, shockbreaker depan, selang bensin, hingga sistem pendingin pada motor yang menggunakan radiator. Jangan abaikan kebocoran sekecil apa pun karena bisa berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.

8. Periksa Filter Udara dan Rumah Filter

Motor yang lama disimpan sering menjadi tempat favorit serangga atau tikus. Tidak sedikit kasus di mana rumah filter udara dipenuhi debu, daun kering, bahkan sarang hewan kecil.

Karena itu, buka filter udara dan pastikan kondisinya masih bersih. Jika filter sudah terlalu kotor atau rusak, sebaiknya langsung diganti agar suplai udara ke mesin tetap optimal.

9. Nyalakan Mesin Secara Bertahap

Setelah semua pemeriksaan selesai, baru hidupkan mesin. Jangan langsung memainkan gas tinggi. Biarkan mesin langsam selama beberapa menit agar oli kembali bersirkulasi ke seluruh bagian mesin.

Perhatikan apakah muncul asap berlebihan, suara kasar, getaran tidak normal, atau lampu indikator yang tetap menyala. Jika semua terasa normal, lakukan pemanasan secukupnya sebelum mulai berkendara.

10. Gunakan Motor dengan Kecepatan Santai Terlebih Dahulu

Meski mesin sudah hidup normal, jangan langsung dipacu dalam kecepatan tinggi. Lakukan perjalanan pendek sekitar 5–10 kilometer.

Tujuannya agar seluruh komponen bekerja kembali secara bertahap, termasuk rem, suspensi, transmisi, dan sistem pendingin. Selama perjalanan, perhatikan apakah terdapat gejala seperti tenaga ngempos, mesin brebet, rem kurang pakem, atau getaran yang tidak biasa.

Jika muncul tanda-tanda tersebut, segera lakukan pemeriksaan di bengkel sebelum motor digunakan untuk perjalanan jauh.

Tips Agar Motor Tetap Prima Meski Jarang Dipakai

Jika Anda memang jarang menggunakan motor, ada beberapa cara sederhana agar kondisinya tetap terjaga.

Pertama, panaskan motor atau lebih baik lagi gunakan untuk berkendara singkat setidaknya seminggu sekali selama 10–20 menit. Cara ini membantu oli bersirkulasi, aki tetap terisi, dan komponen mesin tidak terlalu lama diam.

Kedua, parkirkan motor di tempat yang teduh dan kering agar terhindar dari kelembapan yang dapat memicu karat.

Ketiga, gunakan cover motor yang memiliki sirkulasi udara agar debu tidak menumpuk tetapi kelembapan tidak terperangkap di dalamnya.

Keempat, jika motor dipastikan tidak akan digunakan dalam waktu lama, lepaskan terminal negatif aki atau gunakan trickle charger agar kondisi aki tetap prima.

Terakhir, isi tangki bahan bakar secukupnya dan jangan biarkan bensin mengendap terlalu lama. Bila motor akan disimpan selama berbulan-bulan, pertimbangkan untuk menguras bahan bakar sebelum digunakan kembali.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemilik Motor

Ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari setelah motor lama tidak dipakai, antara lain:

  • Langsung menyalakan mesin lalu menarik gas tinggi.
  • Menggunakan motor tanpa mengecek tekanan ban.
  • Mengabaikan kondisi aki yang sudah lemah.
  • Tidak memeriksa oli mesin yang sudah terlalu lama.
  • Langsung melakukan perjalanan jauh tanpa uji jalan terlebih dahulu.
  • Mengabaikan suara atau getaran yang muncul setelah motor dihidupkan kembali.

Kebiasaan-kebiasaan tersebut terlihat sepele, tetapi bisa mempercepat kerusakan komponen dan meningkatkan risiko mogok di jalan.

FAQ Motor yang Lama Mangkrak

Q: Berapa lama motor yang tidak dipakai bisa membuat aki soak?

A: Umumnya sekitar 1–3 bulan, tergantung kondisi aki, jenis motor, serta ada tidaknya komponen yang tetap mengonsumsi daya saat motor mati.

Q: Apakah motor harus dipanaskan setiap hari?

A: Tidak harus. Yang lebih baik adalah menggunakan motor untuk berkendara singkat seminggu sekali agar seluruh komponen bekerja dan aki mendapat pengisian dari sistem pengisian motor.

Q: Apakah oli harus diganti meski motor tidak dipakai?

A: Jika oli sudah melewati interval waktu yang direkomendasikan pabrikan atau telah tersimpan selama berbulan-bulan, sebaiknya tetap diganti meskipun jarak tempuhnya masih rendah.

Q: Kenapa rem berbunyi setelah motor lama diparkir?

A: Biasanya karena muncul karat tipis pada permukaan cakram. Suara sering kali hilang setelah beberapa kali pengereman ringan. Namun jika tetap berisik atau pengereman terasa kurang pakem, lakukan pemeriksaan.

Q: Motor lama tidak dipakai apakah bensinnya harus dikuras?

A: Jika motor disimpan lebih dari tiga hingga enam bulan, terutama bila bensin sudah lama berada di tangki, menguras dan menggantinya dengan bahan bakar baru merupakan langkah yang disarankan.

Kesimpulan

Motor yang lama tidak dipakai bukan berarti bebas dari risiko kerusakan. Justru, kondisi diam dalam waktu lama dapat memengaruhi kondisi aki, oli, bahan bakar, ban, rem, hingga komponen mesin lainnya.

Sebelum kembali digunakan, lakukan pemeriksaan menyeluruh mulai dari kondisi aki, oli, ban, rem, sistem bahan bakar, hingga kebocoran cairan. Setelah itu, hidupkan mesin secara bertahap dan lakukan uji jalan dalam jarak pendek sebelum digunakan untuk aktivitas harian atau perjalanan jauh.

Dengan perawatan sederhana tersebut, performa motor dapat kembali optimal, risiko mogok dapat diminimalkan, dan usia pakai berbagai komponen pun menjadi lebih panjang.

(YS)

Author

Berita Utama

Berita Populer

Lihat semua »