Komentar Chery setelah Penjualan di Indonesia Disalip BYD: Lihat Nanti, Makin Seru!
Berita OtomotifJAKARTA – Chery masih percaya diri dengan performa mereka di pasar Indonesia pada 2024, meskipun sementara ini penjualan mereka sedang disalip oleh BYD.
Merek mobil China makin banyak berdatangan ke Indonesia dan persaingan di antara mereka pun makin seru. Salah satunya di antara Chery dengan BYD.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) periode Januari-September 2024 menunjukkan bahwa penjualan retail (distribusi unit dari diler ke konsumen) BYD sudah melampaui Chery, meski mereka baru mulai masuk dan berjualan di Indonesia tahun ini.
BYD membukukan transaksi jual-beli pada sembilan bulan pertama 2024 menyentuh 6.224 unit. BYD kini berada di ranking 11 merek mobil terlaris di Indonesia, dengan pangsa pasar 0,9 persen.
Posisi itu sendiri tadinya ditempati oleh Chery. Gara-gara BYD, Chery harus rela turun satu peringkat ke nomor 12 merek mobil terlaris di Indonesia dengan penjualan retail 5.959 unit selama Januari-September 2024.
Performa penjualan Chery sendiri sebenarnya tidak bisa dikatakan jelek karena naik 93,4 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy), dari sebelumnya 3.087 unit.
Menanggapi kerasnya ‘sikut-sikutan’ dengan BYD, Sales Director PT Chery Motor Indonesia (CMI) Budi Dharmawan mengingatkan bahwa kompetisi di pasar otomotif negeri ini sangat dinamis dan Chery tidak akan tinggal diam.
Pada 2024, lanjut dia, Chery punya dua model baru yang bisa memberikan momentum untuk menggenjot penjualan mereka di Bumi Pertiwi.
Model pertama adalah Chery Tiggo 8 yang sudah mengaspal pada 8 Oktober 2024, sedangkan model kedua ialah Chery iCar 03 yang siap hadir akhir 2024.
“Tentunya keduanya bikin persaingan ini akan makin seru. Kita lihat nanti,” pungkas Budi menanggapi pertanyaan Mobil123.com usai seremoni 'Chery Go Green Fund' pada pertengahan Oktober 2024 di Jakarta.
Assistant to President Director CMI Zeng Shou mengungkapkan kalau target penjualan Chery pada 2024 minimal 10-11 ribu unit.
Ia percaya Tiggo 8 membuat Chery meraup volume penjualan baru yang membantu mereka mencapai target. Model ini, akunya, merupakan salah satu buah pembelajaran mereka setelah eksis selama dua tahun di Indonesia.
“(Tiggo 8) berkapasitas tujuh penumpang, harga di bawah Rp400 juta. Ini model yang sangat potensial dan menjanjikan bagi pasar Indonesia. Soalnya, semuanya sudah cocok setelah kami pelajari Indonesia selama dua tahun,” ucap dia mengenai SUV yang sebenarnya berada di segmennya Honda CR-V itu.
Zeng Shuo pun tak kalah optimistis terhadap iCar 03, calon mobil listrik kedua Chery di Indonesia setelah Omoda E5. SUV listrik dengan perkiraan harga Rp500-600 juta itu akan ada di segmen yang ia rasa unik.
“Ground clearance-nya bagus, kemampuan menanjaknya juga. Dia mobil listrik tapi bisa menangani kondisi jalan lebih komplet. Jadi, konsumen tak perlu khawatir pakai mobil listrik meski jalan pakai mobil listrik. Jarak tempuh baterainya juga bagus. Ini benar-benar mobil listrik yang bisa offroad,” janjinya. [Xan]