Harga BBM & Bahan Pokok Mahal, Penjualan Mobil 2022 Diyakini Masih 900 Ribu Unit
Berita OtomotifBULELENG – Daya beli di pasar mobil Indonesia diyakini masih baik, meski harga bahan bakar minyak (BBM) maupun bahan-bahan pokok menjulang. Target penjualan mobil 2022 sebesar 900 ribu unit dipercaya masih bakal tercapai.
Marketing and Customer Relations Division Head PT. Astra International - Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Hendrayadi Lastiyoso tak membantah bahwa harga BBM dan bahan-bahan pokok makin mahal saja sejak awal tahun.
Namun, menurut dia, inflasi masih terkendali dan daya beli pasar mobil di Tanah Air masih tetap baik.
“Kita lihat berdasarkan data saja di Indonesia. Sampai dengan semester satu 2022, kan, pasar mobil Indonesia naik 20 persen-an dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya untuk penjualan retail. Itu sebuah kenaikan yang sangat signifikan dan bagus sekali,” papar dia di sela-sela acara Company Social Responsibility (CSR) Daihatsu, 28-29 Juli 2022 kemarin di Buleleng, Bali.

Hendrayadi mengakui kondisi makro ekonomi Indonesia masih bagus.
Ini antara lain dilihat dari proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional. Ekspor komoditas juga terpantau baik, di tengah fluktuasi nilai-tukar rupiah terhadap dollar AS gara-gara kenaikan berkali-kali suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat.
Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate), yang dapat berdampak pada suku bunga kredit kendaraan bermotor, masih ditahan karena inflasi inti dinilai masih terkendali.
Sekadar informasi, lembaga pemeringkat Fitch memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia naik 5,6 persen pada 2022, lalu 5,8 persen pada 2023.
Badan Pusat Statistik (BPS), di sisi lain, mengumumkan inflasi tahunan pada Juli 2022 mencapai 4,94 persen dan inflasi tahun kalender (Januari-Juli 2022) 3,85 persen.
Adapun pendorong utama inflasi ialah harga cabai merah, bawang merah, bahan bakar rumah tangga, serta angkutan udara.
Lebih lanjut, Hendrayadi percaya target penjualan mobil di Indonesia sebesar 900 ribu unit yang dipatok oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) masih dalam jangkauan.
Bahkan, jika tidak ada sesuatu yang ‘luar biasa’ terjadi, bisa saja realisasinya nanti melebihi itu.
“Sekarang, kan, sudah 465 ribu-an unit pada Januari-Juni. Itu enam bulan pertama. Kalau dikali dua, kan, 930 ribu unit. Padahal teman-teman di Gaikindo bilangnya 900 ribu. Berarti, kalau saja semuanya (kondisi—Red) sama dan angka itu dikali dua, sudah 930 ribu unit,” papar dia. [Xan/Ses]
>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<<