Test Drive BYD M6: Sensasi Mobil Listrik Keluarga yang Senyap dengan Torsi Perkasa
ReviewBeberapa waktu lalu Mobil123 berkesempatan diundang oleh PT BYD Motor Indonesia untuk merasakan langsung sensasi berkendara dari MPEV terbaru mereka yaitu BYD M6. Test drive ini dilakukan dari Jakarta menuju Bandung PP.
Rute yang dipilih oleh tim BYD cukup menantang untuk membuktikan kemampuan dari BYD M6 di rute pegunungan khas Subang dan Bandung. Dengan pemilihan rute ini, pihak BYD Indonesia ingin agar media merasakan kemampuan sebuah mobil listrik berpenggerak roda depan yang tidak kalah dengan mobil bermesin konvensional.
Dalam sesi test drive ini, peserta dari berbagai media nasional termasuk Mobil123 menempuh interval sekitar 339 km, melewati berbagai variasi medan jalan.
BYD M6 diajak berkendara di jalan tol, berkendara di jalan antar kota, jalur pegunungan, hingga tanjakan dengan kemiringan cukup ekstrim. Dari situasi ini diharapkan awak media bisa mengeksplorasi kemampuan sesungguhnya dari BYD M6.
Pihak BYD ingin menunjukkan kemampuan Multi Purpose Electric Vehicle (MPEV) pertama di Indonesia tersebut yang dirancang dengan kinerja yang telah sesuai kontur jalan di Tanah Air. Menurut kami, BYD M6 ini punya potensi yang besar untuk jadi mobil keluarga ramah lingkungan yang diminati banyak kalangan.
Secara dimensi, kami sempat membandingkan mobil ini kurang lebih panjangnya serupa dengan Nissan Grand Livina. Pada BYD M6, punya ground clearance yang agak tinggi sehingga tidak terlalu khawatir untuk jalan aspal pedesaan yang kurang mulus.
Dalam artikel ini, kami akan fokus membahas soal kemampuan mobil hingga kenyamanannya sebagai sebuah mobil keluarga. Simak ulasannya berikut ini.
BYD M6, Mobil Keluarga Ramah Lingkungan yang Nyaman Untuk Segala Situasi Berkendara
Dari subjudul di atas, kami langsung mengungkap kelebihan utama dari sebuah BYD M6 yaitu memiliki kenyamanan yang di atas rata-rata. Tidak berlebihan karena memang pabrikan asal Shenzen, China, merancang karakter suspensi maupun bentuk kursi yang memanjakan pengemudi maupun penumpang.
Dimulai dari karakter suspensi multilink yang diusungnya, mampu meredam guncangan di berbagai situasi, mulai dari jalan tol hingga jalan antar kota. Saat kami mengendarai BYD M6 ini di Tol Cipali, kami tidak menemukan gejala limbung berlebihan khas MPV.
Mobil ini tetap stabil walau digunakan bermanuver saat konvoi di kecepatan tinggi. Di satu sisi, per di mobil listrik ini juga tetap empuk meredam permukaan beton khas Cipali yang membuat mobil lain bisa terasa berguncang.
Sebagai informasi, kondisi jalan tol Cipali saat ini penuh dengan perbaikan jalan, sehingga iring-iringan rombongan test drive diarahkan oleh vorijder dari pihak Polri bermanuver melewati bahu jalan untuk mendahului truk yang berjalan lambat.
Lebih lanjut, suspensinya juga bisa memberi stabilitas yang baik saat konvoi BYD M6 terpaksa harus turun ke bahu jalan menghindari penyempitan jalan dan truk yang berjalan lambat di jalur 1.
Menurut kami, kenyamanan suspensinya mirip seperti Peugeot 5008 yang bisa tetap nyaman walau mobil dipacu pada kecepatan di atas 100 km/jam sekalipun di jalanan yang keriting.
Karakter suspensinya begitu empuk namun sangat stabil ketika melewati jalan aspal bergelombang di bahu tol. Ini karena BYD M6 menggunakan jenis suspensi kombinasi MacPherson Strut di depan dan Multi Link di belakang.
Suspensi milik BYD M6 ini juga cukup stabil dan nyaman ketika melewati jalan berliku menanjak di Kota Subang menuju Bandung.
Desain Kursi yang Ergonomis di Baris Pertama dan Cukup Nyaman di Baris Kedua
Kelebihan lain dari BYD M6 soal kenyamanan ialah pada rancangan kursinya. Pada baris pertama menggunakan kursi yang telah memiliki fitur ventilated seat, agar punggung bisa lebih adem atau hangat tergantung kebutuhan.
Bentuk kursi depan cukup lebar, dengan busa tebal yang telah memakai pengaturan elekrik di bagian pengemudi maupun penumpang. Sementara itu, kursi baris kedua di mobil listrik yang kami gunakan dalam sesi test drive beberapa waktu lalu berkonfigurasi captain seat.
Saat menjadi penumpang, kami merasakan impresi berkendara dari BYD M6 ini juga cukup nyaman di baris kedua. Mobil tidak mumbul-mumbul ketika digeber hingga 140 km/jam di tol MBZ. Mobil masih cukup anteng di kondisi jalan tol yang terkenal bergelombang.
Walau desain captain seat baris kedua lebih ramping dengan busa sedikit lebih tipis, tapi masih cukup nyaman karena bentuknya yang sesuai lekuk tubuh. Kualitas busanya masih cukup empuk sehingga bisa membuat badan tetap rileks untuk perjalanan jarak jauh.
Suasana kabinnya juga punya kekedapan yang baik meredam kebisingan dari luar, terlebih M6 juga merupakan mobil listrik sehingga sangat senyap. Kelemahannya hanyalah jenis ban Giti yang digunakan masih menghasilkan road noise yang cukup keras.
Performa BYD M6, Senyap dan Cukup Menakjubkan
Aspek berikutnya yang jadi sorotan dari sebuah mobil listrik ialah soal performa motor elektrik dari BYD M6. MPEV ini menggunakan konfigurasi penggerak roda depan, yang oleh sebagian orang dirasa kurang meyakinkan untuk jalan menanjak.
Namun kekhawatiran itu sirna berbekal spesifikasi BYD M6 yang cukup jumawa pada torsinya. Spesifikasi BYD M6 tipe Superior Captain yang kami gunakan ini dibekali motor listrik dengan tenaga maksimum 204 PS dan torsi mencapai 310 Nm.
Berbekal torsi yang melimpah, BYD M6 juga tidak kerepotan saat melewati jalur menanjak dan berliku di kawasan Subang hingga Ciater. Bahkan, mobil ini tidak kesulitan melahap tanjakan dengan kemiringan cukup ekstrim di Dago, Bandung.
Kami pun melakukan eksperimen mengendarai M6 di tanjakan panjang di daerah Dago. Mobil ini melaju dengan mulus tanpa kendala, bahkan untuk start awal juga tidak kesulitan meskipun memakai penggerak roda depan.
Saat dipacu pada tanjakan panjang ini, kami harus sedikit mengalah dengan menahan kecepatan. karena laju kendaraan di depan yang melambat karena agak sulit menanjak.
Sistem Regenerative Beri Efek Engine Brake yang Responsif
Sebagai sebuah mobil listrik, BYD M6 memakai sistem transmisi otomatis yang praktis. Meskipun demikian, mobil listrik ini memiliki kemampuan engine brake yang baik. Ini karena adanya teknologi regenerative yang menahan laju kendaraan saat kita lepas gas.
Sistem regenerative ini berfungsi untuk mengisi ulang daya listrik dari konversi energi kinetik pada roda kendaraan. Regenerative pada M6 bisa diatur sesuai kebutuhan, apakah berkarakter standar seperti pada CVT atau agresif seperti pada mobil dengan transmisi otomatis konvensional.
Lebih lanjut, pengereman di BYD M6 juga patut diapresiasi karena telah memakai cakram besar di keempat rodanya. Bannya memakai ukuran 225/55 ring 17. Kombinasi sistem regenerative brake yang responsif serta rem yang pakem ini teruji saat kembali dari Bandung menuju Jakarta. Kondisi tol Cipularang yang menurun panjang membuat kita tidak perlu sering-sering menginjak pedal rem.
Pengemudi cukup melepas kaki dari pedal gas dan sistem regenerative akan menahan laju kendaraan layaknya sistem engine brake di mobil konvensional.
(YS)