Toyota Veloz Hybrid sudah Dipesan 6.500 Unit, Indennya Bisa 2-3 Bulan!
Mobil ListrikJAKARTA – Toyota Veloz hybrid diklaim mendapatkan respons sangat positif dari pasar otomotif Indonesia. SPK alias Surat Pemesanan Kendaraannya disebut telah mencapai level 6.000-an unit.
Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Jap Ernando Demily menyebut bahwa sambutan publik hingga media massa terhadap Veloz hybrid sangat baik, sejak dari fase pre-launching (pra-peluncuran), preview, peluncuran, hingga pengumuman harga resmi dalam ajang IIMS (Indonesia International Motor Show) 2026.
Angka pemesanan Veloz hybrid pun ia katakan terus meningkat. Sampai dengan akhir Februari 2026, SPK untuk MPV (multi purpose vehicle) tersebut diklaim mencapai sekitar 6.500 unit.
"Sampai hari ini, tercatat 6.500 SPK untuk Veloz hybrid. Jadi nanti kalau kita bagi bulan, rata-rata sekitar 1.800 lah," beber Ernando ketika diwawancarai dalam acara buka puasa Toyota bersama media massa, Jumat (6/3/2026) di Jakarta.
Veloz hybrid menjalani world premiere (debut global) pada akhir November 2025, dalam ajang GJAW (Gaikindo Jakarta Auto Week). Pemesanan resminya sekaligus dibuka mulai momen tersebut.
Sampai dengan akhir 2025, SPK atau pemesanan Veloz hybrid disebut telah menyentuh 4.000 unit. Artinya, ada penambahan pemesanan lagi sebanyak kira-kira 2.500 unit dalam waktu dua bulan.
Ernando menggarisbawahi bahwa jika disandingkan dengan performa penjualan Veloz sebelumnya yang non-hybrid, SPK varian hybrid sebanyak total 6.500 unit mencatatkan lonjakan yang sangat signifikan. Tak tanggung-tanggung, peningkatannya mendekati 200 persen.
"Jadi kalau kita compare (bandingkan) dengan Veloz yang lama, itu kurang lebih peningkatannya 180 persen," tegasnya.
Lama Inden Toyota Veloz Hybrid
Tingginya permintaan konsumen tentu berimbas langsung pada kapasitas produksi dan waktu tunggu. Mengingat momen bulan puasa dan tradisi pulang kampung yang makin dekat, banyak konsumen yang berharap mobil barunya bisa segera parkir di garasi.
Menjawab hal tersebut, Toyota menyatakan telah menginisiasi proses distribusi sejak pekan pamungkas bulan Februari lalu. Pabrikan berlogo 'T' oval ini memprioritaskan sebagian unit agar bisa menemani perjalanan mudik konsumen.
"Kita berusaha sampai dengan Februari, kurang lebih bisa (distribusikan) 2.000 unit lah, untuk customer di Indonesia yang bisa menikmati Veloz Hybrid baru untuk mudik Lebaran," jelas Ernando.
Meski demikian, dengan total pesanan yang mencapai 6.500 unit, konsumen yang baru menyerahkan tanda jadi saat ini dipastikan harus sedikit bersabar. Ernando tak menampik bahwa saat ini status Veloz Hybrid di diler masih harus mengantre.
"Masih inden hari ini posisinya. Ya, kurang lebih hari ini 2-3 bulan," ungkap Ernando.
Namun, Toyota Indonesia tidak tinggal diam melihat antrean yang mengular. Pihaknya menargetkan pemenuhan sisa pesanan yang sudah masuk bisa dirampungkan pada bulan April mendatang.
Upaya percepatan ini didukung penuh oleh lini produksi di Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).
"Ke depannya kita akan berusaha supaya waktu tunggu untuk customer di Indonesia nggak perlu terlalu lama lah," tutup Ernando. [Xan]