Pedagang Mobil Bekas Agak Waswas Menyetok Mobil China karena Kebiasaan Turun Harga
Mobil BekasTANGERANG – Karakter pabrikan mobil China yang gampang menurunkan harga dari mobil-mobil baru mereka membuat para pedagang mobil bekas agak waswas untuk menyetok unit sekennya terlalu banyak.
Chief Operating Officer (COO) Fokus Motor Group Azka Maulana mengungkapkan para pedagang mobil bekas saat ini cukup hati-hati membeli unit seken dari mobil China untuk dijual kembali. Ini berlaku bagi mobil China bermesin konvensional maupun yang berteknologi battery electric vehicle (BEV/mobil listrik murni).
“Sebenarnya lebih ke mobil listriknya, sih, yang mereka takut (untuk menyetok terlalu banyak). Tapi, mobil yang ICE (internal combustion engine/mesin konvensional) juga lumayan sih (takut) karena turun harganya juga cukup cepat,” kata dia usai seremoni peresmian diler mobil bekas Focus Motor Gading Serpong, Tangerang pada Rabu (27/8/2025).
Alasannya, lanjut Azka, karena merek mobil China lebih gampang menurunkan harga mobil barunya sewaktu-waktu. Apalagi jika berbicara mobil listrik yang banderolnya bisa tiba-tiba ‘disunat’ hingga ratusan juta rupiah.
Margin keuntungan para pedagang mobil bekasnya pun akhirnya menjadi sangat kecil atau malah berisiko tak ada. Alhasil, stok unit mobil China bekas akan sangat dijaga oleh para pebisnis kendaraan seken agar tidak terlalu banyak, sehingga lebih cepat habis.
Azka mencontohkan stok unit mobil China bekas di diler-diler Focus Motor yang jumlahnya tak sampai 20 persen. Adapun volume stok unit mereka setiap bulan berkisar di 700 unit setiap bulan.
“Kami sebagai yang bisnis mobil bekas juga bingung, kan. Enggak mungkin kami jual mobil bekasnya lebih mahal daripada mobil barunya, kan. Kami pasti mengikuti kebijakan dari APM (agen pemegang merek) untuk mobil barunya tersebut,” tandas dia.
Untungnya, klaim Azka, perputaran stok mobil bekas di diler-diler Focus Motor terbilang cepat. Jadi, profitabilitas mereka dalam menjual mobil China bekas cukup terjaga.
Azka mencontohkan bahwa belum lama ini mereka menyetok mobil listrik bekas dari BYD 100 unit. Dalam waktu dua bulan, seluruhnya sudah laku terjual kembali.
“Memang dari sisi kecepatan, kami keburu cepat jual lalu mereka baru diskon harga. Kayaknya kami tertolong di perputaran stok yang cepat,” tegas Azka. [Xan]