Kasus Chery Tiggo 8 CSH Diakui Berdampak pada Penjualan, tapi SPK sudah 5.000-an Unit
Mobil ListrikJAKARTA – Kasus viral Chery Tiggo 8 CSH di Indonesia diakui berdampak pada laju pemesanannya. Meski begitu, total SPK (Surat Pemesanan Kendaraan) Tiggo 8 CSH tetap masih terbilang banyak bagi Chery.
Seperti diberitakan sebelumnya, Tiggo 8 CSH sempat menghadapi kasus yang viral di media sosial. Pasalnya, seorang konsumen berinisial ‘S’ pada awal September 2025 mengeluhkan unitnya yang mengalami mati mesin, AC tak dingin, serta jump-shift di akun Facebook komunitas pemilik Chery.
Berdasarkan hasil investigasi Chery, penyebab masalah pada Tiggo 8 CSH milik konsumen ‘S’ adalah kurangnya edukasi terhadap penggunaan mode-mode berkendara yang tersedia di model tersebut yang dibarengi oleh gaya mengemudi sangat agresif.
Masalah dengan konsumen ‘S’, kata Country Director PT Chery Motor Indonesia (CMI) Zeng Shuo, sudah selesai dengan baik dan memuaskan. Akan tetapi, kasus yang keburu viral ini sudah berhasil membuat sebagian calon pemesan Tiggo 8 CSH menjadi was-was.
“Lumayan impaknya (terhadap penjualan Tiggo 8 CSH). Ada yang jadi wait and see,” ucap Zeng Shuo dalam konferensi pers klarifikasi kasus Tiggo 8 CSH pada Rabu (24/9/2025) di Jakarta.
Ada peminat serius Tiggo 8 CSH yang diakui menunda pemesanan, tapi terdapat pula yang benar-benar membatalkan. Head of Brand and Marketing CMI Rifkie Setiawan menambahkan bahwa orang-orang yang menunda untuk melakukan SPK lebih banyak.
“Kebanyakan yang menunda, ya, karena mereka ingin melihat jawabannya dan responsnya kami seperti dari satu kasus ini,” akunya.
Jumlah SPK Chery Tiggo 8 CSH sampai September 2025
Di sisi lain, jumlah Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) maupun penjualan Tiggo 8 CSH tetap diklaim memuaskan sejauh ini oleh Chery. Zeng Shou menyebut bahwa SPK yang mereka terima untuk Tiggo 8 CSH hingga mendekati akhir September 2025 sudah sekitar 5.000 unit.
Adapun penjualan retail Tiggo 8 CSH pada rentang waktu yang sama telah menyentuh kisaran 3.000 unit.
“Kami sudah mengirimkan sekitar 3.000 mobil ke konsumen,” tandas Zeng Shuo.
Tiggo 8 CSH meluncur di Indonesia pada 15 Mei 2025. Model ini menjadi mobil PHEV (plug-in hybrid electric vehicle) pertama Chery di Tanah Air.
Tiggo 8 CSH sekaligus menjadi mobil PHEV termurah di Indonesia untuk saat ini.
Harga Chery Tiggo 8 CSH ketika meluncur perdana ialah Rp499 juta OTR (on the road) Jakarta untuk 100 konsumen pertama. Banderolnya kemudian naik menjadi Rp519,9 juta OTR Jakarta setelah kuota tersebut habis. [Xan]