Mudik Elektrik Lebaran 2025; Mana yang Lebih Irit Antara Mobil Listrik dan Hybrid?
Mobil ListrikMudik Lebaran 2025 menjadi momen penting bagi para pecinta otomotif yang ingin menguji efisiensi kendaraan mereka, khususnya mobil listrik dan hybrid. Dalam video yang diunggah setelah momen lebaran, sejumlah jurnalis otomotif dari Mobil123, Autofun, dan Carmudi menggelar suatu uji kendaraan elektrifikasi.
Tim redaksi melakukan pengujian secara real-time EV maupun hybrid membagikan data konsumsi energi selama perjalanan mudik, lengkap dengan biaya per kilometer dan pengalaman masing-masing. Hasilnya cukup mengejutkan, mobil listrik terbukti jauh lebih hemat, meski dengan sejumlah catatan penting yang perlu diperhatikan.
Parameter Pengujian: Jarak Minimal dan Biaya Energi
Setiap peserta pengujian mudik ini diwajibkan menempuh jarak minimal 150 km agar data konsumsi energinya bisa dihitung secara akurat. Untuk mobil hybrid, bahan bakar yang digunakan adalah bensin RON 92, dan harga per liternya disesuaikan ke harga termurah di pasaran saat itu.
Sedangkan untuk mobil listrik, harga per kWh yang digunakan adalah tarif SPKLU PLN fast charging, yakni sekitar Rp2.467 per kWh.
Dengan standar penghitungan yang seragam ini, setiap mobil diuji berdasarkan efisiensi energi dan konversinya menjadi biaya per kilometer. Berikut ini adalah rangkuman lengkapnya.
Hitung Biaya Mudik Pakai Mobil Hybrid; Irit, Familiar, dan Mudah Dirawat
Mobil hybrid menghadirkan suatu inovasi yang menggabungkan mesin bakar dengan sistem motor elektrik. Dalam momen tertentu semisal start awal hingga kecepatan rendah, mobil melaju dengan mengandalkan motor listrik yang dayanya berasal dari baterai. Saat mobil melaju dalam kecepatan sedang hingga tinggi, akan menggunakan daya dari mesin bensin.
1. Suzuki XL7 Mild Hybrid
Konsumsi BBM: 16,79 km/l (full to full)
Biaya per km: Rp744
Teknologi mild hybrid sederhana membuat perawatannya mudah dan konsumsi BBM cukup baik, cocok bagi pengguna yang baru migrasi dari mobil konvensional.
2. Nissan Serena e-Power
Konsumsi BBM: 19,9 km/l (full to full)
Biaya per km: Rp628
Sistem e-Power cukup efisien untuk perjalanan jarak jauh, bahkan di medan naik-turun seperti ke Purwokerto.
3. Hyundai Santa Fe Hybrid
Konsumsi BBM: 14,38 km/l (full to full)
Biaya per km: Rp869
Performa baik tapi konsumsi agak boros akibat idle dan medan tanjakan. Tetap kompetitif untuk SUV besar hybrid.
4. Haval Jolion Hybrid
Konsumsi BBM: 14,65 km/l (full to full)
Biaya per km: Rp853
Kenyamanan menjadi keunggulan utama mobil ini, dengan performa efisiensi yang cukup baik meskipun terhambat macet.
5. Toyota Corolla Cross Hybrid
Konsumsi BBM: 24,2 km/l (full to full)
Biaya per km: Rp516
Hybrid paling irit dalam pengujian ini. Teknologi Toyota terbukti mampu mengoptimalkan penggunaan EV mode secara maksimal.
|
No |
Mobil |
Konsumsi BBM (km/l) |
Biaya per km (Rp) |
|
1 |
Suzuki XL7 Mild Hybrid |
16,79 |
744 |
|
2 |
Nissan Serena e-Power |
19,9 |
628 |
|
3 |
Hyundai Santa Fe Hybrid |
14,38 |
869 |
|
4 |
Haval Jolion Hybrid |
14,65 |
853 |
|
5 |
Toyota Corolla Cross Hybrid |
24,2 |
516 |
Mudik Pakai Mobil Listrik; Cuma Setengah Biaya Mobil Hybrid
Setelah membahas efisiensi mobil hybrid, kali ini kami akan mengulas soal efisiensi mobil listrik saat dipakai mudik atau perjalanan jauh. Dari hasil pengujian kami, terbukti biaya pengisian daya mobil listrik hanya sekitar setengah dari mobil listrik.
Hal yang jadi catatan penting ialah saat mudik pakai mobil listrik butuh perhitungan matang soal charging, apakah itu soal lamanya waktu pengisian atau lokasi charging terdekat.
1. Citroën E-C3
Efisiensi rata-rata: 8,37 km/kWh
Biaya per km: Rp293
Mobil listrik paling irit kedua dalam tes ini. Baterai kecil, performa standar, cocok untuk perjalanan jarak menengah.
2. Wuling Cloud EV
Efisiensi rata-rata: 8,83 km/kWh
Biaya per km: Rp280
Cocok untuk perjalanan luar kota yang cukup jauh. Konektivitas GBT dan CSS2 membuat pengisian daya fleksibel di SPKLU.
3. MG 4 EV
Efisiensi rata-rata: 7,7 km/kWh
Biaya per km: Rp320
Desain sporty dan nyaman dipakai mudik. Meski bukan paling irit, tetap efisien di kelasnya.
4. Hyundai Kona EV
Efisiensi rata-rata: 8,17 km/kWh
Biaya per km: Rp301
Model terbaru dari Hyundai Kona, merupakan penerus Kona EV yang kini merupakan generasi kedua. Lebih keren dan termasuk mobil listrik yang irit energi.
5. Geely EX5
Efisiensi rata-rata: 6,85 km/kWh
Biaya per km: Rp360
Tidak seefisien mobil listrik kecil, tapi memberikan kenyamanan dan fitur yang cukup lengkap.
6. Kia EV9
Efisiensi rata-rata: 5,12 km/kWh
Biaya per km: Rp481
Mobil berukuran besar dengan tenaga besar (400 HP), namun tetap efisien untuk ukuran SUV mewah. Biaya per km-nya lebih rendah dibanding SUV bensin besar.
7. BYD Atto 3
Efisiensi rata-rata: 6,35 km/kWh
Biaya per km: Rp388
Cocok untuk pemakaian harian dan mudik jarak dekat seperti Jakarta–Bogor. Performanya seimbang dengan efisiensi.
8. Chery J5
Efisiensi rata-rata: 4,7 km/kWh
Biaya per km: Rp524
Termasuk cukup boros dari seluruh mobil listrik yang dites. Namun performanya bisa menyaingi mobil bensin sekelas.
9. Mercedes-Benz EQS
Efisiensi rata-rata: 4,77 km/kWh
Biaya per km: Rp516
Tergolong boros karena ukuran mobilnya yang bongsor dan menggunakan penggerak all wheel drive.
10 Aion V
Efisiensi rata-rata: 8,11 km/kWh
Biaya per km: Rp304
Dilengkapi fitur kulkas dan roof rail, cocok untuk perjalanan keluarga dengan banyak barang bawaan.
|
No |
Mobil |
Efisiensi (km/kWh) |
Biaya per km (Rp) |
|
1 |
Wuling Cloud EV |
8,83 |
280 |
|
2 |
Citroën E-C3 |
8,37 |
293 |
|
3 |
Hyundai Kona EV |
8,17 |
301 |
|
4 |
Aion V |
8,11 |
304 |
|
5 |
MG 4 EV |
7,7 |
320 |
|
6 |
BYD Atto 3 |
6,35 |
388 |
|
7 |
Geely EX5 |
6,85 |
360 |
|
8 |
Kia EV9 |
5,12 |
481 |
|
9 |
Mercedes-Benz EQS |
4,77 |
516 |
|
10 |
Chery J5 |
4,7 |
524 |
Mana yang Lebih Unggul Antara Mobil Hybrid dan Mobil Listrik?
Jika dilihat dari sisi biaya per kilometer, mobil listrik jelas unggul. Bahkan dibandingkan Toyota Corolla Cross Hybrid yang biaya per kilometernya hanya Rp500, mobil listrik seperti Wuling Cloud EV atau Citroën E-C3 bisa menekan hingga setengahnya, yakni Rp280–Rp293 per km.
Namun, mobil listrik tetap memiliki tantangan, yaitu:
- Ketersediaan SPKLU: Walaupun infrastruktur fast charging seperti milik Voltron dan PLN sudah cukup merata, pengguna tetap harus merencanakan perjalanan dengan matang.
- Waktu pengisian: Meski sudah tersedia fast charger hingga 360 kW, tidak semua mobil kompatibel. Proses charging tetap memerlukan waktu dibanding isi bensin.
Sementara itu, mobil hybrid masih menjadi solusi paling aman untuk yang tidak ingin pusing memikirkan infrastruktur. Mereka tetap irit, apalagi jika sistem hybrid-nya sudah matang seperti milik Toyota.
Mobil Modern Didukung Fitur yang Mendukung Pengalaman Mudik
Beberapa fitur pada mobil-mobil yang diuji juga disebut sangat membantu selama perjalanan, antara lain:
- Android Auto dan Apple CarPlay wireless: Mempermudah navigasi dan hiburan.
- Kulkas mini di konsol tengah: Terutama pada Aion V, sangat berguna untuk menyimpan bekal dan minuman.
- Kursi pijat dan audio premium di Kia EV9: Menambah kenyamanan di perjalanan jauh.
Kesimpulan
Melihat hasil rekap Mudik Elektrik 2025 ini, bisa disimpulkan bahwa mobil listrik sangat efisien secara biaya, namun tetap membutuhkan kesiapan rute dan waktu charging. Sementara mobil hybrid menawarkan efisiensi cukup baik dengan kemudahan penggunaan dan jangkauan lebih luas.
Jika kamu sering bepergian dalam kota atau antar kota dengan jarak yang sudah kamu kuasai, mobil listrik adalah pilihan masa depan. Namun untuk perjalanan dadakan, rute baru, atau daerah minim SPKLU, hybrid bisa jadi opsi paling realistis.
(YS)