Indonesia Pusat Produksi dan Ekspor GAC Aion di Asia Tenggara! Pabrik Kapan Selesai?
Mobil ListrikJAKARTA – GAC Aion mengungkap rencana besar mereka untuk Indonesia. Negara ini akan menjadi pusat produksi dan ekspor dari merek mobil asal China tersebut di pasar global, khususnya untuk kawasan Asia Tenggara (ASEAN).
GAC Aion, di depan Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM RI), mengumumkan komitmen memperkuat investasi. Mereka pun membeberkan rencana strategis untuk menjadikan Indonesia salah satu pusat operasi global, terutama untuk region ASEAN.
GAC Aion pertama-tama akan memperkuat kehadiran di Indonesia sebagai basis manufaktur, dilanjutkan tahap kedua yaitu melakukan ekspor ke negara-negara ASEAN dan menjadikan Indonesia pusat produksi mobil listrik di Asia Tenggara. Pada tahap ketiga, GAC Aion bakal memperluas ekspor dari Indonesia.
“Indonesia memiliki potensi besar sebagai pusat industri otomotif di Asia Tenggara. Oleh karena itu, dengan dukungan penuh dari mitra strategis kami yakni Indomobil, kami sangat percaya pada kekuatan pasar otomotif di Indonesia,” kata President GAC International Wei Haigang melalui keterangan resmi pada Rabu (26/2/2025).
Sekadar mengingatkan, GAC Aion memperkenalkan diri perdana di Indonesia pada Juni 2024, sekaligus meluncurkan model pertama yaitu GAC Aion Y Plus. Setelah itu, mereka berturut-turut merilis Hyptech HT, GAC Aion ES, kemudian GAC Aion V.
Kini, GAC Aion bersama Indomobil Group sedang membangun pabrik di Cikampek, Karawang, Jawa Barat. Kapasitas produksi yang disiapkan pada fase awal mencapai 50 ribu unit per tahun.
Pabrik GAC Aion di Indonesia ditargetkan beroperasi penuh pada 2025, tepatnya pada April mendatang. GAC Aion V dipersiapkan sebagai model pertama yang mereka rakit lokal.
“Bersama-sama, kami berkomitmen untuk menghadirkan inovasi, teknologi, dan kendaraan berkualitas tinggi serta dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di industri otomotif Indonesia,” tegas Wei Haigang lagi.
Seluruh model yang dipasarkan GAC Aion di Indonesia sejauh ini mengusung teknologi mobil listrik murni (battery electric vehicle/BEV).
Kendati demikian, GAC Aion pun sedang mempertimbangkan potensi model plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) serta hybrid electric vehicle (HEV) untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik yang bervariasi. [Xan]