Kuras Radiator Mobil secara Rutin Itu Penting, Berapa Biayanya?

Panduan Pembeli

Kuras radiator mobil punya tujuan yang cukup penting. Oleh karena itu, pemilik mobil perlu melakukan kuras radiator secara berkala.

Radiator merupakan salah satu bagian yang vital dan sangat menentukan kinerja mesin mobil. Komponen ini merupakan ‘ujung tombak’ sistem pendinganan dapur pacu kendaraan yang bertugas untuk membuang panas dari mesin dan mendinginkan air radiator atau coolant.

Dengan demikian, radiator penting untuk menjaga suhu mesin untuk tetap berada di level ideal, sehingga tidak terjadi overheat (suhu terlalu panas). Bentuk perawatannya sendiri di antaranya ialah kuras radiator.

Kuras radiator mobil sebaiknya dilakukan oleh teknisi yang memang ahli. Bahkan, ada bengkel khusus radiator untuk melakukan perawatan maupun perbaikan dari komponen tersebut.

Jika pengguna kendaraan lalai melakukan servis atau pun kuras radiator dalam jangka waktu yang lama, siap-siap saja kerepotan di tengah jalan karena mesin mobil overheat.

Tujuan dan Manfaat Kuras Radiator Mobil

Kuras radiator, berdasarkan penelusuran dari beragam sumber, merupakan salah satu bentuk perawatan untuk memperpanjang usia dari komponen tersebut dan mereduksi risiko overheat. Fungsinya ialah membersihkan kotoran atau kerak dari saluran radiator.

Soalnya, kotoran dan kerak lambat laun pasti terbentuk di dalam saluran radiator. Jika terus-menerus dibiarkan, akan terjadi penyumbatan radiator yang pada akhirnya mengganggu efektivitas sistem pendinginan mesin.

Kerak itu juga dapat membuat bagian thermostat di dalam radiator menjadi macet.

Di samping itu, air radiator atau coolant lama-kelamaan juga akan terpapar residu, sehingga menjadi kotor. Alhasil, fluida yang lama perlu dikuras, kemudian diganti dengan yang baru.

Kapan Harus Kuras Radiator Mobil?

Jangka waktu untuk melakukan kuras radiator mobil bisa saja berbeda-beda untuk setiap model. Oleh karena itulah, sang pemilik sebaiknya memperhatikan petunjuk di dalam buku manual kendaraan atau pun jadwal servis berkala yang dianjurkan oleh masing-masing pabrikan.

Ada yang menganjurkan untuk melakukan kuras radiator mobil dan mengganti coolant setiap 20 ribu km, 40 ribu km, hingga 80 ribu km. Bisa pula melakukannya setiap enam bulan, satu tahun, atau malahan dua tahun sekali.

Tidak ada yang paling salah maupun paling benar dari rekomendasi-rekomendasi di atas. Variasi yang terjadi dapat dipengaruhi oleh jenis mobil, spesifikasi mesin, cara pakai kendaraan, sampai pada usia dari mobil itu.

Ciri-ciri Radiator Mobil sudah Harus Dikuras

Kuras radiator terkadang juga perlu dilakukan kalau sang pemilik atau pengguna mobil merasakan masalah pada komponen tersebut. Berikut adalah berbagai pertanda radiator sudah perlu dikuras.

Warna Air Radiator atau Coolant sudah Berubah

Air radiator atau coolant umumnya diberikan warna. Hal tersebut bukannya tanpa alasan.

Warna air radiator bisa menandakan apakah komponen satu ini sudah waktunya dikuras atau belum. Jika warna coolant sudah memudar, keruh, atau bahkan terlihat coklat dan kotor, sudah waktunya untuk melakukan kuras radiator plus mengganti cairan di dalamnya.

Air Radiator atau Coolant Cepat Berkurang

Sistem pendinginan di dalam radiator memiliki tekanan. Oleh karena itu, wajar jika terkadang air radiator atau coolant terlihat berkurang.

Turunnya air radiator masih wajar kalau tidak melewati batas maksimal dan terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama. Seandainya coolant menjadi sering berkurang sampai harus ditambahkan terus, berarti ada isu yang terjadi pada komponen tersebut.

Jika itu yang terjadi, segeralah mendatangi bengkel kepercayaan Anda untuk memeriksanya, kemudian melakukan kuras atau servis radiator jika perlu.

Mesin Mobil Gampang Overheat

Jika sistem pendinginan bekerja dengan normal, mesin mobil sangat tidak gampang mengalami overheat. Pasalnya, radiator beserta komponen-komponen pendukungnya bakal bekerja keras menjaga suhu mesin tetap berada di taraf yang pas atau ideal.

Namun, radiator maupun coolant yang terlampau kotor dapat mengganggu kinerja radiator dan menyebabkan mesin lebih gampang mengalami overheat.

Kalau Anda melihat indikator suhu mesin di meter cluster sering sekali naik melebihi yang seharusnya, cepatlah datangi bengkel dan melakukan kuras atau servis radiator.

Biaya Kuras Radiator Tergolong Murah

Untungnya, pemilik mobil tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam, saat melakukan kuras radiator. Ini karena biaya kuras radiator masih terbilang murah.

Menurut beragam referensi di internet, biaya kuras radiator paling besar hanya Rp100-200 ribuan saja. Itu pun sudah termasuk dengan coolant sebanyak lebih dari 5 liter.

Cara Kuras Radiator Mobil Sendiri

Penulis sangat merekomendasikan kuras radiator dilakukan oleh teknisi di bengkel, demi hasil yang maksimal. Akan tetapi, tidak ada salahnya mengetahui bagaimana cara melakukannya sendiri.

Sebelum kuras radiator mobil sendiri, ada beberapa peralatan yang mesti dipersiapkan. Sang pemilik atau pengguna perlu menyediakan corong, panci pembuangan besar, obeng, kunci, air mineral, plus cairan pendingin.

Setelah semua perlengkapan di atas tersedia, lakukan empat tahap pengurasan radiator. Berikut rinciannya:

Nyalakan dan Panaskan Mesin Terlebih Dahulu

Pertama-tama, dianjutkan untuk menyalakan serta memanaskan mesin mobil Anda terlebih dahulu selama paling-tidak lima menit. Ini dilakukan untuk mencegah endapan kotoran pada bagian bawah radiator karena coolant bakal bersirkulasi ketika mesin mobil berjalan.

Matikan Mesin, Cari dan Buka Lubang Pembuangan

Langkah kedua, matikan mesin dan tunggu hingga dapur pacu menjadi agak dingin. Buka penutup radiator di atas, dilanjutkan dengan lubang pembuangan radiator di bagian bawah.

Tampung coolant yang mengalir keluar dengan panci yang sudah disiapkan, sehingga nantinya mudah dibuang dan tidak mengotori area di sekitar. Proses pembuangan ini umumnya memakan waktu kurang-lebih 10 menit.

Kuras Radiator Mobil Menggunakan Air atau Radiator Flush (RF)

Langkah ketiga, tutup kembali lubang pembuangan pada bagian bawah radiator. Selanjutnya, isi radiator dengan air mineral atau air suling sampai penuh, lalu nyalakan kembali mesin agar air tersebut bersirkulasi membersihkan kotoran dan korosi di dalamnya.

Tunggu proses ini selama sekitar 15 menit, kemudian buang lagi air mineral atau air suling tersebut. Tutup lubang pembuangan untuk melangkah ke tahap terakhir.

Sebagai informasi saja, air mineral atau air suling dapat pula digantikan oleh fluida khusus yang disebut radiator flush (RF). Radiator flush bersifat abrasif sehingga lebih ampuh.

Radiator flush bisa menjadi opsi jika terjadi beberapa kondisi. Misalnya saja ‘bandel’ mengganti coolant dengan air biasa, proses pendinginan lambat karena ada sumbatan, sudah bertahun-tahun tak mengganti coolant.

Masukkan Coolant yang Baru

Proses terakhir dari kuras radiator ialah memasukkan coolant yang baru, dengan menggunakan corong. Seperti sudah sempat disinggung di awal, jumlah coolant yang diperlukan mencapai lebih dari satu galon atau lebih dari 5 liter.

Kesimpulan

Kuras radiator mobil sangat diperlukan untuk menjaga sistem pendinginan mesin, sehingga mengurangi risiko terjadi overheat. Agar sesuai dengan kebutuhan, ikuti anjuran dari pabrikan atau pun bengkel resmi terkait waktu servis berkala, termasuk waktu untuk melakukan kuras radiator.

Sempatkan diri mengecek dan melihat kondisi radiator secara rutin, untuk melihat apakah kuras sudah diperlukan atau belum. [Xan/YS]

Tag Terkait

kuras radiator kuras radiator mobil cara kuras radiator biaya kuras radiator Radiator flush

Author

Berita Utama

Berita Populer

Lihat semua »