Pertamina Ngebut Demi Laksanakan Aturan B20
Berita OtomotifBATAM – PT Pertamina (Persero) telah merealisasikan perluasan Mandatori Biodiesel 20 persen (B20) dengan sangat cepat.
Gandhi Sriwidodo, Direktur Logistik, Supply Chain, & Infrastruktur Pertamina mengatakan bahwa selama periode Januari hingga 14 September 2018, Pertamina telah menggunakan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) untuk campuran Solar. Jumlahnya pun terbilang cukup besar yaitu sekitar 1,8 juta KL atau 80 persen dari target periode berjalan berkisar 2,265 juta KL.
“Sudah menjadi kewajiban kami untuk mensukseskan program Pemerintah. Momentum ini bisa menjadi trigger bagi badan usaha lain agar lebih cepat dalam menjalankan program B20," kata Gandhi.
Ia pun menambahkan bahwa pencampuran FAME ke bahan bakar jenis diesel bukanlah hal yang baru bagi Pertamina. Sebelumnya, Pertamina sudah melaksanakannya untuk bahan bakar jenis diesel PSO.
Program mandatori B20 yang dicanangkan pemerintah bertujuan agar percepatan pemanfaatan green energy sekaligus menghemat devisa dengan pengurangan potensi impor solar. Oleh karenanya, Pertamina harus melakukan pencampuran FAME baik untuk Bahan Bakar Diesel baik PSO (Public Service Obligations/Subsidi) maupun Non PSO.
Sementara itu Djoko Siswanto, Dirjen Migas Kementerian mengatakan bahwa hasil yang telah dicapai Pertamina ini patut diapresiasi. Pasalnya, langkah ini dapat menghemat bahan bakar dengan jauh lebih baik.
"Dalam pemantauan kami perluasan B20 yang dicapai Pertamina sudah 80 persen dari target periode berjalan, saya optimis bisa 100 persen di akhir tahun 2018 nanti. Saya berharap Pertamina melaksanakan program ini dengan sungguh-sungguh yang nantinya dapat menekan impor Solar dan berimbas pada penghematan devisa,” kata Djoko Siswanto. [Adi/Ari]