Kelebihan dan Kekurangan Suzuki XL7 2020 yang Jarang Disadari, Apakah Itu?

Panduan Pembeli

Suzuki XL7 meluncur pertama kali sejak Februari 2020. XL7 hadir sebagai Low SUV 7-seater yang mengambil basis dari Suzuki Ertiga. Low SUV ini tersedia dalam tiga varian, Alpha, Beta, dan Zeta.

Sebagai sebuah Low SUV, Suzuki XL7 seolah kalah pamor bila dibandingkan dengan low SUV lain yang sama-sama berpenggerak roda depan. Harga bekasnya kini cukup terjangkau, dan bisa dibeli dengan harga di bawah Rp200 juta untuk tipe tertinggi keluaran 2020.

Dengan pasara harga segitu, Suzuki XL7 2020 bekas menjadi opsi realistis bagi masyarakat yang mencari low SUV nyaman, terjangkau, maskulin, tapi juga tak merepotkan soal perawatan. 

Bagi orang Indonesia, paras XL7 pun tidak dianggap aneh seperti Confero. Penampilan dari Suzuki XL7 bisa kita lihat kalau desainnya itu netral, mirip seperti Xenia atau Mobilio.

Mengutip istilah zaman sekarang, XL7 ini adalah Ertiga yang ikut program fitness body builder. Walau mengambil dari basis bodi dan platform yang serupa, tapi Suzuki mengklaim ada 200 perbedaan komponen antara XL7 dan Ertiga.

Sebagai Low SUV yang underrated, ada beragam hal yang jarang diketahui masyarakat soal kelebihan dan kekurangan Suzuki XL7 selain soal kelengkapan fiturnya. Berikut ini kami akan mengulas kelebihan dan kekurangan yang jarang diketahui. 

Kelebihan Suzuki XL7 2020 yang Jarang Diketahui

Banyak orang yang kurang selera melihat Suzuki XL7, dan cenderung main aman memilih Ertiga. Padahal, XL7 ini juga punya beberapa kelebihan yang membuatnya lebih oke dibanding Ertiga atau sesama low SUV berpenggerak roda depan. Berikut ini berbagai keunggulan dari Suzuki XL7 yang tidak banyak orang ketahui.

Transmisinya Masih Pakai Matic Konvensional


Suzuki XL7 2020 dibekali mesin K15B berkapasitas 1.462 cc yang dapat menghasilkan daya sebesar 104,7 PS pada putaran 6.000 rpm serta torsi maksimal 138 Nm pada putaran 4.400 rpm. Pilihan transmisinya tersedia manual 5-percepatan atau otomatis konvensional 4-percepatan.

Hal yang terpenting dari transmisi otomatis di Suzuki XL7 yaitu masih setia pakai konvensional 4AT. Untuk pemburu mobil second disarankan untuk cari yang matic konvensional ketimbang CVT. 

Meskipun dianggap jadul, tapi soal maintenance transmisi matic konvensional di XL7 akan jauh lebih worry free dibandingkan Mobilio, Avanza/Xenia, BR-V, hingga Xpander Cross yang kini sudah beralih ke CVT.

Alasannya terdapat pada durabilitas transmisi CVT yang kalah tangguh daripada matic konvensional. Konon, transmisi CVT memiliki usia kerja optimal hingga 200 ribu kilometer. Kalau kita tidak teliti saat cek unit dan memeriksa riwayat pemakaian sebelumnya, bakal bikin tekor untuk perbaikan CVT.

Sebagai gambaran, dengan budget kisaran Rp15 juta, kita bisa overhoul transmisi 4AT hingga selesai. Sedangkan untuk estimasi overhoul matic CVT minimal Rp20 juta hingga Rp40 jutaan.

Fitur Suzuki XL7 Bekas Cukup Oke di Harga Under Rp200 Juta

Bisa dibilang Suzuki XL7 merupakan penyempurnaan dari Ertiga, dengan fitur yang lebih komplit. Suzuki XL7 2020 tipe Alpha hadir dengan fitur-fitur canggih seperti smart e-mirror yang merupakan spion tengah dengan fungsi untuk merekam kejadian pada sisi depan maupun sisi belakang mobil secara langsung.

Smart e-mirror atau spion pintar yang sudah dilengkapi dengan kamera dashcam yang sudah dilengkapi dengan memori penyimpanan. Versi SUV dari Ertiga ini juga terdapat keyless push start stop button.

Lebih lanjut, Suzuki XL7 juga dilengkapi dengan fitur hiburan berupa layar sentuh berukuran 10 inci dengan koneksi Bluetooth serta didukung sistem audio dengan enam speaker. Fitur lainnya di tipe tertinggi XL7 2020 terdapat AC digital auto climate with heater serta power outlet hingga baris ketiga. 

Tak hanya itu, XL7 juga sudah disematkan pendingin minuman pada cup holder bagian tengah. Jadi, menambah nilai fungsional dan kepraktisan saat perjalanan jauh bersama keluarga.

Bicara aspek keamanan dan keselamatan berkendara, Suzuki XL7 dilengkapi fitur ABS & EBD, dual SRS airbag, ISOFIX, Hill Hold Control (HHC), Electronic Stability Programme (ESP), sensor parkir, kamera belakang, serta kunci immobilizer.

Terdapat Upgrade Kaki-kaki

Walau basisnya dari Ertiga, XL7 juga mendapat penyesuaian di bagian kaki-kaki. Untuk diketahui, ground clearance Ertiga berdasarkan data teknisnya setinggi 180 mm. 

Sedangkan XL7 posturnya lebih tinggi, mencapai 200 mm. Secara dimensi, kedua mobil ini juga berbeda. SUV XL7 memiliki panjang 4.450 mm, lebar 1.775 mm dan tinggi 1.710 mm. Sementara Ertiga memiliki dimensi panjang 4.395 mm x lebar 1.735 mm dan tinggi 1.690 mm. 

Perbedaan profil ban juga memengaruhi ground clearance kedua mobil. Dari data speknya, XL7 mengusung ban berukuran 195/60 R16, sementara Ertiga 185/65 R15.

Untuk memperkuat kesan tangguh, Suzuki menambahkan body cladding berkelir hitam di sisi samping XL7. Sementara itu, pada bagian bawah bumper depan dan belakangnya ditambahkan aksen under guard berkelir silver.

Kekurangan Suzuki XL7 2020 yang Wajib Diketahui

Setelah membahas berbagai keunggulan dari Suzuki XL7, kini kami akan mengulas berbagai kekurangan yang belum banyak diketahui.

Dengan basis dari Suzuki Ertiga, maka cita rasa dari MPV tersebut masih terbawa di XL7. Ini membuat Suzuki XL7 jadi kurang terkesan mewah bila dibanding sesama low SUV lain. Berikut ini berbagai kekurangan tersebut.

Interior di Suzuki XL7 Masih Terbawa Suasana Ertiga

Sharing platform menjadi hal yang cukup lumrah terjadi dalam industri otomotif. Sebagai contoh di brand Honda dikenal dengan anekdot salam satu dashboard karena desainnya yang sama persis untuk lima model yang berbeda.

Kondisi serupa juga terjadi dengan di Suzuki XL7 dan Ertiga. Keduanya mirip di bagian dashboard, dan interiornya juga nyaris identik walau ada beberapa penyesuaian di beberapa bagian.

Bedanya yaitu pada aksen wood panel pada Ertiga, sedangkan di XL7 2020 diubah menjadi aksen carbon panel. Selebihnya, material interior yang digunakan pada Suzuki XL7 Alpha sebagai tipe tertinggi juga sama persis seperti Ertiga GX, termasuk pada bagian jok yang setia memakai bahan fabric.

Padahal fungsi jok kulit cukup penting untuk mobil keluarga bergenre SUV, agar kursinya mudah dibersihkan dari tumbuhan air, makanan, atau bercak tanah saat mobil usai digunakan menerabas medan off road. Material leather juga menunjukkan kesan interior sebuah mobil jadi makijn mewah.

Namun demikian, bahan fabric sebenarnya tak kalah nyaman, karena kain memberi efek hangat dan lembut bila dalam kondisi dingin. Aroma khas mobil baru pun tak menyengat kuat bila di mobil dengan jok beludru atau fabric, sehingga risiko mual atau pusing cenderung minim.

Suzuki XL7 2020 Belum Memiliki ADAS

Fitur ADAS (Advanced Driver Assistance System) saat ini bukan lagi suatu teknologi cerdas yang hanya bisa dinikmati oleh mobil-mobil premium. Kendaraan berstatus Entry Level di bawah Rp300 juta pun mulai banyak yang dijejali perangkat keselamatan aktif yang bekerja menggunakan sensor maupun radar tersebut.

Fitur ADAS dapat ditemui pada Honda BR-V dimana untuk tipe tertingginya sudah dijejali teknologi Honda SENSING. Toyota Raize telah memiliki Toyota Safety Sense, dan Hyundai juga tak mau kalah karena telah membekali teknologi Hyundai SmartSense pada Stargazer X.

Sementara di XL7 2020 masih belum memiliki fitur keselamatan aktif, bahkan hingga muncul edisi facelift di tahun 2023 lalu. Hal ini menjadi suatu poin minus Suzuki yang kurang inovatif pada lini produk mereka. 

(YS)

Author

Berita Utama

Berita Populer

Lihat semua »