Harga Mobil Renault Baru dan Bekas, Merek Prancis yang Kurang Sukses di Indonesia
Panduan PembeliHarga mobil Renault di Indonesia saat ini sebenarnya banyak yang murah, meskipun mereka adalah merek Eropa. Sayang, sepak terjang Renault di Tanah Air dalam beberapa tahun terakhir tak jelas.
Merek-merek mobil Eropa pada umumnya punya prestise, gengsi, atau bahkan standar kualitas tersendiri. Tak heran, para konsumen yang mempedulikan aspek-aspek tersebut kerap ‘melirik’ berbagai model keluaran merek Eropa sebagai kendaraan mereka.
Daftar merek Eropa yang bermain di Indonesia sendiri relatif tak terlalu banyak dan salah satunya adalah Renault. Menariknya, strategi pemosisian harga mobil Renault di Indonesia sekarang berada di segmen terbilang murah, sehingga bisa terjangkau oleh banyak orang termasuk pembeli mobil pertama (first car buyer).
Sebagai pelengkap, mulai 2021, Renault menjual pula beberapa model mobil listrik murni (battery electric vehicle/BEV). Meski begitu, gerak-gerik mereka beberapa tahun terakhir malah 'gelap'.
Artikel kali ini ingin menginformasikan terkait gambaran harga mobil Renault. Pertama-tama, bakal dijabarkan mengenai model-model terkini yang dijual oleh pabrikan asal Prancis itu plus harganya, lalu model-model sekennya yang terdapat di situs jual-beli Mobil123.com.
Di samping itu, ada pula pembahasan mengenai kondisi terkini belakangan ini Renault yang ‘tenggelam’ karena cukup lama tanpa kabar.
Daftar Harga Mobil Renault Baru 2024 untuk Setiap Model
Daftar Mobil Baru Renault 2024
Menilik situs Renault Indonesia, mereka kini memasarkan tiga model di bawah komando Maxindo Group sejak 2019. Model-model itu ialah Renault Kwid Climber, Renault Kwid Triber, serta Renault Kiger.
Climber, Kwid Triber, hingga Kiger diketahui diimpor utuh (completely built up/CBU) dari pabrik Renault di India. Jadi, semua model tersebut bukanlah rakitan Eropa.
Kwid Climber diperkenalkan dalam GIIAS 2019 dan baru resmi meluncur menjelang Hari Raya Idul Fitri 2020. Model ini mencoba’ bertarung di segmen city car dan menjadi pilihan bagi yang mencari harga mobil Renault paling terjangkau.
Ketika Renault masih ditangani Indomobil Group, tepatnya pada 2016, Kwid varian biasa sebenarnya sudah hadir. Akan tetapi, model itu gagal bicara banyak.
Segmen city car di Bumi Pertiwi cukup ramai karena diisi oleh model-model di segmen city car low cost green car (LCGC) yang mendapatkan keringanan pajak dari pemerintah atau pun non-LCGC. Sebut saja Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Daihatsu Sirion, Honda Brio, Suzuki S-Presso, Suzuki Ignis.
Triber meluncur dalam GIIAS 2019. Setahun kemudian, giliran bertransmisi matik AMT yang mengaspal.
Triber masuk ke segmen yang lebih seru lagi yaitu multi purpose vehicle (MPV) murah. Lagi-lagi, segmen ini diisi oleh model-model LCGC atau pun non-LCGC—disebut juga low MPV (LMPV).
Triber menantang nama-nama yang lebih tersohor, dari merek-merek asal Jepang serta China yang lebih mapan di pasar. Para ‘raksasa’ di segmen MPV murah ialah Toyota Calya, Toyota Avanza, Daihatsu Sigra, Daihatsu Xenia, Honda Mobilio, Mitsubishi Xpander, Suzuki Ertiga, Wuling Formo, Wuling Confero.
Kiger menjadi model terakhir yang Renault rilis di Indonesia, sebelum ‘menghilang’ tanpa kabar hingga saat ini. Peluncurannya berlangsung secara online (daring) di tengah pandemi virus Covid-19 pada Agustus 2021.
Kiger menjadi ‘wakil’ Renault di segmen sport utility vehicle (SUV) kompak berharga murah. Lagi-lagi, nama-nama besar seperti Toyota Raize, Daihatsu Rocky, dan belakangan Honda WR-V coba ‘disikut’.
Lalu, mulai 2021, muncul mobil listrik Renault Megane E-Tech, Renault Twizy, Renault Zoe.
Daftar Harga Mobil Renault Baru 2024
Sekarang saatnya membahas harga mobil Renault baru 2024. Kisaran mobil-mobil bermesin konvensional mereka, per Juni 2024, ada di rentang Rp200 jutaan sampai dengan Rp300 jutaan, menurut situs resmi Renault Indonesia.
Sayangnya, situs itu tidak mencantumkan harga mobil Renault baru 2024 untuk yang berpenggerak listrik murni. Berikut adalah informasinya:
- Renault Kwid Climber: mulai dari Rp209,5 juta on the road (OTR) Jakarta
- Renault Climber: mulai dari Rp239,5 juta OTR Jakarta
- Renault Kiger: mulai dari Rp325,5 juta OTR Jakarta
Sejarah Renault di Indonesia, Mobil Prancis yang Timbul-Tenggelam
Renault sebenarnya punya sejarah yang sangat panjang di industri otomotif global, dengan reputasi yang sudah terbentuk dengan baik. Bagaimana tidak, Renault, menurut penelusuran dari berbagai sumber, disebut sebagai salah satu pabrikan mobil tertua di dunia yang berdiri sejak 1899 silam.
Loncat langsung ke akhir 1990-an, salah satu peristiwa penting bagi Renault adalah ketika mereka sepakat membentuk aliansi dengan Nissan sejak Maret 1999. Renault, yang ketika itu didera kesulitan keuangan, selamat berkat aliansi tersebut.
Hubungan Renault dengan Nissan ibarat ‘love and hate relationship’ (relasi benci dan cinta). Puncaknya adalah ketika bos aliansi yang dianggap lebih menguntungkan Renault yakni Carlos Ghosn pada akhir 2018 ditangkap pemerintah Jepang karena tuduhan pemalsuan laporan pendapatan pribadi dan penyalahgunaan wewenang.
Pada akhir 2019, Ghosn berhasil kabur dari Jepang ke Lebanon dengan cara yang sangat mirip dengan cerita-cerita di film agen rahasia. Dia pun mengklaim bahwa penangkapannya adalah konspirasi.
Di Indonesia, kisah Renault baru dimulai pada 2002. Ketika itu, mereka masuk lewat kolaborasi dengan Indomobil Group. Di bawah Indomobil Group, penjualan Renault tercatat selalu di bawah 1.000 unit, bahkan pernah 0 unit. Diler-diler resmi mereka ada yang berganti ke merek lain.
Contoh model yang pernah meluncur di bawah panji Indomobil Group ialah Renault Duster, Renault Megane, Renault Koleos, plus Kwid.
Pada 2019, Maxindo Group mengambilalih bisnis Renault dari Indomobil Group. Strategi bisnis langsung berubah. Model sekaligus harga mobil Renault di bawah Maxindo Group fokus di ceruk pasar yang sangat terjangkau. Triber, Kwid Climber, hingga Kiger dibawa ke Tanah Air.
Pada Desember 2020, Prestige Motorcars membeli saham Renault Indonesia. Strategi dimodifikasi karena mereka juga jualan mobil listrik yakni Renault Megane E-Tech, Renault Twizy, Renault Zoe.
Sayang, cerita lama terulang. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa Renault terakhir kali membukukan penjualan retail (distribusi diler ke konsumen) pada Januari 2021.
Usaha terakhir Renault adalah membawa kembali Koleos pada akhir 2021, tapi tidak menampakkan hasil. Mulai 2023, nama Renault malahan sudah hilang dari data Gaikindo.
Jaringan diler resmi Renault di bawah Maxindo Group yang sempat terbentuk, seiring dengan penjualan yang tidak jelas, lantas beralih ke merek lain. Salah satu contohnya saja ialah diler Renault Pluit yang kini menjadi diler resmi Chery.
Akun Instagram resmi Renault Indonesia terpantau terakhir kali membuat konten pada 23 Mei 2024, ketika mengucapkan selamat Hari Raya Waisak. Namun, komentar para warganet tidak direspons.
Para warganet kerap menanyakan lokasi diler dan bengkel resmi Renault yang masih buka. Kendati demikian, pertanyaan-pertanyaan itu tidak dijawab.
Mobil123.com sempat mencoba menghubungi nomor WhatsApp yang tertera di Instagram Renault Indonesia. Pesan yang dikirim tidak mendapatkan balasan.
Daftar Harga Mobil Renault Bekas
Nah, sekarang, bagaimana harga mobil Renault bekas di pasar kendaraan seken? Gambarannya bisa ditelusuri di situs Mobil123.com.
Ketika artikel ini dinaikkan, Mobil123.com memiliki iklan Renault bekas dari empat model. Ada Duster bekas, Koleos bekas, Kwid bekas, plus Triber bekas.
Berikut adalah rentang harga mobil Renault bekas di Mobil123.com sementara ini:
- Renault Duster bekas (dua iklan, tahun produksi 2014-2015): Rp95-185 juta
- Renault Koleos bekas (10 iklan, tahun produksi 2018-2020): Rp248-360 juta
- Renault Kwid bekas (11 iklan, tahun produksi 2018-2020): Rp91-128 juta
- Renault Triber bekas (41 iklan), tahun produksi 2020): Rp90-144 juta
Dari paparan di atas, bisa dilihat bahwa harga mobil Renault bekas mulai dari Rp90 jutaan saja yang terbilang murah sekali. Apakah Mobilovers tertarik? [Xan/YS]