Peringatan bagi Pemilik Mobil Listrik, Jangan Keseringan Pakai Fast Charging!
Mobil ListrikJAKARTA – Fitur fast charging (pengisian daya kilat) memang mempersingkat waktu pengecasan daya mobil listrik. Tapi, kalau dijadikan kebiasaan, dalam jangka panjang konsumen bakal rugi.
Mobil listrik kini semakin menjadi tren di Indonesia. Ini ditunjukkan dengan semakin membesarnya penjualan atau pun pangsa pasar mobil listrik di pasar otomotif Tanah Air yang per April 2024 ini, menurut data dari Wuling, sudah mencapai 2,9 persen dari total penjualan mobil nasional.
Beragam pabrikan atau pun pemerintah memfasilitasi kemudahan pengisian daya dengan menyediakan sistem fast charging di mobil listrik atau pun stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Arus dayanya bisa mencapai hingga 200 kW, sehingga dapat mengisi baterai mobil listrik lebih cepat.
Akan tetapi, Product Planning PT SAIC General Motors Wuling (SGMW) Indonesia Danang Wiratmoko tidak menyarankan para pengguna mobil listrik untuk terbiasa menggunakan normal charging di rumah, dengan menggunakan perangkat yang disediakan oleh pabrikan. Sistem fast charging, tukas Danang, sebaiknya digunakan sewaktu-waktu saja.
“Jangankan mobil listrik. Baterai untuk barang elektronik lainnya, kalau menggunakan fast charging, akan kemasukan muatan daya listrik besar dalam waktu singkat. Artinya, jumlah arus yang masuk banyak dan ini menyebabkan suhu yang lebih tinggi sebagai konsekuensi natural,” buka dia di sela-sela konferensi pers peluncuran Wuling Cloud EV, 15 Mei 2024 di Jakarta.
Masa pakai baterai mobil listrik, sambung Danang, bakal berkurang lebih cepat kalau kondisi ini terjadi terus-menerus. Baterai pun bisa ‘pensiun’ lebih cepat dari semestinya.
Menurut Danang, beragam pabrikan otomotif sudah mencoba meminimalisir risiko tersebut dengan menyertakan teknologi temperature regulation di sistem kontrol baterai.
Meski begitu, lebih baik menghindari potensi memperpendek usia baterai, dengan membiasakan diri mengecas mobil listrik di rumah saat mobil ketika malam hari, saat pemiliknya sedang beristirahat dan kendaraan sedang tidak digunakan.
“Itulah kenapa kebiasaan home charging adalah salah satu kampanye kami di Indonesia. Selain supaya gampang dilakukan karena di rumah sendiri, juga agar baterai menjadi sehat,” tandas dia.
Wuling kini sudah memiliki tiga model mobil listrik murni. Sebelum Cloud EV, sudah ada Wuling Air EV plus Wuling Cloud EV.
Dua model di antaranya, Binguo EV serta Cloud EV, sudah menawarkan varian dengan sistem fast charging. Adapun semua varian Air EV hanya dilengkapi sistem normal charging. [Xan]